isolasi mandiri

Dengan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, para orang tua perlu lebih waspada akan bayi dan anak-anak mereka. Faktanya, COVID-19 juga dapat menyerang anak kecil. Karena itu, pastikan kamu tahu gejala dan cara isolasi mandiri COVID-19 bagi sang buah hati. 

Yuk, simak artikelnya demi kesehatan dan keselamatan buah hati kamu!

 

Kapan Boleh Isolasi Mandiri COVID-19 di Rumah?

Si kecil boleh isolasi mandiri ketika gejala yang mereka alami tidak berbahaya atau berat. Berikut adalah syarat isolasi mandiri COVID-19 di rumah untuk anak-anak:

  • Tidak bergejala atau hanya mempunyai gejala ringan (misalnya batuk, pilek, demam, diare, muntah, dan ruam)
  • Anak masih aktif dan bisa makan/minum
  • Orang tua mengajarkan etika batuk
  • Orang tua tetap memantau gejala/keluhan
  • Pemeriksaan suhu dan saturasi oksigen 2x sehari (pagi dan malam)
  • Lingkungan rumah/kamar punya ventilasi udara yang baik

Jika orang tua atau pengasuh melihat gejala yang lebih ekstrim, maka ada baiknya untuk berkonsultasi segera ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Dapatkan Santunan Tunai Harian Perlindungan COVID-19 dengan Asuransi Kesehatan Super Care. Klik banner dibawah ini

asuransi kesehatan

Apakah Boleh Mengasuh Anak Saat Isolasi Mandiri COVID-19?

Orang tua atau wali lainnya tetap boleh mengasuh anak terdampak positif COVID-19, dengan ketentuan sebagai berikut: 

  • Orang tua/pengasuh harus berisiko rendah terhadap gejala berat
  • Jika sama-sama positif, maka diperbolehkan isolasi bersama
  • Jika hanya anak yang positif, beri jarak tidur 2 meter dan kasur terpisah
  • Tetap beri dukungan psikologis kepada anak walau harus berjarak

 

Baca Juga :

 

Bagaimana Protokol Kesehatan saat Isolasi Mandiri?

Selama isolasi mandiri, pastikan anak-anak dan pengasuh tetap mempraktikkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran virus, serta mendukung proses pemulihan kesehatan anak. 

Berikut adalah beberapa langkah yang perlu kamu perhatikan.

1. Tetap dalam Kamar

Pastikan ventilasi udara di dalam ruangan sudah baik dengan menggunakan kipas, AC, atau sekedar membuka jendela. Karena anak harus tinggal dalam satu ruangan saja, pastikan mereka sudah mempunyai mainan yang membuat anak betah dalam ruangan.

2. Gunakan Masker dan Jaga Jarak

Jika anak sudah berusia di atas 2 tahun, boleh memakai masker. Pemakaian masker dan jaga jarak hanya perlu kamu terapkan ketika ada orang lain di dalam ruangan. Ketika tidur atau sedang sendiri, anak tidak perlu memakai masker. 

Pengasuh juga perlu melakukan protokol yang sama. Gunakan masker dan pelindung mata ketika sedang berada di dalam ruangan yang sama dengan anak terdampak positif COVID-19.

3. Cuci Tangan dengan Benar

Bagi anak dan pengasuh, biasanya harus tetap mencuci tangan dengan teratur, terutama setelah batuk atau membuang ingus. Berikut adalah panduan mencuci tangan yang benar: 

  • Basahi tangan dengan air dan sabun
  • Gosok kedua telapak tangan 
  • Gosok area punggung tangan 
  • Jangan lupakan sela jari tangan 
  • Lakukan gerakan mengunci tangan 
  • Gosok area ibu jari memutar 
  • Gosok memutar ujung-ujung jari tangan yang lain

4. Ajarkan Etika Batuk 

Ketika anak akan batuk atau bersin, pastikan mereka diajar untuk menutup mulut dan hidung. Sediakan tisu atau sapu tangan bagi si kecil. Jangan lupa untuk membuang tisu pada tempatnya serta merendam sapu tangan yang dipakai dengan air sabun. 

Setelah batuk, ajarkan anak untuk segera mencuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer. 

5. Pantau Terus Kondisi Anak

Hal ini termasuk gejala, suhu tubuh, dan saturasi oksigen anak. Karena itu, ada baiknya jika pengasuh dan orang tua bisa menyiapkan setidaknya termometer dan oksimeter untuk memantau kondisi kesehatan anak setiap harinya.

