psikosomatis

Apa kamu pernah stres kerja hingga jatuh sakit? Nyatanya pikiran yang penuh dengan stres dapat juga memicu penyakit fisik yang bisa membahayakan kesehatan kita.

Kalau sudah begitu, lantas bagaimana cara mengatasinya?

Daripada penasaran, yuk cari tahu lebih tentang gangguan psikosomatis!

Apa itu gangguan psikosomatis?

Gangguan psikosomatis adalah sebuah kondisi dimana gejala sakit fisik yang timbul atau dipengaruhi oleh pikiran dan emosi kita, bukannya dari suatu penyebab fisik seperti luka atau infeksi.

Namun, banyak orang masih tidak mengetahui ini. Bahkan, masih banyak yang menyangkal kalau stres secara pikiran dapat menyebabkan penyakit fisik yang serius. Akhirnya, gangguan psikosomatis menjadi tidak diatasi dan menjadi makin parah.

Lantas bagaimana sih cara kita mendeteksi apakah kita mengalami gangguan psikosomatis?

Gejala psikosomatis

Mungkin kamu masih belum terbiasa dengan konsep bahwa stres bisa mempunyai efek samping secara fisik. Namun, jika kamu sudah terbiasa dengan mendeteksi sinyal-sinyal dari tubuh kamu bahwa kamu terlalu stres sehingga akan sakit.

Dengan begitu, kamu pun lebih bisa mencegah penyakit yang timbul akibat stress. Berikut beberapa tanda yang kamu mungkin rasakan secara fisik ketika stres:

  • Deg-degan
  • Sesak napas
  • Gemetar
  • Tidak bisa bergerak atau kehilangan tenaga
  • Otot yang tegang
  • Berkeringat
  • Kurang nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Sakit gigi
  • Kesulitan tidur
  • Nyeri ulu hati

Bila kamu perempuan, maka kamu juga mungkin mengalami gejala lain, seperti kelelahan walaupun tidur sudah cukup, atau perubahan siklus menstruasi. Sedangkan untuk pria lebih cenderung mengalami gejala, seperti nyeri dada atau perubahan pada keinginan seksual.

Berdasarkan umurnya, anak kecil juga menunjukkan gejala masalah pencernaan, seperti sering sakit perut. Sementara, remaja dan orang lanjut usia juga menjadi golongan usia yang rentan untuk terkena depresi atau stres yang tidak teratasi, menyebabkan berbagai penyakit.

Dalam melihat kembali gejala fisik tersebut, kamu perlu memperhatikan 3 hal:

  1. Apa saja keluhan fisik yang kamu punya? Terutama yang berulang.
  2. Kapan keluhan fisik tersebut muncul? Apakah hanya saat kamu sedang di bawah tekanan atau bagaimana?
  3. Bagaimana perasaanmu atas keluhan fisik tersebut? Bila disertai rasa cemas atau khawatir, maka ada kemungkinan kamu mengalami gangguan psikosomatis.

Baca Juga : Apa itu Social Anxiety Disorder dan Cara Mengatasinya

 

Lindungi Kesehatan Kamu di Masa Depan dengan Asuransi Digital Super You. Premi Mulai dari Rp 30 ribuan

Lantas memangnya apa saja yang bisa menyebabkan gangguan psikosomatis terjadi? Berapa batas level stres yang dialami untuk bisa sampai gangguan psikosomatis?

Apa penyebabnya?

Nyatanya ada dua jenis stres di dalam hidup. Ada stres yang baik dan ada yang jahat. Stres yang baik adalah stres yang kamu masih bisa hadapi, dan membuatmu merasa senang. Contohnya stres saat menonton film horror atau adrenalin yang kamu rasakan setelah menyelesaikan suatu proyek. Stres baik ini memicu kita untuk semangat dan menjadi lebih baik, disebut juga dengan eustress.

Namun, ada juga stres yang buruk, yaitu distress. Jenis stres satu ini terjadi ketika kamu terlalu banyak menyimpan tekanan hidup di dalam dirimu, tanpa “mengeluarkan uneg-uneg” kamu sehingga menumpuk. Akhirnya stres yang satu ini menjadi racun dalam tubuhmu dan bahkan bisa membuat kamu lebih rentan terkena penyakit. 

Terlalu lama mengalami stres tanpa adanya waktu untuk beristirahat, curhat, atau sekedar bersantai dapat mempengaruhi otak dan melepaskan hormon adrenalin secara terus-menerus yang menyebabkan gejala fisik yang sudah disebutkan. Di bawah tekanan, otak juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga juga menyebabkan kita rentan terkena risiko penyakit fisik.

Baca Juga : Apa itu Mental Illness dan Jenis Gangguannya

 

Tips cara mengatasi psikosomatis

Tidak perlu khawatir karena gangguan psikosomatis bisa disembuhkan. Namun, memang penyembuhannya membutuhkan waktu. Hal ini dikarenakan kamu harus belajar cara mengelola stres yang kamu alami, tapi di saat yang sama harus mengobati penyakit yang kamu derita.

Ibarat bila ada bendungan bocor dan terjadi banjir, maka kamu harus memperbaiki bendungan. Namun, di saat yang bersamaan, kamu juga harus mengatasi efek sampingnya (banjir yang terjadi).

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membantu mengatasi gangguan psikosomatis:

  1. Konseling untuk membantu mengelola stres
  2. Melakukan meditasi atau teknik relaksasi
  3. Mencoba menulis jurnal (journaling)
  4. Psikoterapi, seperti terapi CBT (Cognitive Behavior Therapy)
  5. Hipnoterapi
  6. Berkonsultasi pada ahli psikosomatis
  7. Mengkonsumsi obat berdasar resep dokter, seperti anti depresan

Dengan mencoba hal-hal berikut secara terus-menerus, maka kamu pun akan bisa mengatasi gangguan psikosomatis kamu dan membiasakan diri untuk mengelola stres dengan baik.

Bagaimana cara mencegah gangguan psikosomatis?

Kamu bisa melakukan ini dengan mencegah “pemicu” yang membuat stres berkembang menjadi penyakit fisik. Biasakan untuk mengelola stres dan perasaan kamu lebih baik. Mengalami tekanan itu biasa, yang perlu kamu atur adalah memberi dirimu istirahat agar kamu tidak merasa kewalahan.

Mulailah kebiasaan baik yang membuat kamu merasa lebih baik akan dirimu sendiri, seperti makan dan minum yang cukup, istirahat yang cukup, olahraga yang teratur, serta menceritakan masalahmu kepada orang di sekitarmu ketika kamu merasa terlalu negatif.

Masalah penyakit, kamu juga bisa mencegah risiko finansial dari gangguan psikosomatis dengan asuransi online Super You by Sequis Online. Terutama dengan asuransi penyakit kritis yang bisa melindungi kamu dari 3 penyakit kritis utama, seperti kanker, serangan jantung, dan stroke. Hanya mulai dari Rp28.500 per bulan, tidak ada salahnya untuk mencegah, bukan?

SHARE

Artikel Terkait Lainnya