cacar air

Cacar air adalah sebuah penyakit menular akibat infeksi virus varicella-zoster. Karenanya, cacar air lebih dikenal dengan istilah medis varisela, yang menyebabkan ruam merah yang gatal pada seluruh tubuh. 

Walau penularannya mudah, tapi penyakit ini cenderung tidak fatal. Namun, untuk pria dewasa biasanya akan lebih parah efek sampingnya dibanding wanita dewasa atau anak-anak. 

Untungnya, penyakit ini biasanya menyerang anak di bawah umur 10 tahun dan imunisasinya pun sudah wajib. Karena itu, orang dewasa yang terserang juga lebih sedikit kemungkinannya karena sudah punya imunitasnya akibat imunisasi atau pernah mengidapnya.

 

Penyebab Cacar Air

Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV). VZV sendiri adalah salah satu dari 9 varian virus herpes yang menyerang manusia. Biasanya VZV berkembangbiak di paru sebelum menyebar ke seluruh tubuh. 

Setelah sudah sembuh dari infeksi utama (cacar air), VZV biasanya menjadi dorman dalam tubuh dan tidak menular. Namun, jika virus menjadi aktif kembali, maka kamu dapat kembali sakit. Umumnya penyakit kedua ini berupa cacar ular.

 

Gejala Cacar Air

Gejala  cacar air yang utama berupa ruam gatal yang kemudian melepuh dan menjadi koreng. Biasanya gejala ini mulai muncul dari dada, punggung, dan muka sebelum menyebar ke seluruh tubuh. 

  • Masa inkubasi, yaitu tertular hingga gejala muncul, adalah 10-21 hari. Umumnya gejala muncul dalam 14-16 hari.
  • Gejala berlangsung sampai 7 hari, kemudian sembuh dengan sendirinya.

Selain dari ruam gatal, berikut adalah beberapa gejala cacar air yang lainnya:

  • Demam;
  • Nyeri otot;
  • Mudah lelah dan lemas;
  • Kepala terasa pusing dan merasa mual;

Komplikasi

Cacar air pada umumnya tidak fatal. Namun, tidak menutupi kemungkinan adanya komplikasi dari cacar air. Komplikasi yang serius akibat cacar air, antara lain: 

  • Kejang
  • Pneumonia
  • Radang otak
  • Infeksi bakteri
  • Kesulitan berjalan/berdiri/berbicara
  • Kesulitan menjaga keseimbangan

Biasanya komplikasi ini lebih cenderung terjadi pada orang dewasa dibanding anak-anak, serta golongan yang rentan, seperti wanita hamil, pasien dengan kondisi imunitas yang buruk, dan bayi baru lahir.

Jika komplikasi terjadi, pastikan kamu menghubungi ahli medis atau rumah sakit terdekat. Dengan begitu, kamu pun bisa mendapatkan penanganan khusus, seperti menerima obat cacar air berupa antivirus.

Baca Juga :

 

Cara Penularan Cacar Air

Cacar air mempunyai 3 cara penularan, yaitu: 

  • Udara (Droplet lendir)
  • Kontak fisik dengan lepuhan cacar
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi

Adapun penularan tidak hanya bagi mereka yang terinfeksi cacar air. Jika kamu mengalami kontak fisik ataupun droplet dengan mereka yang mengidap cacar ular atau cacar api, kamu juga bisa terkena cacar air. Hal ini karena virus yang menyebabkan kedua jenis cacar ini sama.

asuransi covid

Pantangan Cacar Air

Apa yang kamu makan penting dalam mendukung kesembuhan. Karena itu, jika kamu atau anak kamu sedang mengidap cacar air, maka kamu bisa mengurangi beberapa jenis makanan berikut:

  • Makanan berlemak, terutama lemak jenuh. Lemak dapat memperparah radang dan ruam pada cacar air. Hindari makanan berlemak tinggi, misalnya daging, serta produk olahan susu whole milk. Jika ingin mengkonsumsi susu, pilih yang low fat atau skimmed.
  • Makanan yang asam. Misalnya saja jeruk dan buah semacamnya, beri-berian, serta buah nanas. Ada baiknya juga menghindari minuman bersoda. Hal ini dikarenakan kandungan asam dapat menyebabkan iritasi pada mulut dan tenggorokan, menyebabkan rasa sakit bila gejala ruam menyebar ke dalam mulut.
  • Makanan pedas. Serupa dengan makanan asam, makanan pedas juga dapat menyebabkan rasa perih dalam mulut.
  • Makanan yang mengandung Arginin, yaitu protein asam amino yang virus varicella gunakan untuk berkembangbiak. Contoh makanannya adalah kacang-kacangan, kedelai, ikan, gandum utuh, serta daging.

Sequis

Cara Mengobati

Pada umumnya, cacar air akan kering dengan sendirinya. Jika ditanya “cacar air kering berapa hari?”, tentunya itu semua tergantung dari kekebalan tubuh masing-masing orang. Namun, secara umum, cacar air kering dalam waktu sekitar 7 hari.

Selama 7 hari tersebut, kamu bisa melakukan penanganan dengan: 

  • Memakai lotion calamine untuk mengatasi rasa gatal;
  • Memotong kuku agar tidak terluka saat menggaruk;
  • Minum obat parasetamol jika ada gejala demam.

 

Pencegahan dan Antisipasi Risikonya

Cacar air sudah mempunyai imunisasinya sejak tahun 1995. Walau tidak termasuk daftar imunisasi wajib untuk anak bayi, tetapi imunisasinya sudah ada dan biasanya dianjurkan.

Selain melalui imunisasi, kamu juga bisa mencegah risiko cacar air dengan:

  • Jaga jarak aman;
  • Hindari kontak dengan pengidap cacar air/cacar ular/api;
  • Biasakan untuk mencuci tangan setelah melakukan kontak dengan orang lain;
  • Lindungi diri dengan asuransi penyakit menular Super Care.

Untuk poin yang terakhir, kamu bisa mendapatkannya hanya mulai dari Rp45.000 saja per bulan. Dengan begitu, semua tagihan rumah sakit kamu pun bisa dibayarkan sesuai tagihan. Berlaku untuk mereka berusia 30 hari hingga 70 tahun.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, cek produknya dulu aja!

Artikel Terkait Lainnya