cara mengatasi sesak nafas

Ada beberapa kondisi yang lebih darurat sehingga membutuhkan langkah pertolongan pertama sesak napas dan pertolongan medis, ada beberapa lainnya yang bisa disembuhkan asal tahu cara mengatasi sesak napas yang dialami.

Penyebab sesak napas pun bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari faktor lingkungan, kesehatan, dan kondisi medis.

Kapan harus melakukan pertolongan pertama?

Secara umum, sesak napas merupakan gejala yang biasanya disertai gejala lain, seperti napas yang lebih cepat, pucat, dan keringat berlebih. Namun, sesak napas harus ditanggapi dengan serius, jika sudah disertai oleh gejala seperti demam, rasa nyeri di dada, mengi (napas yang mengeluarkan bunyi), rasa sesak di leher, batuk, terutama bila ada darahnya, mengharuskan kamu duduk, membangunkan kamu saat tidur

Pertolongan pertama sesak napas

Dalam keadaan darurat, kamu bisa mencoba langkah pertolongan pertama sesak napas berikut:

  • Telepon layanan darurat 112 atau rumah sakit terdekat.
  • Periksa pernapasan dan detak jantung pasien. Jika diperlukan, lakukan RJP (resusitasi jantung paru) atau CPR.
  • Longgarkan pakaian pasien, terutama yang ketat dan mungkin mengganggu saluran pernapasan, seperti kancing baju paling atas, dasi, dan syal.
  • Jika pasien tersebut mempunyai kondisi tertentu, bantu mereka untuk mengambil obat (inhaler untuk pasien asma atau epipen untuk alergi). Hanya lakukan ini atas resep / saran dokter.
  • Terus pantau kondisi pernapasan dan detak jantung pasien hingga pertolongan medis tiba.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dihindari ketika menangani pasien sesak napas, seperti:

    • Jangan berasumsi kondisi pasien akan membaik dengan sendirinya. Dalam keadaan darurat seperti ini, kamu harus mencari bantuan medis.
    • Jangan memberi pasien minuman atau makanan. Hal ini meningkatkan risiko pasien untuk tersedak, dan menutup saluran pernapasan lebih lanjut.
    • Jangan memindahkan pasien bila ada luka di bagian dada / saluran pernapasan, kecuali untuk menyelamatkan mereka dari bahaya lain.
    • Jangan menaruh bantal di bawah kepala. Hal ini dapat mempersempit atau mengganggu saluran pernapasan.

 

Pertolongan pertama sesak napas akibat tersedak

Jika seseorang tersedak makanan atau benda lainnya, benda tersebut harus segera dikeluarkan dari saluran pernapasan. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan: 

  • Pukulan punggung. Lingkarkan satu tangan di depan dada pasien. Kemudian, minta pasien untuk membungkuk sehingga bagian tubuh atas sejajar dengan lantai. Pukul punggungnya di bagian tengah dengan menekankan bagian bawah telapak tangan kamu. Lakukan sebanyak 5 kali. 
  • Gerakan Heimlich. Berdiri di belakang pasien. Kepalkan tangan sedikit di atas pusarnya dan pegang kepalan tangan itu dengan tangan yang satu lagi. Tekan bagian perutnya dengan dorongan yang tajam yang mengarah ke atas, seakan ingin mengangkat pasien tersebut. Lakukan dorongan sekitar 6 sampai 10 kali.

Jika pasien kehilangan kesadaran, segera hubungi petugas medis atau rumah sakit terdekat. Lakukan resusitasi jantung paru, jika diperlukan.

Cara mengatasi sesak napas lainnya

Jika tidak dalam kondisi darurat, tapi kamu merasa dadamu sesak atau sulit bernapas. Kamu bisa mencoba beberapa cara mengatasi sesak napas berikut.

1. Teknik pursed lip breathing

Pursed lip breathing adalah sebuah teknik yang bisa memperlambat napas kamu, serta membantu kamu melepas udara yang kamu rasa “terperangkap” dalam paru-paru.

Kamu bisa menggunakannya jika mengalami sesak napas atau napas yang pendek. Ikuti langkah-langkah berikut:

  • Lemaskan otot leher dan bahu kamu. Rileks saja.
  • Ambil napas perlahan melalui hidung, jangan buka mulut. Tarik napas selama 2 detik.
  • Posisikan bibir seakan ingin bersiul. 
  • Keluarkan napas melalui mulut yang dikerucutkan selama 4 detik.

