kebugaran jantung

Paru-paru dan jantung merupakan harus bekerja dengan baik supaya tubuh Anda tetap sehat dan lancar dalam beraktivitas. Ternyata sudah ada cara yang mudah untuk mengetahui kondisi organ vital tersebut sudah cukup sehat dan bugar secara mandiri, sehingga tidak perlu memeriksanya ke rumah sakit.

Kebugaran Jantung dan Paru – Paru yang Perlu Diketahui

Kondisi kebugaran tubuh pada seseorang dapat diukur melalui berbagai hal, contohnya seperti kebugaran jantung, otot, dan paru-paru. Kebugaran pada bagian-bagian tubuh tersebut dapat dilatih dan ditingkatkan dengan olahraga dan beraktivitas fisik.

Kekuatan dan ketahanan pada jantung dan paru-paru Anda akan meningkat ketika beraktivitas, yaitu dengan cara melatih kebugaran. Selain itu Anda juga bisa lancar dalam melakukan berbagai aktivitas serta tidak mudah merasa lelah.

Cara Mengukur Kebugaran pada Jantung dan Paru – Paru

Apabila Anda ingin untuk mengukur fungsi pada jantung dan paru-paru tentang kinerjanya, maka lakukanlah serangkaian tes di rumah sakit supaya bisa tahu juga tentang detak jantung yang Anda miliki. Contohnya yaitu:

  1. EKG (Ekokardiografi) pada jantung
  2. PFT (Pulmonary Function System) untuk jantung.

Namun Anda bisa memilih cara lain yang lebih hemat dan mudah, yaitu melaksanakan aktivitas fisik berupa olahraga aerobik. Hal itu bisa dipilih untuk dapat tetap mengetahui kebugaran dengan mudah tanpa harus pergi ke rumah sakit. Sehingga Anda tidak perlu mengikuti berbagai rangkaian tes.

Anda bisa melakukan aerobik sendiri, yaitu melalui berbagai macam olahraga seperti bersepeda, berenang, jogging, dan senamnya. Hal itu karena Anda akan membutuhkan asupan oksigen yang baik.

Selain itu, kestabilan energi juga dibutuhkan untuk dapat melakukan gerakan berulang dan terus-menerus. Anda bisa mengukur kondisi jantung dan paru-baru sudah sukup sehat dan bugar melalui denyut jantung.

Baca Juga : Apa itu Resusitasi Jantung Paru (CPR)

Perlindungan Risiko Serangan Jantung dengan Asuransi Super Strong

Premi Mulai dari Rp 30 ribuan, Uang Pertanggungan Hingga Rp 300 Juta

Beberapa Langkah Untuk Mengukur Kebugaran Jantung dan Paru-Paru

Siapkanlah alat yang dibutuhkan, yaitu peralatan olahraga dan stopwatch.Kemudian hitunglah jantung yang berdetak pada saat sedang beraktivitas dan istirahat. Perlu diketahui bahwa mengukur detak pada jantung dapat melalui 2 langkah sebagai berikut:

  1. Ukurlah pembuluh nadi selama 10 detik di pergelangan tangan dan leher sambil melihat stopwatch. Kemudian catat jumlah detaknya, jumlah tersebut dikalikan dengan 6 agar mengetahuinya dalam waktu 1 menit. Contohnya adalah jantung Anda berdetak sebanyak 17 kali, maka kalikanlah dengan 6. Hal itu berarti jantung Anda mempunyai detak sebanyak 102 kali.
  2. Anda perlu melakukan olahraga selama 10 menit. Lalu hitung lagi banyaknya jantung berdetak di dalam waktu 1 menit. Gunakanlah rumus yang sama seperti sebelumnya.

Adapun ukuran detak jantung dalam kondisi normal dapat Anda lihat di bawah ini:

  • Usia 25 tahun = 98 hingga 146 detak
  • Usia 35 tahun = 98-13 detak¬†
  • Usia 45 tahun = 88 sampai dengan 131 detak
  • Usia 55 tahun = 83 hingga 123 detak
  • Usia 65 tahun = 78 sampai dengan 116 detak

Apabila jarang melakukan olahraga, Anda bisa mengetahui perubahan detak pada jantung dengan segera melalui berjalan kaki hanya selama 10 menit saja. Semakin stabil detak pada jantung Anda dalam berolahraga, maka semakin baik juga kebugaran organ vitalnya di dalam tubuh.

Namun Anda sudah tidak perlu khawatir lagi apabila mempunyai penyakit kritis, karena sudah ada asuransi Super Strong dari Super You by Sequis Online. Anda bisa menggunakannya untuk meminimalisir pengeluaran dikarenakan risiko tidak terduga. Tertanggung tidak hanya mendapatkan perlindungan diagnosa penyakit kritis, tetapi juga mendapatkan perlindungan risiko tutup usia dengan Uang Pertanggungan hingga Rp 300 Juta.

Baca Juga : Pantangan Makanan untuk Penyakit Jantung

SHARE

Artikel Terkait Lainnya