berat badan ideal
Orang Indonesia itu lumayan unik. Kalau lagi makan banyak, pasti ada aja yang nanyain, “Kamu gemukan ya?” Tapi kalau lagi diet dan berhasil, pasti ditanyain, “Kok kamu kurusan sih? Sakit ya?” Serba salah ya? Nah, teman SUPERjuangan, sebenarnya mana sih yang lebih sehat? Kurus, biasa aja, atau gemuk? Untuk mengerti bahasan yang satu ini, kita harus mengerti dulu nih arti dari Body Mass Index atau BMI.

Apa itu BMI?

Body Mass Index (BMI), disebut juga sebagai Indeks Massa Tubuh (IMT) kerap menjadi standar penilaian kesehatan. Bentuknya yaitu angka untuk memberi informasi seputar status berat badan. Mungkin ideal, kurang, berlebih, atau obesitas. Angkanya sendiri didapat dari analisis tinggi dan berat badan kamu.

Bagaimana sih cara menghitung berat badan ideal dengan BMI?

Perhitungan BMI lumayan sederhana. Pertama, ukur berat badan (dalam kg) dan juga tinggi badan (dalam cm). Rumus dari perhitungan BMI adalah berat badan dibagi tinggi badan yang dikuadratkan.

Males hitung manual? Kamu bisa menggunakan kalkulator berat badan ideal.

Hitung Berat Badan Ideal Kamu dengan Kalkulator BMI

Memangnya nilai BMI penting?

Berdasarkan RealAge dari Share Care, semakin tinggi nilai BMI seseorang, maka semakin tinggi juga risiko kesehatan yang dialami. Namun perlu diingat bahwa BMI hanya memperhitungkan proporsionalitas berat badan dan tinggi badan.

Artinya apa? BMI gak bisa memperkirakan persentase lemak dan otot yang ada. Karena itu, terkadang BMI bukanlah alat pengukur kesehatan yang tepat untuk beberapa orang seperti atlet, anak-anak, ibu-ibu hamil, atau orang lanjut usia. Baca Juga : 5 Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Apa yang harus dilakukan ketika tahu tentang BMI?

Kalau udah tahu nilai BMI, terus harus apa? Jawabannya tergantung pada golongan berat badanmu nih.

1. Kekurangan berat badan

Mungkin kamu berpikir, “Oh aku kekurangan berat badan, artinya aku kurus. Bagus dong?” Jika ya, itu pemikiran yang salah. Faktanya, kekurangan berat badan pun mempunyai risiko kesehatannya sendiri lho,.

Apa yang menyebabkan underweight?

Logikanya, jika berat badan seseorang di bawah normal, maka itu menandakan kurangnya asupan gizi yang didapatkan. Ini dia faktor penyebab kurangnya berat badan.

Kalau kamu sekeluarga berbadan ramping, maka tidak heran lagi kalau penyebab kamu underweight adalah faktor genetik. Memang ada beberapa orang yang makan sebanyak apapun, akan tetap kurus. Biasanya ini berarti kamu mempunyai sifat keturunan yang mempunyai metabolisme yang sangat tinggi. Atau di sisi lain, bisa jadi kamu mempunyai nafsu makan yang sangat rendah, jadi memang tidak terbiasa makan banyak.

Jika kamu sering berolahraga atau memang tidak bisa diam saja, maka kamu bisa mengalami underweight. Ini artinya kalori atau energi yang masuk lebih kecil dibanding energi yang kamu keluarkan sehari-hari.

Orang yang sakit tentu akan lebih mudah untuk berat badannya turun. Hal ini bisa disebabkan oleh metabolisme yang terganggu atau berkurangnya nafsu makan akibat sakit yang diderita. Jika berat badan kamu turun drastis bahkan tanpa mencoba untuk menurunkan berat badan, konsultasikan ke dokter ya, Teman SUPERjuangan, karena ada kemungkinan kamu sedang sakit.

Beberapa jenis obat mempunyai efek samping seperti berkurangnya berat badan atau hilangnya nafsu makan. Namun biasanya pengobatan yang mempunyai efek samping seperti ini adalah pengobatan yang lumayan keras seperti chemotherapy.

Masalah mental bisa berakibat langsung kepada nafsu makan. Stress dan depresi adalah gangguan mental yang paling umum ada dan berpengaruh kepada pola makan. Selain itu, ada juga stigma masyarakat yang lebih memuji kekurusan sehingga menyebabkan beberapa orang untuk mengalami kelainan pola makan (eating disorder). Jika kamu mempunyai tekanan secara mental yang menyebabkan gangguan pola makan kamu, segera konsultasikan kepada psikologi profesional ya!

Jaga Berat Badan Kamu Agar Tetap Sehat dan Lindungi Kesehatan Kamu dengan Asuransi Super You!