2. Teknik pernapasan diafragma

Sama seperti saat sedang bernyanyi, teknik pernapasan diafragma bisa lebih membuka saluran pernapasan kamu. Kamu bisa mencobanya di rumah dengan langkah berikut:

  • Duduk tegak di kursi, namun lemaskan bagian pundak, kepala, dan leher.
  • Taruh tangan kamu di perut. 
  • Tarik napas perlahan melalui hidung. Berbeda dengan pernapasan biasa, pernapasan diafragma tidak menggerakan pundak. Seharusnya yang bergerak dan terisi dengan udara adalah perut kamu. Jadi perhatikan perut kamu bergerak dengan memegangnya.
  • Selagi mengeluarkan napas, kencangkan otot-otot kamu  Perut kamu seharusnya bergerak ke dalam. Keluarkan napas melalui mulut dengan bibir yang dikerucutkan.
  • Terus coba keluarkan lebih lama dibanding kamu bernapas biasa, sebelum mengambil napas kembali. Ulangi selama 5 menit, dan fokus pada pengeluaran napas.

3. Duduk

Posisi duduk yang benar bisa menjadi salah satu cara mengatasi sesak napas. Pastikan kaki kamu menapak lurus di lantai, dan condongkan badan kamu ke depan. Agar lebih nyaman, kamu bisa meletakkan siku pada kaki demi menyangga tubuh.

4. Bersandar pada dinding

Berdiri memang bisa membantu kamu rileks dan membuka saluran pernapasan. Sandarkan pinggul kamu pada dinding. Buka kaki selebar pundak dan lemaskan tangan. Lemaskan pundak, namun condongkan badan kamu agak ke depan dan biarkan tangan kamu menggantung bebas di sebelahmu. Lalu fokus pada mengatur pernapasan kamu.

5. Meditasi

Kamu bisa juga memulai meditasi. Teknik meditasi kebanyakan berfokus pada mindfulness, dimana kita berfokus pada mengatur pernapasan kita. Sebagai pemula, telusuri berbagai aplikasi atau video di YouTube yang mempunyai guided instructions atau instruksi yang menuntun kamu selama meditasi.

6. Minum kopi

Sebuah penelitian awal mengindikasikan bahwa kafein bisa membantu meregangkan otot pada saluran pernapasan. Hal ini bagus untuk mencegah atau mengatasi sesak napas, terutama bagi pasien yang memiliki asma.

Bagaimanapun perlu diingat bahwa kafein juga meningkatkan detak jantung, karena itu perhatikan juga kadar kafein yang dikonsumsi. Jika keadaannya sudah darurat medis, disertai gejala lain seperti nyeri dada, dan kamu merasa tidak bisa mendapatkan oksigen, jangan mengkonsumsi apapun karena bisa membuat kamu tersedak.

7. Konsumsi jahe

Memakan atau minum jahe bisa mengurangi napas pendek yang disebabkan infeksi pernapasan. Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan jahe efektif dalam melawan virus RSV, salah satu penyebab infeksi pernapasan.

Namun, sama seperti kopi, dalam keadaan yang sudah darurat medis atau adanya gejala lain, disarankan untuk tidak mengkonsumsi apapun karena bisa membuat kamu tersedak. Konsultasikan diri ke petugas medis segera bila dibutuhkan.

8. Menghirup uap

Menghirup uap hangat bisa melegakan saluran pernapasan. Udara yang panas dan lembab bisa membantu mengurai lendir yang mungkin ada di dalam paru-paru, sehingga memudahkan pernapasan. Kamu bisa mencobanya dengan cara berikut:

  • Isi mangkuk dengan air panas.
  • Tambahkan beberapa tetes essential oil dengan rasa peppermint atau eucalyptus.
  • Posisikan wajah di atas mangkuk dan siapkan handuk di atas kepala.
  • Tarik napas dan hirup uap yang hangat. 

Jika airnya masih mendidik, biarkan dulu sejenak agar muka kamu tidak terluka dari uap yang terlalu panas.

9. Gunakan kipas angin mini

Sebuah penelitian mengatakan bahwa udara dari kipas angin mini bisa menjadi salah satu cara mengatasi sesak napas yang ampuh. Dengan banyaknya udara yang ada di muka membuat kita merasa ada lebih banyak udara yang masuk ke dalam paru-paru.

Selain pertolongan pertama diatas, kamu juga harus melindungi diri dari segala macam resiko kesehatan dengan mempersiapkan asuransi. Kamu bisa memilih asuransi kesehatan atau asuransi penyakit kritis. Mulai dari Rp.28.500 per bulan kamu sudah terproteksi! Klik banner dibawah ini ya.

SHARE

Artikel Terkait Lainnya