Frugal Living

Rasanya sudah gatal untuk membeli barang yang kamu idamkan. Apalagi dengan mudahnya belanja online, kamu tinggal klik-klik saja tanpa memikir apakah kamu membutuhkannya. Nyatanya, hal ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan finansial kamu.

Karena barang belanjaan, akhirnya kamu batal menabung, mempunyai dana darurat, atau membayar premi asuransi. Nah, mungkin kamu bisa coba dulu gaya hidup frugal living.

Memangnya frugal living apa sih? Yuk, bahas di artikel ini.

Apa sih itu frugal living?

Frugal living adalah sebuah cara konsep yang dimana kita sepenuhnya menyadari semua keputusan kita dalam mengatur uang. Artinya, kamu akan memilih prioritas akan hal-hal yang penting untuk kamu. Setelah itu, kamu akan mengurangi budget dari aspek lain yang mungkin tidak terlalu penting untuk kamu. Ini berarti menghemat agar kamu bisa memenuhi kebutuhan yang kamu anggap penting.

Apa frugal living sama dengan pelit?

Tidak, frugal living sangat berbeda dengan menjadi orang pelit. Biasanya orang pelit akan selalu memilih untuk membeli hal termurah, atau bahkan tidak membeli sama sekali. Tetapi frugal living memikirkan masalah kualitas. 

Misalnya kamu menyukai sepatu. Sepatu A lebih murah, namun hanya akan bertahan beberapa bulan. Sepatu B lebih mahal, namun bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Orang yang pelit akan membeli sepatu A atau tidak sama sekali. Sementara, orang yang frugal living akan memilih Sepatu B, tapi tidak membeli sepatu lagi selama beberapa tahun ke depan karena fungsi sepatunya masih baik.

Frugal living dapat membantu kita mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi juga membantu kita untuk rem saat ingin belanja yang tidak penting. 

Bagaimana cara hidup frugal living?

Kamu bisa memulai hidup frugal living dengan mengubah mindset. Kemudian mulai terapkan kebiasaan-kebiasaan berikut.

1. Bedakan keinginan dan kebutuhan

Sebelum apapun, kamu harus bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Kebutuhan adalah sesuatu yang kamu butuhkan untuk hidup, yaitu makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Namun kebutuhan tersebut juga bisa menjadi suatu keinginan bila sudah terpenuhi. 

Kamu tentu butuh makan 3 kali sehari. Namun, apa minum kopi setiap hari perlu? Nah, kamu bisa menghemat dengan minum kopi seminggu atau sebulan sekali saja. Lalu gunakan uang yang kamu hemat untuk hal lainnya, misalnya staycation atau asuransi online. 

Lakukan evaluasi pengeluaran. Kemudian tentukan prioritas. Mana yang kamu butuh? Mana yang kamu belum perlu?

2. Tetapkan anggaran

Setelah melakukan evaluasi dan memprioritaskan, kamu bisa membuat anggaran bulanan. Sisihkan 20% untuk tabungan, 30% untuk cicilan, dan 50% sisanya bisa kamu atur untuk pakai. Jangan lupa untuk mencatat pengeluaran tersebut untuk memastikan kamu tidak melewati batas anggaran yang sudah ditetapkan.

Baca Juga : 7 Hal Penting Saat Melakukan Perencanaan Keuangan Pribadi

 

3. Beri dirimu syarat saat belanja

Tanamkan dalam benak kamu bahwa kamu boleh berbelanja, tapi pastikan masih dalam anggaran bulan ini. Bila perlu, lakukan penyesuaian anggaran. Mungkin kamu tidak masalah menghemat makan, asal kamu bisa beli tiket untuk staycation.

Misalnya, kamu melihat ada diskon HP murah dan HP kamu memang sudah sering error. Buat syarat bahwa kamu akan membeli HP murah ini, tapi kamu juga akan mengurangi minum kopi hingga sebulan sekali selama mencicil. Atau kamu tidak akan jajan di luar dan masak selama beberapa minggu ke depan demi menghemat.

Secara umum, tanyakan pada dirimu sendiri: 

  • Apakah aku sudah punya barang ini? 
  • Apakah aku butuh barang ini sekarang?
  • Apakah aku masih mempunyai anggaran yang bisa disisihkan?
  • Pengeluaran apa yang aku ingin hemat demi bisa membeli barang ini?

asuransi digital

4. Gunakan kupon & promo

Atur waktu yang tepat untuk berbelanja. Mungkin kamu melihat suatu jam tangan yang kamu suka. Nah, kamu bisa menunggu jam tangan tersebut diskon baru kamu membeli. Inilah mengapa pengeluaran sebaiknya kamu atur di waktu tertentu, seperti lebaran, harbolnas, atau tahun baru. Sisanya sepanjang tahun, kamu gunakan kesempatan tersebut untuk menabung sampai hari promo tiba.

 

5. Jual / beli barang bekas 

Mungkin kamu punya beberapa barang lama yang masih bagus, tapi jarang atau hampir tidak pernah dipakai. Kamu bisa memanfaatkan barang ini dengan menjualnya dan membeli hal lain. 

Sama halnya, bila kamu ingin beli sesuatu, kamu bisa mencari barang bekas yang masih dalam kondisi bagus. Banyak barang bekas yang sebenarnya masih jarang sekali dipakai, namun karena sudah pernah dibuka harganya jadi turun. Hal ini bagus untuk membantu kamu menghematnya. Jika kamu bingung cara menjualnya, kamu bisa coba menjual dengan cara online. Gampang kok. Kamu bisa manfaatin media sosial seperti Facebook atau Instagram

Baca Juga :

 

Yuk, hidup lebih hemat!

Dengan hidup lebih hemat, kamu bisa memastikan kondisi keuangan yang lebih sehat. Selain menjalani frugal living, pastikan kamu sudah mempunyai financial planning yang kokoh. Hal ini berarti kamu sudah: 

Masalah asuransi, kamu bisa mencoba hemat dengan asuransi online Super You. Di sini, kamu bisa mendapatkan asuransi dengan benefit hingga ratusan juta hanya dengan membayar Rp30.000-an saja per bulannya. Demi keuangan yang lebih sehat dan stabil, yuk dapatkan asuransi yang cocok untuk kamu!

Artikel Terkait