cara mengatasi diare

Diare (bahasa Inggris: diarrhea) adalah gangguan pencernaan yang sering terjadi akibat makanan dan minuman yang terkontaminasi virus, bakteri atau parasit. Pelajari cara mengatasi diare untuk mencegah terkena atau memperparah kondisi di sini!

Table of Contents

Apa itu Diare?

Sebelum mempelajari cara mengatasi diare, mari pahami dahulu apa itu diare?

Diare adalah kondisi yang menyebabkan buang air besar penderita menjadi lebih sering dengan  kondisi tinja encer atau berair. 

Gangguan pencernaan ini adalah masalah kesehatan yang umum dialami masyarakat Indonesia terutama pada bayi and anak – anak. Di tahun 2019 sendiri, diare menjadi penyebab utama kematian anak – anak (balita usia 12 – 59 bulan) di Indonesia mencatat total 314 kematian yang diikuti dengan pneumonia, demam dan malaria

Tentunya tidak semua diare berbahaya, bahkan pada umumnya diare merupakan gangguan pencernaan yang tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, jika tidak kunjung membaik dan tidak ditangani dengan cepat bisa menyebabkan komplikasi yang fatal. 

Diare biasanya berlangsung tidak melebihi 14 hari dan kondisi ini dinamakan diare akut, tetapi ada juga diare yang melebihi 14 hari dan ini dinamakan diare kronis. 

Baca Juga : Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Maag

Penyebab Diare

penyebab diare

Pada umumnya penyebab diare adalah tidak menjaga kebersihan tubuh, area dan makanan dan minuman yang dikonsumsi, tetapi ada juga beberapa penyebab diare lainnya. Ketahui penyebab dari diare di bawah ini:

  • Bakteri yang mengkontaminasi makanan atau air 
  • Beberapa virus dapat menjadi penyebab diare seperti flu, norovirus atau rotavirus. Untuk rotavirus adalah penyebab paling umum terjadinya diare akut pada anak – anak 
  • Parasit yang mengkontaminasi makanan atau air
  • Menderita intoleransi atau sensitivitas pada laktosa dan fruktosa 
  • Alergi makanan 
  • Diare yang terjadi akibat efek samping obat seperti antibiotik, obat kanker dan antasida yang mengandung magnesium 
  • Menderita penyakit yang memengaruhi lambung, usus kecil atau usus besar seperti penyakit Crohn 
  • Adanya masalah pada fungsi usus besar seperti sindrom iritasi usus besar 
  • Menderita penyakit celiac yang menolak protein gluten 

Baca Juga: 4 Jenis Makanan Penderita Tipes dan 4 Makanan Pantangan

Faktor Risiko Diare

Selain penyebab diare tersebut, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan seseorang terserang diare:

  • Tidak menjaga kesehatan tubuh seperti jarang mencuci tangan setelah ke toilet 
  • Cara menyimpan dan mempersiapkan makanan tidak bersih
  • Tidak menjaga kebersihan area dapur dan toilet 
  • Menggunakan sumber air yang tidak bersih 
  • Mengonsumsi makanan sisa yang sudah dingin 
  • Tidak mencuci tanggan menggunakan sabun 

Gejala Diare

gejala diare

Terdapat beberapa gejala diare yang umum terjadi pada penderita dan dapat diketahui ciri ciri diare tersebut, yakni:

  • Mulas
  • Kondisi tinja yang berair atau encer
  • Sulit menahan keinginan buang air besar 
  • Merasa pusing, lemas dan kulit kering
  • Nyeri dan kram perut 
  • Merasa mual dan muntah – muntah 
  • Kehilangan nafsu makan 
  • Merasa haus terus – menerus 
  • Adanya darah pada tinja 

Gejala diare yang paling umum dialami adalah dehidrasi. Pada anak yang menderita diare, biasanya akan menjadi lebih jarang buang air kecil, mulut menjadi kering dan saat menangis air mata tidak keluar. 