Efek dari underweight adalah kekurangan vitamin D dan kalsium yang menyebabkan tulang rapuh, turunnya sistem imun tubuh, kekurangan zat besi dan vitamin B12 yang menyebabkan anemia, ketidakstabilan hormon yang menyebabkan gangguan menstruasi dan kesuburan pada wanita, bahkan gangguan kesehatan pada rambut, kulit, gigi, dan gusi. So, banyak kan? Pencegahannya bisa dengan

Hal penting yang perlu diingat adalah mencatat semua kalori dari makanan yang kamu konsumsi sehari-hari. Jika memang kurang, usahakan untuk menambah kalori yang sehat dengan menambah kacang-kacangan atau keju sebagai topping.

Jika kamu tidak mempunyai nafsu makan yang banyak, cobalah untuk membagi makanan menjadi kudapan-kudapan. Pastikan makanan kamu penuh protein dan serat seperti alpukat, kacang-kacangan, kuaci, buah-buahan, dan batang atau susu protein.

Mungkin insting pertamamu berkata untuk memakan berbagai macam makanan cepat saji, namun perlu diingat bahwa cara menambah berat badan yang sehat memerlukan makanan yang padat nutrisi. Contoh dari makanan ini adalah nasi merah, daging berprotein tinggi, dan juga roti gandum.

Walau terdengar aneh, olahraga yang tepat bisa menyebabkan bertambahnya berat badan. Hal ini dilakukan dengan menambah massa otot kamu. Untuk memicu hal ini, kamu harus melakukan pelatihan yang berfokus kepada kekuatan, seperti angkat beban atau yoga.

Kamu perlu ingat bahwa berat badan ini bukanlah masalah penampilan, tapi kesehatan. Pastikan kamu melakukan yang terbaik untuk melindungi diri dari risiko penyakit. Kamu bisa mencoba perlindungan asuransi penyakit kritis, mulai dari Rp28.500 per bulan!

2. Berat badan ideal

Berat badan ideal sering dijadikan patokan sebagai salah satu ciri tubuh yang sehat. Namun, bisa jadi berakhir pada fenomena masyarakat yaitu skinny fat. Alias berat badan ideal dengan lemak yang terlalu banyak.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk tetap menjaga berat badan :

Diet bukan semerta-merta mengimbangi kalori yang masuk dengan yang keluar, namun pastikan juga bahwa kalori tersebut padat dengan nutrisi. Batasi karbohidrat, batasi konsumsi gula dan garam, perbanyak protein, dan makan banyak sayur dan buah.

Ingat: Mindset yang benar menginginkan tubuh yang sehat, bukan yang kurus. Karena itu kamu tetap harus mempunyai nutrisi yang baik.

Berolahraga yang rutin akan membakar kalori. Selain itu, dengan melakukan latihan kekuatan, kamu juga bisa membangun massa otot. Massa otot inilah penawar dari skinny fat, karena dengan bertambahnya massa otot meningkatkan metabolisme. Artinya apa? Lebih banyak kalori yang terbakar saat kamu membangun massa otot ini.

Usahakan untuk berolahraga 150 menit per minggu. Jika kamu tidak terbiasa berolahraga secara rutin, buat target untuk per minggunya. Mungkin kamu bisa memulai dengan 30 menit per minggu, lalu naik menjadi 60 menit, dan seterusnya, sampai kamu terbiasa.

Berat badan bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Karena itu pastikan kamu menjaga kesehatan baik secara mental dan fisik. Ini berarti jauhkan dirimu dari stress yang berlebih, minum yang cukup, dan tidur yang cukup.

 

Dengan memantau kalori yang masuk dan yang keluar, kamu akan tahu mana yang perlu kamu tekankan. Apakah kalori yang masuk terlalu banyak? Apakah kalori yang keluar terlalu banyak? Pastikan bahwa keduanya seimbang, namun juga pastikan kualitas dari kalori tersebut baik dan sehat.

Lindungi badan agar sehat selalu

Berat badan mungkin ideal, tapi make sure itu terdiri dari tubuh yang sehat. Dengan begitu, kamu pun bisa terhindar dari penyakit.

Selain itu, pastikan kamu sudah melakukan yang terbaik untuk melindungi dirimu dari risiko-risiko tak terduga. Kamu bisa mencoba mulai dari perlindungan asuransi jiwa, mulai dari Rp30.000-an saja per bulan.

3. Kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan bukan berarti tidak sehat. Terkadang, jika seseorang sering berolahraga, ada kemungkinan massa ototnya tinggi. Alhasil kelebihan berat badan deh. Tapi kalau kamu bukan atlet, secara umum kelebihan berat badan atau bahkan obesitas menandakan adanya lemak berlebih di dalam tubuh.

  • Diabetes tipe 2.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kolesterol.
  • Stroke.
  • Serangan jantung.
  • Kanker.
  • Batu empedu.
  • Encok.
  • Osteoarthritis.
  • Sleep apnea.

Sekali lagi overweight bukanlah masalah penampilan, namun masalah kesehatan. Karena itu penting bagi kita menjaga agar tidak terjadi endapan glukosa dalam tubuh.

