Fisioterapi

Ketika mendengar fisioterapi, kita sering membayangkan orang yang lumpuh sementara akibat kecelakaan. Walaupun benar bahwa fisioterapi membantu seperti itu, tetapi sebenarnya tidak hanya itu saja. Yuk, baca lebih soal fisioterapi!

Sebelumnya, apa itu fisioterapi?

Fisioterapi adalah sebuah tindakan medis yang digunakan untuk memulihkan fungsi tubuh seseorang yang mengalami keterbatasan fisik akibat suatu cedera atau penyakit. Selain memulihkan, fisioterapi juga bisa berguna untuk pencegahan cedera.

Kenapa penting?

Fisioterapi bisa membantu memulihkan dan/atau mencegah berbagai kondisi kesehatan. Pada dasarnya, fisioterapi bisa membantu masalah kesehatan yang berhubungan dengan:

  • tulang, sendi, dan jaringan lunak;
  • otak atau sistem jaringan tubuh;
  • jantung dan sirkulasi;
  • paru-paru dan pernapasan.

Fisioterapi menyembuhkan penyakit apa saja?

Jadi tidak hanya cedera, kamu juga bisa menggunakan fisioterapi ketika mengalami berbagai jenis penyakit, antara lain:

  • Sakit punggung;
  • Nyeri sendi;
  • Terkilir;
  • Sakit lutut;
  • Gangguan saraf;
  • Pemulihan pasca pembedahan;
  • Pemulihan pasca serangan jantung;
  • Patah tulang;
  • Terapi pertumbuhan anak;
  • Penyakit Parkinson;
  • Multiple Sclerosis;
  • Pemulihan pasien stroke;
  • Pemulihan fungsi pernapasan, seperti pada pasien PPOK dan kista fibrosis
  • Carpal tunnel syndrome, di mana saraf pergelangan tangan terjepit karena gerakan yang terus-menerus berulang;
  • Inkontinensia, sebuah kondisi di mana pasien menjadi sulit menahan buang air kecil atau besar; dan
  • Kecelakaan kerja.

Bagaimana cara mendapat fisioterapi?

Biasanya fisioterapi dianjurkan dari pemeriksaan dokter dan/atau ahli medis profesional lainnya. Namun, kamu juga bisa langsung menghubungi fisioterapis terdekat. 

Dengan begitu, kamu tidak hanya menjalani sesi fisioterapi, tetapi juga mendapatkan konsultasi atas keluhan fisik kamu.

Jenis fisioterapi

Ada banyak macam-macam fisioterapi. Namun, ada 3 jenis yang kamu perlu tahu:

1. Bimbingan dan saran

Fisioterapi berfokus pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, bukan pada suatu penyakit, cedera, atau kondisi yang spesifik. Karena itu, jenis fisioterapi ini berguna untuk membimbing kamu dalam menjalani hidup yang lebih sehat, mulai dari olahraga teratur dan makanan yang sehat. Mereka juga akan menyertakan saran untuk mengurangi rasa sakit atau cedera, seperti mengajari postur tubuh yang baik, posisi tidur, hingga teknik mengangkat barang.

2. Pergerakan dan olahraga

Biasanya fisioterapi jenis ini digunakan untuk meningkatkan mobilitas kamu. Contohnya antara lain adalah:

  • Latihan fisik yang dirancang untuk melatih kekuatan dari bagian tubuh tertentu, biasanya dilakukan secara berulang (repetitif);
  • Aktivitas yang menggunakan seluruh tubuh, seperti berjalan atau berenang;
  • Terapi dalam kolam air hangat yang dangkal, seperti hidroterapi atau terapi akuatik;
  • Latihan dan/atau saran untuk menjaga tingkat aktivitas fisik kamu;
  • Memberikan alat bantu mobilitas, seperti kruk atau tongkat.

Ada juga beberapa jenis olahraga lain yang dapat membantu kamu mengurangi rasa sakit, atau bahkan melatih keseimbangan demi mencegah jatuh. Kamu bisa mengkonsultasikan kepada fisioterapis kamu agar disesuaikan kebutuhan kamu.

3. Terapi manual

Jenis fisioterapi ini menggunakan teknik di mana fisioterapis memijat dan memanipulasi jaringan-jaringan kulit dengan tangan mereka sendiri. Terapi ini digunakan untuk: 

  • Meredakan rasa sakit;
  • Mengurangi kekakuan;
  • Meningkatkan sirkulasi darah;
  • Membantu pergerakan bagian tubuh;
  • Membantu kita relaksasi.

Walau memang terkesan berfokus pada penyakit tertentu, tapi terapi manual tidak hanya ditujukkan untuk kondisi yang bersangkutan dengan tulang, sendi, dan otot saja.

Terapi manual juga bisa meningkatkan kualitas hidup secara jangka panjang, seperti mengurangi tingkat kecemasan atau meningkatkan kualitas tidur. Beberapa teknik dari terapi manual juga dapat digunakan untuk membantu kondisi paru-paru tertentu.

Teknik alternatif lainnya

Teknik lainnya terkadang digunakan untuk membantu pemulihan, antara lain:

  • Akupunktur;
  • TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation), yaitu terapi menggunakan arus listrik pada area tubuh tertentu demi meredakan rasa sakit;
  • Ultrasound, yaitu penggunaan gelombang suara tinggi demi memperlancar sirkulasi darah.

Walaupun banyak yang mempercayai alternatif-alternatif ini manjur, belum banyak bukti ilmiah yang mendukungnya. Karena itu, kamu bisa mencobanya namun ingat bahwa alternatif fisioterapi belum terbukti keefektifannya jika dibandingkan fisioterapi sendiri.

Apakah ada efek samping dari fisioterapi?

Ada beberapa efek samping fisioterapi yang mungkin kamu rasakan. Namun, biasanya efek samping ini tidak parah. Efek samping ini antara lain:

  • Kelelahan;
  • Rasa sakit selama atau sesudah sesi;
  • Lemas pada otot;
  • Nyeri punggung;
  • Pembengkakan;
  • Masalah psiko-emosional;
  • Rasa cemas.

Efek-efek samping tersebut wajar untuk dirasakan. Hal ini dikarenakan fisioterapi melatih tubuh kamu untuk melakukan gerakan lebih yang awalnya dapat membuat kamu merasa sakit. 

Bagaimana pun, konsultasikan semua efek samping yang kamu rasakan kepada fisioterapis sehingga bisa dilakukan pencegahan dan/atau penanganan gejala.

Berapa biaya fisioterapi?

Di Indonesia sendiri, biaya fisioterapi berkisar mulai dari Rp100.000 hingga Rp400.000 per sesi di rumah sakit swasta. Namun, tentunya pelayanan rumah sakit yang bagus bisa melebihi itu. 

Jika dibandingkan, harganya lumayan serupa dengan biaya fisioterapi di Malaysia. Fisioterapi di Malaysia berkisar sekitar 60-120RM (Ringgit Malaysia), yang setara dengan perkiraan Rp200.000 hingga Ro400.000-an per sesi.

Bila kamu mencari fasilitas fisioterapi yang lebih baik, kamu juga bisa mengunjungi Singapura. Namun, biaya fisioterapi di Singapura jauh lebih mahal dibandingkan di Indonesia dan Malaysia. Biaya fisioterapi di Singapura berkisar di angka $150 per sesi, yaitu setara dengan Rp1.600.000.

Artikel Terkait Lainnya