asam-lambung

Terdapat banyak penyakit di sistem pencernaan manusia yang bisa disebabkan oleh hal – hal yang kita lakukan, dari makanan yang dikonsumsi hingga pola makan kita. Beberapa penyakit yang bisa terjadi pada sistem pencernaan adalah sakit maag atau asam lambung yang sering dianggap sama walaupun merupakan 2 penyakit yang berbeda. Yuk, ketahui lebih dalam mengenai asam lambung untuk tahu perbedaannya.

Apa itu Asam Lambung?

Saat terjadi asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) akan ada rasa panas atau terbakar di dada yang diakibatkan asam lambung yang naik ke kerongkongan. Hal ini disebabkan karena otot kerongkongan bagian bawah atau otot LES melemah dan tidak menutup sehingga kerongkongan tetap terbuka dan asam lambung naik ke kerongkongan. Saat asam lambung terjadi, bisa menjadi penyebab terjadinya maag. 

Baca Juga: Penyebab Panas Dalam yang Terkadang Disepelekan

Penyebab Asam Lambung Naik

Asam lambung dapat disebabkan oleh berbagai hal dan salah satu penyebab paling umum asam lambung adalah hernia hiatus, kondisi ketika bagian atas perut dan sfingter bergerak diatas di atas diafragma sehingga memisahkan perut dari dada. Namun, asam lambung juga bisa disebabkan oleh gaya hidup kita, lho. Berikut ini adalah gaya hidup yang dapat menyebabkan asam lambung.

1. Jadwal Makan 

Pola makan yang tidak teratur merupakan salah satu penyebab terbesar dari terjadinya asam lambung. Jadwal makan yang tidak teratur menyebabkan lambung menjadi lebih sensitif dan asam lambung naik sehingga terjadi gesekan di dinding lambung dan usus halus.

Banyak yang tidak memperhatikan kepentingan dari telat makan malam, aslinya telat makan malam bisa menyebabkan asam lambung, lho. Tidak baik untuk makan malam berdekatan dengan waktu tidur karena tubuh tidak bisa mencerna makanan saat tidur. Pastikan untuk makan setidaknya 2 jam sebelum tidur. 

 

2. Gaya Hidup

Gaya hidup sangat memengaruhi terjadinya asam lambung. Merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, minuman yang mengandung kafein tinggi seperti kopi karena bisa meningkatkan produksi asam dan peradangan pada lambung, mengonsumsi minuman bersoda juga dapat menyebabkan asam lambung karena karbonasinya bisa meningkatkan asam lambung. Jauhi diri dari gaya hidup tidak sehat ini agar tidak menyebabkan asam lambung untuk naik.

 

3. Porsi Makan Tidak Terkontrol

Selain pola makan, porsi makan juga harus diperhatikan. Hal ini karena semakin banyak porsi makan yang dikonsumsi maka juga semakin banyak asam lambung yang diproduksi dan meningkatkan risiko asam lambung untuk naik. 

 

4. Kelebihan Berat Badan

Lemak yang berlebih pada perut juga bisa meningkatkan terjadinya asam lambung karena bisa menyebabkan tekanan pada perut dan meningkatkan risiko asam lambung untuk naik.

 

5. Makanan Pedas dan Asam

Seperti kopi dan soda, makanan yang dikonsumsi juga bisa menyebabkan terjadinya asam lambung. Makanan pedas, asam dan berlemak berisiko memicu produksi asam lambung yang bisa menyebabkan naiknya asam lambung.

Gejala Asam Lambung Naik

Gejala asam lambung mirip dengan nyeri dada hingga sering dikira serangan jantung atau penyakit jantung koroner. Saat asam lambung naik, gejala utama yang dirasakan adalah rasa terbakar di dada atau heartburn dan rasanya bisa memburuk setelah makan atau saat tiduran. Selain itu, berikut adalah gejala lainnya yang bisa terjadi saat asam lambung naik.

  • Masalah pencernaan lainnya seperti maag
  • Sering bersendawa
  • Merasa mual
  • Muntah – muntah 
  • Maag dan sesak napas 
  • Mulut yang berasa asam

 

Baca Juga: Jaga Asupan Kalori, ini Daftar Kalori Makanan Sehari – Hari

 

Pencegahan

Pencegahan asam lambung bisa dilakukan dengan mengaplikasikan pola hidup yang sehat. Hindari kebiasaan diatas yang menjadi penyebab asam lambung, menjauhi buah yang asam, tidak berbaring setelah makan. Pastikan juga untuk menjaga berat badan agar tidak menyebabkan asam lambung.

 

Pengobatan

Selain dengan melakukan pola hidup sehat, asam lambung juga bisa diatasi dengan obat untuk mengatasi asam lambung dan meredakan asam lambung. Pastikan untuk melakukan konsultasi dengan dokter sebelum memilih obat ya. Apabila sudah mengonsumsi obat dan mengaplikasikan pola hidup sehat tetapi masih mengalami asam lambung maka bisa melakukan operasi.

 

Asam lambung bisa menyebabkan komplikasi seperti luka di dinding kerongkongan yang juga bisa menyebabkan penyempitan kerongkongan akibat iritasi terus menerus, karena itu kesehatan sistem pencernaan harus dijaga. Pastikan untuk mengikuti pola hidup sehat dan menghindari mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat menyebabkan asam lambung. Pengobatan asam lambung tidak murah, pastikan kamu memiliki proteksi kesehatan menyeluruh dengan asuransi kesehatan dari Super You untuk mencegah risiko dari asam lambung, mulai dari Rp135.000 per bulan saja!

Artikel Terkait