parenting-style

Orang tua adalah salah satu faktor terbesar yang bisa mempengaruhi seorang anak. Sudah jadi tugas dan kewajiban orang tua untuk mengasuh, mengasihi dan mendidik anaknya, karena itu orang tua pun harus memiliki teknik parenting yang bisa bekerja bagi kedua belah pihak. 

Bagi para orang tua, yuk berkumpul untuk mengetahui pentingnya parenting dan jenis – jenisnya. Namun, sebelum itu mari ketahui apa itu parenting?

 

Apa Itu Parenting?

Kata parenting berarti pola asuh orangtua saat mengurus anak dan hal ini mencakup beberapa topik dari yang fisik seperti makanan dan minuman hingga hal – hal yang bisa berdampak kepada psikologi anak tersebut seperti kasih sayang yang diberikan, rasa aman yang dialami sang anak dan pendidikan cara bersosialisasi dengan masyarakat agar bisa berbaur dengan lingkungannya.

Berdasarkan American Psychology Association terdapat tiga tujuan utama dari parenting:

  • Memastikan bahwa anak selalu sehat dan merasa aman 
  • Mempersiapkan anak untuk tumbuh produktif
  • Menurunkan nilai – nilai budaya

Namun, definisi dari parenting menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia adalah interaksi antara anak dan orang tua yang bertujuan untuk mendukung perkembangan fisik, emosi, sosial, intelektual dan spiritual sejak anak berada dalam kandungan hingga dewasa.

Kedua negara mungkin memiliki definisi dan tujuan yang berbeda dari parenting, tetapi dari kedua tujuan bisa disimpulkan bahwa parenting adalah bagaimana cara orang tua mempersiapkan seorang anak untuk menjadi dewasa dan mendidik anak untuk bisa berdiri sendiri.

 

Pentingnya Parenting 

Parenting adalah hal yang sangat penting bagi pertumbuhan anak karena keluarga adalah pengalaman pertama untuk sang anak membentuk karakter. 

Dengan rumah menjadi sekolah pertama dan orang tua menjadi guru pertama sang anak peran orang tua dalam pendidikan karakter, spiritual hingga pendidikan formal sangat krusial. Orang tua harus bisa menjadi contoh yang baik bagi sang anak karena saat usia dini anak bisa menirukan yang mereka lihat dan rasakan. Hal ini menyebabkan orang tua harus lebih berhati – hati atas perilaku, ucapan dan tindakan.

 

Baca Juga: 7 Cara untuk Menghindari Masalah Kesehatan Mental

 

Terdapat 5 jenis parenting dan masing – masing jenisnya memiliki dampak yang berbeda. Yuk, ketahui apa saja jenisnya!

 

5 Jenis Parenting

1. Authoritarian Parenting

Authoritarian parenting memiliki gaya asuh yang otoriter. Gaya asuh ini banyak diterapkan oleh orang tua dan berfokus pada pemikiran bahwa ‘orang tua selalu benar’. Biasanya orang tua dengan gaya parenting seperti ini berpikiran bahwa semua aturan dan perintah orang tua harus dipatuhi dan jarang mau mendengarkan pendapat sang anak.

Gaya asuh otoriter seperti ini akan berdampak buruk kepada anak karena anak bisa tumbuh besar memiliki masalah harga diri akibat pendapat mereka yang tidak didengarkan oleh orang tua. 

Selain mengakibatkan masalah harga diri, gaya asuh otoriter bisa menumbuhkan kepribadian agresif dan menimbulkan kebiasaan berbohong pada anak yang dipelajari untuk menghindari hukuman. 

 

2. Authoritative Parenting

Authoritative Parenting berbeda dengan authoritarian parenting. Gaya asuh yang satu ini lebih berfokus untuk membangun lingkungan yang positif agar anak dan orang tua tetap memberikan aturan sambil mendengarkan pendapat sang anak. Hal ini dilakukan agar sang anak bisa berkembang lebih baik dan bisa mengutarakan pendapat dan mengekspresikan diri mereka.

Orang tua dengan gaya asuh ini mendisiplinkan anak dengan cara memberikan hadiah sebagai penghargaan dan pujian. Ini adalah gaya asuh yang membangun kebiasaan baik pada anak seperti memutuskan sesuatu. 

 

Baca Juga: Atasi gangguan Psikosomatis, Sakit Fisik yang Dipicu Stress 

 

3. Permissive Parenting

Permissive parenting adalah gaya asuh yang membiarkan anaknya melakukan apapun yang mereka mau. Orang tua dengan gaya asuh ini memiliki pemikiran bahwa apapun yang mereka lakukan adalah perilaku anak kecil dan dianggap wajar. Slogan gaya asuh seperti ini adalah ‘namanya juga anak – anak’.

Orang tua yang menerapkan gaya asuh ini akan membiarkan anaknya melakukan apapun yang diinginkan tanpa batas atau konsekuensi dan hanya akan mengambil tindakan apabila terjadi hal yang serius. 

Gaya parenting ini menumbuhkan kebiasaan buruk pada anak karena anak jadi tidak disiplin dan menyebabkan masalah seperti nilai yang buruk atau masalah kesehatan seperti obesitas.

 

4. Neglectful Parenting

Neglectful parenting dengan gaya yang acuh tak acuh adalah gaya asuh yang harus dihindari. Orang tua yang menerapkan gaya asuh itu tidak ingin berurusan, terlibat atau mengetahui urusan, perkembangan atau masalah yang dialami sang anak.

Anak tidak mendapatkan perhatian dari orang tua dan bisa menyebabkan berbagai macam masalah pada anak seperti masalah edukasi, kesehatan mental dan bahkan fisik akibat kurangnya perhatian yang didapatkan.

 

5. Indulgent Parenting

Kebalikan dari neglectful parenting, orang tua yang menerapkan Indulgent parenting sangat terlibat dengan segala hal mengenai anaknya. Mereka juga biasanya menuruti dan permisif atas kemauan anaknya. 

Meski hal ini bisa membantu dengan kepercaya dirian sang anak, tetapi hal ini menimbulkan kebiasaan manja dalam sang anak yang menyebabkan kesulitan untuk melakukan segala hal sendiri tanpa bantuan dari orang tua.

 

Cara orang tua mengasuh anak merupakan salah satu faktor penting untuk masa depan sang anak. Orang tua memiliki kewajiban tidak hanya untuk menyenangkan si buah hati tetapi juga mendidik mereka untuk tumbuh kepribadian baik dan agar bisa berbaur. Pastikan juga untuk melindungi kesehatan si buah hati dengan asuransi kesehatan dari Super You.