cara meditasi

Ketika orang berkata meditasi, mungkin kamu langsung berpikir seorang biksu yang bertapa di atas gunung terpencil atau di bawah pohon. Padahal, sebenarnya meditasi itu bukan hanya untuk biksu dan tidak harus dilakukan di alam lho!

Kamu pun bisa melakukannya di rumah selama 5 menit. Dengan begitu, kamu pun bisa mencegah risiko sakit fisik dan mental. Tapi sebelum lanjut pembahasannya, coba cari tahu dulu apa itu mental illness dan jenis gangguannya.

Yuk, kita kupas lebih soal meditasi!

Apa itu Meditasi?

Meditasi adalah sebuah aktivitas yang bertujuan untuk menenangkan tubuh dan pikiran. Ada berbagai macam alasan mengapa seseorang melakukan meditasi. Teknik yang digunakan pun berbagai macam. Namun, salah satu yang paling populer adalah meditasi mindfulness, dimana fokus dari meditasi adalah untuk bisa menjadi lebih sadar akan diri kita dan sekeliling.

Jadi, Apa Tujuan Meditasi?

Tujuan meditasi bergantung pada orang yang melakukan meditasi. Secara umum, berikut adalah beberapa tujuan meditasi: 

  • Mengolah emosi atau perasaan;
  • Mengurangi rasa sakit dan stres;
  • Membantu menghadapi trauma;
  • Mencegah risiko kesehatan mental; yuk baca juga 7 cara mengatasi masalah kesehatan mental
  • Membantu diri agar lebih fokus di masa kini;
  • Mencapai alasan agama atau spiritual.

Meditasi menurut Agama

Salah satunya dalam agama Islam, terdapat suatu konsep bernama zikir yang berfokus pada kesengajaan dalam mengingat Allah.  Hal ini bisa memupuk perkembangan spiritual kita dan kita pun menjadi lebih dekat kepada Tuhan melalui ketaatan.

Karena itu, meditasi yang bertujuan mengingat Allah dan mensyukuri semesta yang Allah ciptakan itu diperbolehkan agama Islam. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun pernah melakukan meditasi di Gua Hira. 

Artinya meditasi berlandaskan spiritual yang mengingat Allah itu merupakan cara kita bisa mendekatkan diri dan lebih taat kepada Allah. Namun, perlu diingat bahwa beberapa teknik meditasi memang mempunyai unsur yang tidak sesuai dengan Islam. Misalnya saja, Art of Living yang menggunakan praktik meditasi atau yoga berbasis politeistik. 

Karena itu, pastikan meditasi yang kamu lakukan sesuai dengan syariah islam, yaitu berlandaskan tafakkur (kontemplasi) dan juga zikir. Dengan begitu, kamu pun bisa mendapatkan ketenangan yang dari Allah.

asuransi covid

Cara Meditasi yang Benar

Sebenarnya tidak ada satu cara meditasi yang benar. Namun, pada umumnya, meditasi mempunyai beberapa unsur penting, seperti: 

  • Fokus atau perhatian penuh;
  • Menenangkan pernapasan;
  • Kondisi lingkungan yang tenang;
  • Posisi duduk atau tiduran yang nyaman;
  • Pikiran yang tidak menghakimi.

Mengingat unsur-unsur ini, berikut adalah beberapa tips cara melakukan meditasi yang benar.

1. Cari suasana dan tempat yang kondusif

Di sini, pastikan kamu mencari tempat yang sunyi dulu. Boleh di luar ruangan atau dalam, selama kamu bisa berkonsentrasi tanpa gangguan. Posisi kamu pun bisa duduk atau tiduran di lantai, kursi, tempat tidur, dan permukaan yang nyaman.

Baca juga, kenali apa itu self-healing dan cara self-healing

2. Kurangi risiko gangguan

Gangguan bisa berupa orang rumah, suara HP, suara TV, atau suara dari luar. Karena itu, beritahu orang lain bahwa kamu akan melakukan meditasi, matikan semua perangkat elektronik, serta tutup pintu untuk mengurangi potensi sumber gangguan.

3. Pastikan posisi kamu sudah nyaman

Postur duduk atau tidur kamu harus baik dan terasa nyaman, yaitu punggung yang lurus, leher dan rahang yang santai, dan dagu agak diturunkan ke bawah. Kamu bisa meletakkan tangan dimana pun selama nyaman, seperti di pangkuan kaki atau di atas lutut.

4. Menutup mata dan fokus pada napas

Tutup mata kamu dan perlahan-lahan tarik napas dan keluarkan nafas secara bergantian. Rasakan udara yang mengalir masuk dari hidung ke tenggorokan ke paru, hingga kembali keluar. Kamu juga bisa memfokuskan pikiran kepada dada kamu yang mengembang dan mengempis.

Jika masih pemula, kamu bisa menggunakan guided meditation atau meditasi terarah dengan memasukkan kata kunci “guided meditation” di YouTube. Kamu pun bisa menggunakan aplikasi meditasi, seperti Headspace (bahasa Inggris) atau Riliv (bahasa Indonesia).

5. Alihkan kembali perhatian ke napas jika konsentrasi terpecah

Tidak semua orang langsung bisa berfokus sepenuhnya pada napas. Terkadang, otak pun merasa bosan dan jadi memikirkan hal-hal yang lain. Amati pikiran tersebut tanpa menghakimi, kemudian setelah pikiran itu selesai, arahkan kembali ke pengaturan napas kamu. 

Di sela-sela meditasi, kamu juga bisa menyisipkan pikiran yang disengaja. Misalnya, pikiran positif untuk diri sendiri (positive self-talk) atau melanturkan doa kepada Yang Maha Kuasa.

Selain meditasi, kamu juga bisa mencoba atasi kesehatan mental kamu dengan berolahraga. Salah satu olahraga sederhana yang gampang kamu coba adalah olahraga lari. Yuk, baca juga 9 manfaat olahraga lari untuk kesehatan tubuh dan mental.