Pada umumnya, gejala COVID-19 yang ringan adalah sebagai berikut:

  • Demam
  • Batuk
  • Pilek
  • Nyeri tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Mual/muntah
  • Diare
  • Lemas
  • Sesak napas

Gejala-gejala tersebut pada umumnya bisa ditangani dengan obat penurun demam, obat batuk pilek, inhaler, atau tabung oksigen. Lambat laun, gejala pun akan reda dan pergi. Namun, para pengasuh dan orang tua perlu mewaspadai gejala-gejala yang tidak berhenti dan bersifat berat pada anak, antara lain: 

  • Anak cepat lelah atau banyak tidur
  • Napas anak cepat
  • Ada cekungan pada dada
  • Hidung kembang kempis 
  • Saturasi oksigen di bawah 95%
  • Mata merah, ruam, leher bengkak
  • Mata cekung
  • Demam berkepanjangan selama lebih dari 7 hari
  • Kejang
  • Tidak bisa makan/minum
  • Kurang buang air kecil
  • Terjadi penurunan kesadaran

Laju napas anak dianggap berbahaya jika lebih dari: 

  • 60x per menit untuk bayi di bawah usia 2 bulan 
  • 50x per menit untuk bayi di bawah usia 1 tahun
  • 40x per menit untuk anak di bawah usia 5 tahun
  • 30x per menit untuk anak di atas usia 5 tahun

Jika ada gejala yang tergolong berat, mohon segera konsultasikan dengan dokter dan rumah sakit terdekat untuk mendapat rekomendasi terbaik. 

6. Jaga Nutrisi Anak

Nutrisi dan gizi anak menjadi salah satu kunci anak bisa cepat pulih dari COVID-19. Karena itu, pastikan mereka makan makanan yang sehat dan bergizi, serta menghindari gorengan. 

Kamu juga bisa menyiapkan beberapa obat dan multivitamin yang membantu pemulihan anak, antara lain:

  • Obat penurun demam
  • Vitamin C: 
    • 1-3 tahun: Maks 400 mg/hari
    • 4-8 tahun: Maks 600 mg/hari
    • 9-13 tahun: Maks 1200 mg/hari
    • 14-18 tahun: Maks 1800 mg/hari
  • Vitamin D3
    • Di bawah 3 tahun: Maks 300 IU/hari
    • Anak: Maks 1000 IU/hari
    • Remaja: Maks 2000 IU/hari
    • Remaja obesitas: Maks 5000 IU/hari
  • Zinc: Maks 20mg/hari selama 14 hari

7. Lakukan Disinfeksi Kamar

Terutama di bagian dan area-area tertentu yang sering dipegang oleh anak terdampak COVID-19. Misalnya gagang pintu, keran, barang dan mainan anak. Kamu pun bisa melakukannya dengan menggunakan air sabun biasa atau cairan disinfektan.

 

Berapa Lama Isolasi Mandiri COVID-19 Berlangsung?

Biasanya gejala akan hilang dengan sendirinya setelah 14 hari. Untuk memastikan anak sudah kembali pulih, lakukan pemeriksaan swab kembali 10-14 hari setelah swab pertama positif (bila tidak bergejala) atau 3 hari setelah bebas gejala (bila bergejala ringan).

Jangan lupa untuk melakukan disinfeksi ruangan secara menyeluruh ketika anak sembuh. Rendam dan cuci semua pakaian dan handuk yang anak gunakan selama isolasi mandiri, serta ganti sikat gigi yang dipakai. 

 

Bagaimana Cara Antisipasi Risiko COVID-19?

Terkadang kita sebagai orang tua sudah melakukan pencegahan Corona untuk anak dengan baik. Namun, anak tetap bisa mempunyai risiko tertular. Karena itu, ada baiknya untuk mengantisipasi risiko terburuk COVID-19 dengan asuransi kesehatan Super Care Protection.

Mulai dari Rp50.000-an saja per bulan, kamu bisa mendapatkan penggantian biaya rawat jalan dan inap bagi 30+ risiko penyakit menular, termasuk COVID-19, dan risiko kecelakaan sehari-hari. Asuransi kesehatan ini pun bisa kamu gunakan untuk si kecil karena mempunyai usia masuk dari 30 hari hingga 70 tahun. Penasaran produknya? Yuk, cek dulu!

Artikel Terkait Lainnya