kdrt-pada-laki-laki

Heard – Depp Trial menjadi salah satu kasus yang sangat ramai di tahun 2022 ini karena pencemaran nama baik aktor Johnny Depp akibat artikel op – ed yang ditulis oleh mantan istrinya, aktor Amber Heard yang diterbitkan melalui The Washington Post. Kemenangan Johnny Depp atas gugatan pencemaran nama baik melawan Amber Heard di tanggal 1 Juni diramaikan di media sosial. 

 

Kemenangan Johnny Depp melawan mantan istrinya menjadi bukti nyata bahwa tidak hanya perempuan, laki – laki pun bisa menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, lho! Meski tidak banyak dibicarakan, menurut data National Statistics Domestic Violence Fact Sheet, satu dari Sembilan laki – laki pernah mengalami kekerasan fisik oleh pasangan mereka. 

 

Data ini dirincikan lagi menjadi, satu dari empat laki – laki pernah mengalami kekerasan fisik dalam bentuk tamparan dan dorongan yang bisa terjadi saat bertengkar, dan satu dari tujuh laki – laki lapor menjadi korban kekerasan parah akibat dipukuli atau kena tinju. Meski adanya fakta ini, tidak banyak laki – laki yang melaporkan kekerasan yang dialami karena steritio dari masyarakat serta stigma laki – laki yang melaporkan pelecehan.

 

“Korban laki – laki mungkin merasa tidak ada tempat bagi mereka,” ujar Joan Harris, direktur operasi di brankas di Safe Passage, Inc Rock Hill.

 

Cara Mengenali Kekerasan Dalam Rumah Tangga pada Laki – Laki

Terdapat berbagai macam kekerasan dalam rumah tangga. Bisa dalam bentuk emotional abuse, pelecehan seksual dan fisik, dikuntit, hingga diancam dan bisa terjadi pada hubungan heteroseksual maupun hubungan sesama gender

 

Terdapat cara mengenali kekerasan dalam rumah tangga, tetapi pada lelaki mungkin lebih sulit disadari karena pada awal hubungan, pasangan akan terlihat sangat peduli, pengasih dan protektif. Namun, seiring berjalannya hubungan, pasangan bisa berubah menjadi lebih posesif, menakutkan dan mendominasi. Kejadian ini awalnya hanya akan terjadi sesekali dan pasangan akan meminta maaf disertakan janji bahwa hal ini tidak akan terulang lagi. 

 

Selain hal tersebut, berikut ini adalah beberapa ciri – ciri terjadinya kekerasan dalam rumah tangga:

  • Pasangan memanggil nama yang tidak pantas, memaki dan mencemooh kamu 
  • Melarang untuk pergi kerja atau sekolah 
  • Melarang bertemu keluarga atau teman 
  • Mengontrol keuangan, pakaian dan kemana mau pergi 
  • Sangat cemburuan dan sering menuduhmu tidak setia
  • Bersikap kasar saat menggunakan narkoba atau minum alkohol
  • Mengancam dengan kekerasan atau dengan senjata
  • Memaksa untuk berhubungan seksual 
  • Melakukan kekerasan fisik padamu, anakmu atau binatang peliharaan
  • Menyalahkanmu untuk kelakuan kasarnya dan bilang bahwa kamu pantas untuk diperlakukan seperti itu

 

Dalam kasus lainnya, apabila dalam hubungan sesama gender, seorang transgender atau bagian dari LGBTQ+ lainnya, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa terjadi di kekerasan dalam rumah tangga:

  • Berkata bahwa pihak berwajib tidak akan membantu seorang yang merupakan bagian dari LGBTQ+
  • Mengatakan bahwa apabila meninggalkan hubungannya sama dengan mengakui bahwa LGBTQ+ sebagai orang yang menyimpang
  • Bahwa natural untuk lelaki bersikap kasar
  • Membenarkan perilaku kekerasan dan pelecehan dengan berkata bahwa kamu sebenarnya bukan bagian dari LGBTQ+


Baca Juga: 7 Cara untuk Menghindari Masalah Kesehatan Mental

Bagaimana Cara Menghentikan Kekerasan Dalam Rumah Tangga 

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghentikan kekerasan dalam rumah tangga terjadi padamu dan untuk meninggalkan hubungan tersebut. Pelajari langkahnya di bawah ini!

 

1. Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Mungkin akan membingungkan untuk mengetahui apakah kamu korban atau pelaku, terutama bagi laki – laki. Hal ini karena saat terjadi konflik, korban bisa menyerang balik secara fisik maupun verbal sebagai pertahanan diri, tetapi pelaku bisa menggunakan ini dan memanipulasi untuk percaya bahwa kamu lah yang melakukan kekerasan.

 

2. Break The Cycle

Terdapat pola dari kekerasan dalam rumah tangga yang bisa dikenali.

  1. Sang pelaku mengancam kekerasan
  2. Sang pelaku melakukan kekerasan 
  3. Sang pelaku minta maaf dan berjanji untuk berubah 
  4. Kembali lagi ke nomor satu 

 

Dengan hal seperti ini, mulai mencari dukungan dari professional atau dari teman terdekat. Fasilitas yang menangani kasus KDRT yang terjadi pada laki – laki lebih sedikit sehingga bingung atau malu untuk bercerita. Namun, bisa juga bercerita kepada teman atau anggota keluarga dahulu. Tidak hanya untuk dukungan, tetapi juga agar merasa lega. 

 

3. Membuat Safety Plan

  1. Menghubungi domestic abuse hotline: Hubungi untuk meminta saran dan lakukan saat pelaku tidak ada di dekatmu, bisa saat sedang pergi, saat kamu berada di rumah teman atau lokasi aman lainnya.
  2. Persiapkan tas darurat yang mengandung semua barang yang diperlukan agar bisa pergi secepatnya saat diperlukan.
  3. Tentukan destinasi dan cara pergi kesana.

 

4. Proteksi Alat Komunikasi dan Lokasi – mu 

  • Pastikan tidak ada GPS di kendaraanmu 
  • Gunakan alat komunikasi seperti handphone dan komputer seperlunya 
  • Pastikan juga untuk selalu membersihkan history komputer dan handphone
  • Sering ganti password email 

 

Kekerasan dalam rumah tangga baik bagi perempuan atau laki – laki bisa meninggalkan dampak yang merusak secara mental dan fisik. Bagi laki – laki yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, mungkin akan sulit untuk mengakui atau mencari fasilitas, tetapi jangan menyerah dan cari pertolongan. Tambahkan proteksi diri dengan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan dari Super You!