dampak-buruk-video-bokep

Kecanggihan teknologi dan semakin banyak penggunaan internet tidak hanya membantu memudahkan membagikan informasi, komunikasi dan tugas kita, tetapi juga bisa sangat berbahaya lho. 

Tentu saja sudah ada upaya untuk mencegah hal – hal berbahaya yang bisa dilakukan di Internet, tetapi seiring bertambahnya kecanggihan teknologi, upaya mencegah bahaya tersebut pun juga bisa dihindari. 

Salah satu hal yang bisa membantu menghindari pencegahan bahaya tersebut adalah dengan menggunakan Virtual Private Network (VPN) atau Jaringan Pribadi Virtual yang membantu menyembunyikan aktivitas online seseorang. 

 

Aktivitas Pornografi dan Konsumsi Video Bokep di Kalangan Anak Muda Indonesia

Salah satu aktivitas berbahaya yang bisa dilakukan di Internet adalah mengonsumsi konten pornografi seperti video bokep. Berdasarkan data yang disediakan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bahwa dari tahun 2011 hingga 2019 terdapat 3.922 kasus pornografi dan cyber – Crime serta menempati peringkat ke – 3 dari pengaduan kasus anak. 

Di tahun 2021, berdasarkan survei nasional dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukan bahwa 22% dari anak Indonesia masih mengonsumsi konten atau tayangan tidak sopan seperti pornografi yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. 

 

Baca Juga: HIV & AIDS: Ketahui Gejalanya Pada Wanita dan Anak Perempuan 

 

Dampak Dari Mengonsumsi Konten Pornografi dan Video Bokep

Meskipun konten pornografi tidak sesuai dengan budaya Indonesia, masih banyak yang beranggapan bahwa mengonsumsi konten tersebut sebagai hal yang normal. Namun, apakah hal tersebut normal atau bisa meninggalkan dampak buruk pada seseorang? 

Berdasarkan penelitian di jurnal JAMA Psychiatry yang berjudul Brain Structure And Functional Connectivity Associated With Pornography Consumption: The Brain On Porn yang di rilis tahun 2014 menemukan bahwa bagi mereka yang rutin mengonsumsi video bokep, aktivitas otaknya menurun dan bahkan ada kemungkinan adiksi pornografi bisa mengambil alih fungsi otak serta mengubahnya.

 

Baca Juga: Ternyata Ada 35 Efek Bahaya Minum Alkohol Terlalu Banyak Lho, Sudah Tahu?

 

7 Dampak Menonton Video Bokep Pada Otak 

Ini adalah 7 dampak buruk pada otak yang disebabkan oleh mengonsumsi konten pornografi seperti video bokep. 

1. Adiksi 

Mengonsumsi video bokep bisa menyebabkan adiksi. Pada dasarnya adiksi pornografi adalah hal yang banyak ditemukan pada orang dewasa di masyarakat dan mencakup hingga 5 – 8%. Mereka yang menderita adiksi pornografi biasanya mengonsumsi 11 hingga 12 jam menonton video bokep setiap minggu. 

Adiksi pornografi ini disebabkan saat menonton video bokep, terjadi stimulasi neurotransmitter dopamin yang menyebabkan penumpukan protein saklar molekuler atau deltaFosB mengakibatkan kecanduan. 

 

2. Merusak Daya Ingat dan Konsentrasi 

Mengonsumsi video bokep atau konten pornografi lainnya bisa menyebabkan fungsi otak untuk menurun. Seseorang yang kecanduan pornografi akan mengalami desensitisasi atau tidak lagi merasakan kesenangan saat seks. Ini juga dibahas di salah satu riset JAMA Psychiatry tahun 2014.

 

3. Mengurangi Kontrol Impuls dan Kemauan 

Mengonsumsi konten pornografi bisa menyebabkan kontrol yang lemah sehingga kesulitan untuk mengontrol diri untuk berhenti atau untuk menolak yang tidak diinginkan. 

 

4. Sulit Berkomunikasi 

Mengonsumsi video bokep atau konten pornografi bisa menyebabkan jalur komunikasi yang ada pada otak untuk terganggu. Hal ini karena bisa menyebabkan gangguan pada fungsi otak seperti emosi, pemusatan perhatian, pergerakan, kecerdasan dan cara seseorang mengambil keputusan. 

 

5. Mudah Stress

Karena mengonsumsi konten pornografi bisa menyebabkan gangguan otak dan emosi, akan gampang untuk seseorang yang kecanduan pornografi untuk mengontrol emosinya dan mengalami depresi. Ini pun bisa disebabkan oleh berbagai macam hal bahkan masalah yang sepele.

 

Baca Juga: Atasi Gangguan Psikosomatis, Sakit Fisik yang Dipicu Stress

 

6. Mengecilkan Volume Otak 

Ada yang namanya gray matter pada otak, dan ini berhubungan dengan fungsi kognitif yang bisa membantu otak untuk fokus. Mengonsumsi konten pornografi bisa menyusutkan gray matter menyebabkan brain fog atau kabut otak sehingga kesulitan untuk berpikir jernih.

 

7. Perubahan Perilaku 

Apabila seseorang kecanduan dengan pornografi maka perilaku mereka bisa berubah dan apalagi bila sudah mengonsumsi konten pornografi sejak kecil maka perilaku mereka bisa terbentuk dari pengaruh konten tersebut akibat mencontoh perilaku yang ditayangkan atau gambar pornografi.

Perilaku tersebut adalah dimana mereka akan menganggap pasangan hanya sebagai objek seksual mata dan hal ini berakibat tidak menganggap pasangannya berharga diri rendah dan mereka bisa melakukan apapun.

 

Meskipun sudah ada upaya mencegah akses konten pornografi dengan internet, masih banyak cara untuk menghindari upaya tersebut. Untuk melindungi anak muda dari mengakses konten pornografi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (Kemen PPPA) berkata bahwa akan diperlukan pengawasan orang dewasa seperti orang tua sang anak, jadi parenting style juga berperan dan bisa membantu melindungi anak. 

Berikut ini adalah beberapa hal yang orang tua bisa lakukan untuk membantu mencegah akses konten pornografi pada anak:

  • Orang tua harus menguatkan kemampuan literasi digital
  • Melakukan sensor mandiri pada konten yang diakses oleh sang anak
  • Orang tua juga harus sadar bahwa penggunaan internet sang anak bisa berdampak pada masa depan mereka
  • Memberikan perhatian dan kasih sayang lebih pada anak 
  • Membantu anak untuk mengenali teman dan lingkungannya
  • Memberikan pendidikan seks saat masih usia perkembangan 
  • Komunikasi lebih banyak dengan anak 
  • Memberikan pengawasan saat anak mengakses internet 

 

Bagi anak maupun orang dewasa yang mengalami adiksi pornografi, kerusakan otak bisa dipulihkan dengan melakukan terapi dan konsultasi. Memiliki asuransi kesehatan bisa membantu dengan akses terapi dan konsultasi. Super You menyediakan asuransi online dengan harga terjangkau dan bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing – masing.