Bagaimana cara menurunkan berat badan?

Kedua kunci dalam menurunkan berat badan yang efektif yaitu melalui olahraga dan diet yang tepat. Ingat: bukan masalah ingin kurus, tapi ingin sehat. Karena itu, bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan, penting melakukan langkah-langkah berikut menurut

Health Line:

1. Perhatikan apa yang kamu makan

Komposisi makanan untuk menurunkan berat badan terdiri dari protein dan juga serat. Selain itu hindari karbohidrat (usahakan sekitar 20-50 gram per hari saja) dan batasi konsumsi gula dan garam berlebih. Coba untuk makan 2 – 3 kali sehari. Jika kamu lapar, maka tambahkan kudapan yang sehat.

  • Protein yang sehat: Ada pada daging (sapi, ayam, dan domba), ikan dan makanan laut (salmon dan udang), telur, protein berdasarkan tumbuhan (kacang-kacangan, polong-polongan, kedelai).
  • Sayuran yang rendah karbohidrat: Ada pada brokoli, kol bunga, bayam, tomat, kale, kol, selada, timun.
  • Lemak yang sehat: Ada pada minyak zaitun, minyak kelapa, minyak alpukat, mentega.
  • Gula: Termasuk minuman bersoda, jus buah, permen, es krim, boba dan kopi kekinian.
  • Gandum olahan: Termasuk gandum, nasi, juga roti, sereal, pasta.
  • Lemak trans (Trans fat): Termasuk minyak goreng yang terhidrogenasi.
  • Produk diet dan low-fat: Kebanyakan produk dairy, sereal, biskuit sudah tidak mengandung lemak tapi masih mengandung gula.
  • Makanan olahan: Termasuk makanan kalengan dan segala jenis makanan yang dibuat di pabrik. Jangan dimakan.
  • Sayuran bertepung: Termasuk kentang dan jagung. Kalau bisa dibatasi konsumsinya.
Turunkan tingkat karbohidrat sedikit demi sedikit sehingga mencapai target yaitu 20-50 gram per hari. Selain itu, kamu masih boleh memakan karbohidrat seminggu sekali, asal jangan kebablasan ya!

2. Sering olahraga

Olahraga yang benar bisa membangun otot (yang akan memperkuat metabolisme kamu) dan juga mengeluarkan energi atau kalori berlebih yang tersimpan dalam tubuh.

Namun, perlu diingat bahwa olahraga tidak bisa sembarangan. Jika kamu memenuhi kriteria di bawah, konsultasikan dulu ke ahli medis sebelum melakukan latihan atau olahraga yang terlalu kuat:

  • Pria lebih dari 40 tahun atau wanita lebih dari 50 tahun.
  • Pasien penyakit jantung dan paru-paru, asma, radang sendi, atau osteoporosis.
  • Mengalami tekanan pada dada atau rasa sakit saat beraktivitas, atau yang gampang kelelahan dan sesak napas.
  • Mempunyai kondisi atau faktor gaya hidup yang meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, perokok aktif, kolesterol tinggi, atau mempunyai keluarga dekat yang mengalami serangan jantung dan penyakit jantung koroner.
  • Pasien obesitas.

Secara umum, berikut beberapa bentuk latihan yang kamu bisa praktikkan jika ingin menurunkan berat badan:

  • Lakukan 20-30 menit untuk latihan menengah, 5 sampai 7 hari per minggu, kalau bisa setiap hari. Beberapa latihan in termasuk bersepeda statis, jalan atau jogging di treadmill, jogging, dan berenang.
  • Latihan ini bisa dipecah menjadi sesi-sesi kecil selama 10 menit.
  • Mulai perlahan untuk menghindari cedera, pegal-pegal, atau kelelahan. Setelah sudah terbiasa, mulai coba 30-60 menit untuk latihan menengah ke atas setiap harinya.
  • Tidak ada kata terlambat untuk mulai berolahraga. Bahkan orang tua yang rapuh (umur 70-90 tahun) bisa meningkatkan kekuatan dan keseimbangan mereka dengan berolahraga.

3. Mulailah gaya hidup yang sehat

Gaya hidup yang sehat tidak terbatas pada makanan dan olahraga saja lho, Teman SUPERjuangan. Gaya hidup yang sehat termasuk minum dan tidur yang cukup, serta menjaga mental agar tidak stress.

 

Lindungi badan agar sehat selalu

Berat badan ini merupakan masalah kesehatan yang bisa menjadi serius. Jadi, usahakan agar berat badan kamu normal.

Selain itu, pastikan kamu sudah melindungi dirimu dari risiko-risiko sakit. Mungkin kamu bisa memulai dengan perlindungan asuransi kesehatan dan penyakit kritis, yang hanya mulai dari Rp28.500 per bulan kok. Selain melindungi dari risiko terdiagnosa penyakit kritis, kamu juga mendapatkan perlindungan jiwa lho!

SHARE

Artikel Terkait Lainnya