Cara Mengatasi Ulu Hati Tanpa Obat

Cara mengatasi sakit ulu hati tanpa obat perlu diketahui jika mendadak mengalami sakit ulu hati atau heartburn yang merupakan kondisi tidak nyaman di area perut atas. Penyebab ulu hati sakit bisa disebabkan oleh mengonsumsi obat atau makanan berlebihan. 

Sebelum mengetahui cara mengatasi sakit ulu hati tanpa obat perlu pahami dulu apa itu sakit ulu hati, penyebab ulu hati sakit dan kenapa ulu hati terasa sakit. Yuk, pahami sekarang di bawah ini!

Table of Contents

Apa itu Sakit Ulu Hati

Sakit ulu hati adalah rasa sakit atau nyeri ulu hati yang ada di bagian tengah atas perut. Biasanya rasa sakit ini diiringi dengan rasa mual, panas atau perut yang kembung. Meski pada dasarnya sakit ulu hati tidak berbahaya, namun jika nyeri ulu hati hilang timbul sering maka bisa menjadi pertanda masalah kesehatan yang serius dan perlu diobati.

Penyebab Ulu Hati Sakit

Penyebab ulu hati sakit yang paling umum disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan yang menyebabkan sendawa, perut kembung, rasa mual dan muntah hal ini bisa menjadi penyebab kenapa ulu hati terasa sakit. 

Selain asam lambung, penyebab kenapa ulu hati terasa sakit juga banyak dialami setelah makan hal ini karena fungsi otot sfingter esofageal yang menjadi katup untuk makanan dan minuman turun ke kerongkongan. Katup sfingter esofageal akan tetap tertutup selama tidak ada makanan dan minuman, tetapi jika sfingter esofafeal tidak menutup dengan baik maka asam lambung bisa naik dan menjadi penyebab ulu hati sakit.

Faktor Risiko Ulu Hati Sakit 

Selain penyebab sakit ulu hati tersebut, ada juga faktor risiko yang bisa memicu terjadinya penyebab ulu hati sakit. Yuk, ketahui apa saja faktor – faktor pemicu terjadinya sakit ulu hati tersebut.

  • Tukak Lambung 

Salah satu faktor risiko yang bisa menjadi penyebab ulu hati sakit adalah tukak lambung yang terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan. Gejala tukak lambung adalah sebagai berikut:

  • Nyeri ulu hati 
  • Mual dan muntah 
  • Gampang kenyang 
  • Kembung 
  • Sering sendawa
  • Batu Empedu

Batu empedu adalah masalah yang menyumbat saluran empedu. Terdapat 2 jenis batu empedu yaitu:

  • Batu kolesterol yang merupakan batu empedu yang paling umum. Batu empedu ini berwarna kekuningan dan mengandung kolesterol yang tidak bisa dicerna.
  • Batu pigmen berbeda dengan batu kolesterol dengan warnanya yang coklat tua dan hitam akibat kadar bilirubin yang tinggi.

Gejala dari batu empedu adalah mual, nafsu makan yang menurun, mual dan muntah dan hal – hal tersebut bisa memicu nyeri ulu hati sehingga batu empedu juga bisa menjadi penyebab ulu hati sakit.

  • Peradangan Lambung (Gastritis)

Gastritis berbeda dengan maag, seperti tukak lambung, gastritis disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori dan menyebabkan dinding lambung terkikis. Namun, beberapa dari gejala gastritis yang jatuh dalam istilah maag yakni sakit perut, mual dan muntah, nyeri ulu hati, sakit ulu hati, perut kembung dan mulut yang terasa asam.

  • Preeklampsia pada Ibu Hamil

Sakit ulu hati saat hamil merupakan hal yang biasa terjadi akibat perut yang tertekan karena janin yang membesar. Namun, harus diperhatikan karena jika ulu hati sakit terlalu sering maka bisa menjadi pertanda preeklampsia yang merupakan komplikasi kehamilan. Jika tidak segera diperiksa maka preeklampsia bisa menjadi fatal bagi ibu dan janin.

  • Radang Kerongkongan 

Radang kerongkongan atau esofagitis adalah kondisi dimana dinding kerongkongan mengalami iritasi. Radang ini bisa memicu nyeri ulu hati karena penyebab dari esofagitis adalah asam lambung yang naik ke kerongkongan. gejala utama dari radang kerongkongan adalah nyeri ulu hati.