Saat terjadi dehidrasi berat ada beberapa faktor fisik yang dapat dikenali secara langsung, yakni:

  • Anak cenderung mengantuk dan tidak responsif 
  • Mata cekung 
  • Kulit perut yang tidak kembali dengan cepat setelah di cubit

Jika terjadi pada orang dewasa, terdapat beberapa gejala diare yang bisa dikenali secara langsung, yakni:

Cara Mengatasi Diare

  • Diagnosis Diare

Untuk mengetahui terjadinya diare, bisa lakukan konsultasi dengan dokter. Akan ada wawancara medis untuk mengetahui riwayat kesehatan pasien yang bersangkutan dengan penyakit dan kemudian dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang:

  • Akan dilakukan pemeriksaan sampel tinja untuk mengetahui infeksi yang diderita
  • Pemeriksaan darah akan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab dari terjadinya diare 
  • Sigmoidoskopi dan kolonoskopi dilakukan sebagai pemeriksaan tambahan untuk mengetahui jika ada dugaan risiko penyakit yang lebih serius 
  • Pengobatan Diare

Saat terjadi diare, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobatinya dahulu yaitu:

  • meningkatkan konsumsi cairan karena saat terjadi diare cairan tubuh bisa hilang, jadi perlu mengonsumsi banyak cairan untuk menggantikannya dan mencegah dehidrasi.
  • Mengonsumsi makanan lunak
  • Mengonsumsi suplemen probiotik 

Pengobatan diatas juga bisa menjadi cara mengatasi diare pada orang dewasa. Selain itu obat anti diare juga bisa dikonsumsi untuk mempercepat pemulihan. Obat diare ampuh yang diberikan oleh dokter jika kondisi diare lebih serius adalah sebagai berikut:

  • Obat antibiotik 
  • Obat Pereda nyeri 
  • Obat untuk memperlambat gerakan usus

Baca Juga: Waspada Asam Lambung, Ketahui Penyebab dan Pengobatannya!

  • Komplikasi Diare

Saat terjadi diare, ada risiko mengalami komplikasi. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah:

  • Terjadinya dehidrasi ringan hingga berat 
  • Risiko mengalami sepsis, infeksi berat yang bisa menyebar ke organ lainnya 
  • Malnutrisi pada anak di bawah umur 5 tahun yang berisiko menurunkan kekebalan tubuh anak 
  • Mengganggu keseimbangan elektrolit yang ikut terbuang bersama air yang keluar sehingga menyebabkan lemas, kelumpuhan hingga kejang 
  • pH tinja yang asam menyebabkan iritasi pada kulit sekitar anus 
  • Pencegahan Diare

Cara menghentikan diare tidak hanya dilakukan sebelum terjadinya gangguan pencernaan tersebut, tetapi juga bisa dengan mencegah kondisi menjadi lebih parah dengan menyembuhkannya. Berikut adalah cara menyembuhkan diare agar kondisi tidak semakin parah:

  1. Pastikan mengonsumsi banyak air untuk mencegah terjadinya dehidrasi 
  2. Konsumsi probiotik yang merupakan mikroorganisme bermanfaat untuk pencernaan dan bisa membantu melawan infeksi 
  3. Menggunakan obat diare ampuh seperti Loperamide (Imodium) dan Bismuth Subsalicylate (Pepto – Bismol dan Kaopectate)
  4. Menghindari makanan yang bisa mengiritasi saluran pencernaan 
  5. Perbaiki pola makan menjadi makanan kaya pektin, tinggi kalium, mengandung elektrolit, sayuran lunak yang dimasak dan perbanyak protein 
  6. Makan dalam porsi kecil dibandingkan makan besar tiga kali sehari 

Demikian penjelasan mengenai apa itu diare dan cara mengatasi diare. Pada dasarnya diare adalah gangguan pencernaan dengan penyebab paling umumnya virus, bakteri dan parasit, karena itu pastikan selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, bersihkan area dapur dan kamar mandi untuk mencegah terjadinya diare. 

penyakit demam berdarah

Jaga juga kesehatan diri dengan menggunakan asuransi kesehatan dari Super You untuk proteksi kesehatan menyeluruh dengan harga yang pas di kantong. Tunggu apa lagi?

Artikel Terkait