flu burung

Flu burung adalah jenis penyakit menular akibat virus influenza tipe A. Virus influenza yang satu ini mengalami adaptasi dari burung dan dapat menular ke manusia.

Dalam kasus flu burung yang menyerang manusia, virus ini umumnya menyerang saluran pernapasan atas. Karena itu, gejalanya dapat berupa demam dan batuk, hingga gangguan pernapasan yang lebih berat seperti pneumonia.

 

Gejala Flu Burung

Karena berasal dari virus influenza, gejalanya pun dapat serupa. Berikut adalah beberapa gejala flu burung yang umum ditemukan:

  • Batuk dan pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Suhu tubuh panas, hingga menggigil;
  • Merasa mual dan ingin muntah
  • Diare atau gangguan pencernaan lainnya.
  • Mata merah karena radang (konjungtivitis)

Jika kamu memiliki gejala tersebut dan tidak yakin, kamu bisa menghubungi ahli medis atau rumah sakit terdekat.

 

Komplikasi

Jika kamu menghiraukan gejala flu burung dan tidak mendapatkan penanganan medis, maka komplikasi penyakit lainnya pun dapat terjadi. Berikut penyakit turunan dari flu burung: 

  • Gagal napas;
  • Infeksi pada saluran pernapasan, termasuk rongga hidung, telinga, tenggorokan, hingga paru-paru;
  • Memburuknya penyakit penyerta yang pasien derita sebelumnya, seperti penyakit jantung dan asma;

 

Penyebab Flu Burung

Ada beberapa jenis flu burung, namun penyebab flu burung pertama adalah virus influenza A bernama H5N1. Infeksi virus ini pertama terjadi di Hong Kong pada tahun 1997, dimana wabah terjadi akibat adanya sekelompok unggas piaraan yang terinfeksi.

Biasanya penularan flu burung pun terjadi dari unggas ke manusia melalui kontak dengan unggas yang terinfeksi. Kontak ini dapat terjadi melalui feses, sekresi rongga hidung dan mulut, atau sekresi mata dari unggas.

Daging dan telur unggas yang terinfeksi biasanya tidak menjadi medium penularan, asalkan sepenuhnya matang. Idealnya dimasak hingga melebihi suhu 74ºC.

Selain daripada itu, beberapa kelompok pun lebih rentan pada infeksi virus influenza yang satu ini. Berikut adalah golongan rentan:

  • Anak balita
  • Lansia di atas 65 tahun
  • Wanita yang sedang mengandung
  • Pasien dengan imunitas rendah, seperti penderita HIV/AIDS
  • Pasien dengan penyakit kritis tertentu, seperti penyakit jantung, asma, dan diabetes
  • Anak di bawah usia 19 tahun yang mengkonsumsi aspirin secara jangka panjang

Baca Juga :

 

Diagnosis

Jika kamu memiliki gejala flu burung, maka biasanya kamu akan melalui pemeriksaan lendir pada rongga hidung dan tenggorokan. Biasanya sampel yang diambil adalah lendir hidung dan ludah. Hal ini dapat memverifikasi jenis virus yang ada dalam tubuh kamu.

Pada umumnya, pasien harus memenuhi kriteria terlebih dahulu, yaitu:

  • Mempunyai kontak dengan pasien terinfeksi H5N1 dan mengalami gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) dalam 7 hari terakhir;
  • Bepergian ke wilayah terjangkit virus H5N1 dalam 7 hari terakhir dan mengalami gejala ISPA; atau
  • Berdomisili di daerah dengan minimal 1 kasus terkonfirmasi virus H5N1 dan mengalami gejala ISPA.

Selain daripada itu, ahli medis juga mungkin melakukan pemeriksaan lain untuk menentukan apakah ada infeksi flu burung, misalnya: 

  • Sampel darah, yaitu perbedaan jumlah sel darah putih;
  • Pengecekan suara pernapasan dengan stetoskop;
  • X-ray pada dada; serta
  • Tes lainnya pada fungsi kerja jantung, ginjal, dan hati.

klik banner dibawah untuk Asuransi Penyakit Menular

asuransi covid

 

Proses Pengobatan

Jika kamu mempunyai gejala flu burung, maka kamu akan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah atau rumah sakit, tergantung pada derajat keseriusan gejala.

Pada umumnya, pasien akan diberikan obat antivirus seperti oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (Relenza). Tujuannya untuk mengurangi kondisi yang lebih parah. Namun, pengobatan ini harus kamu ambil dalam waktu 48 jam setelah gejala mulai muncul.

Dalam beberapa kasus, dokter juga menyarankan orang yang mempunyai kontak dengan dengan pasien terinfeksi, seperti keluarga dan perawat, untuk meminum obat antivirus tersebut. 

Selain melalui obat, meningkatkan imun tubuh juga penting. Maka itu, para penderita disarankan untuk:

  • Cukup tidur dan istirahat;
  • Minum cukup air agar tidak dehidrasi;
  • Membeli obat flu, seperti pereda demam dan obat batuk pilek, di apotek.

Jika gejala yang kamu alami terlihat parah, maka dokter juga dapat memutuskan untuk memberikan kamu alat bantu pernapasan. Baik itu berupa masker oksigen, atau ventilator.

 

Cara Menghindari Infeksi Flu Burung

Kamu bisa menerapkan cara pencegahan flu burung melalui tips-tips berikut:

  • Biasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang daging mentah;
  • Jangan menyentuh hidung, mulut, dan telinga saat berurusan dengan daging mentah;
  • Bedakan peralatan makan antara daging mentah dan matang;
  • Pastikan kamu memasak daging dan telur hingga matang;
  • Hindari memegang unggas hidup secara langsung;
  • Hindari daerah yang terkena wabah infeksi flu burung.

Bagaimana pun juga, kita tidak akan selalu tahu dan bisa mencegah risiko terinfeksi flu burung. Karena itu, kamu bisa mencoba untuk mengantisipasi risiko flu burung dengan asuransi kesehatan Super Care

Mulai dari Rp45.000 per bulan saja, kamu bisa mendapatkan perlindungan finansial dari risiko kecelakaan dan 30+ penyakit menular, termasuk flu burung dan COVID-19. Daripada pusing bayar tagihan rumah sakit, mending fokus aja sama penyembuhan kamu dengan Super Care!

Artikel Terkait Lainnya