Baca Juga: Kenali 4 Penyakit Berbahaya Akibat Kadar LDL Tinggi

Gejala Sakit Ulu Hati  

Saat ulu hati sakit, terdapat beberapa gejala sakit ulu hati yang umum terjadi. Ketahui ciri ciri yang dialami saat sakit ulu hati:

  1. Terjadi nyeri ulu hati
  2. panas di bagian ulu hati 
  3. Perut kembung 
  4. Mual 
  5. Nafsu makan berkurang 
  6. Muntah darah 
  7. Saat buang air besar tinja berwarna hitam 
  8. Cegukan 
  9. Cepat merasa kenyang 
  10. Muntah 

Pengobatan Ulu Hati Sakit 

Pengobatan sakit ulu hati bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat. Berikut adalah beberapa obat yang bisa dikonsumsi untuk menangani ulu hati sakit.

  • Antasida 

Antasida adalah obat asam lambung untuk menetralisirkan asam lambung berlebih.

  • H – 2 – Receptor Antagonists (H2RA)

Obat H2RA ini juga merupakan obat asam lambung, tetapi berbeda dengan antasida karena kecepatan efeknya yang lebih lambat. Namun, obat H2RA meredakan rasa nyeri lebih lama.

  • Proton Pump Inhibitors (PPI)

Obat PPI seperti antasida dan H2RA adalah obat asam lambung.

Cara Mengatasi Sakit Ulu Hati Tanpa Obat 

Selain menggunakan obat, sakit ulu hati juga bisa ditangani tanpa perlu menggunakan obat dan hanya dengan melakukan beberapa hal, lho. Yuk, ketahui 5 cara mengatasi sakit ulu hati tanpa obat di bawah ini!

  • Jangan Berbaring Setelah Makan 

Meski merasa kantuk saat sudah kenyang, hindari berbaring setelah makan karena bisa menjadi penyebab ulu hati sakit atau memperparah kondisi sakit ulu hati. Daripada berbaring, setelah makan jalan – jalan sebentar, mencuci piring atau lakukan kegiatan lainnya selama 30 menit. Jangka waktu makan dan berbaring adalah 2 jam setelah makan. 

  • Pakai Baju Longgar 

Pakaian ketat seperti ikat pinggang bisa meningkatkan risiko sakit ulu hati lebih parah karena menekan perut. Gunakan pakaian longgar atau jika sedang di luar bisa dikendurkan dahulu.

  • Hindari Kebiasaan Merokok, Minum Minuman yang Mengandung Kafein, Konsumsi Alkohol

Beberapa kebiasaan buruk bisa menjadi penyebab ulu hati sakit atau malah memperparah kondisi ulu hati sakit. Kebiasaan merokok, mengonsumsi kafein atau alkohol melemahkan fungsi otot sfingter esofageal yang mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan sehingga menyebabkan refluks asam lambung.

  • Saat Berbaring Pastikan Posisi Tubuh Bagian atas Lebih Tinggi 

Dengan meninggikan posisi tubuh bagian atas 10 – 15 cm saat berbaring bisa mencegah terjadinya refluks asam lambung dan mencegah penyebab ulu hati sakit. Hal ini karena tinggi tambahan tersebut mencegah asam lambung naik ke kerongkongan akibat gravitasi. 

  • Hindari Makanan Berlemak 

Mengurangi makanan berlemak bisa mencegah penyebab ulu hati sakit. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak bisa memperparah sakit ulu hati seperti nyeri ulu hati, rasa panas dan rasa mulas. Banyak mengonsumsi makanan berlemak juga meningkatkan risiko timbulnya batu empedu.

Demikian penjelasan mengenai sakit ulu hati, pengobatan sakit ulu hati dan cara mengatasi sakit ulu hati tanpa obat. Saat ulu hati sakit terdapat banyak hal yang bisa menjadi penyebab sakit ulu hati dan faktor risiko yang memicu penyebab tersebut.

Karena sakit ulu hati dapat terjadi kapan saja, pastikan untuk lakukan cara mengatasi sakit ulu hati tanpa obat di atas untuk mencegah timbulnya sakit ulu hati. Selain pencegahan, lindungi juga kesehatan diri dengan asuransi kesehatan dari Super You yang memberikan proteksi kesehatan menyeluruh dengan harga yang pas di kantong. Tunggu apa lagi?

Artikel Terkait