kadar gula darah normal

Kadar gula darah normal adalah banyaknya glukosa yang kamu punya dalam darah. Glukosa sendiri mempunyai peranan penting sebagai sumber energi bagi jaringan dan sel tubuh. Karena itu, jika kadar gula dalam darah terlalu tinggi atau rendah, hal itu akan sangat mempengaruhi kesehatan kamu.

Menjaga kadar gula darah tetap normal adalah salah satu cara kamu bisa mengurangi risiko kesehatan. Yuk, cari tahu berapa kisaran kadar gula darah normal menurut usia kamu!

 

Kadar Gula Darah Normal Secara Umum

Kisaran kadar gula darah normal bisa berubah-ubah tergantung dari kondisi kesehatan tubuh dan gaya hidup kamu. Misalnya saja obat-obatan yang kamu konsumsi, nilai gizi makanan sehari-hari, serta laju metabolisme. Yuk, baca dulu 10 tips turunkan kadar gula darah.

Biasanya kondisi tertentu pun bisa mempengaruhi kadar gula darah. Kadar gula sebelum tidur dan makan, serta sesudah makan akan berbeda. Pada umumnya, berikut kisaran kadar gula darah normal yang bisa kamu ikuti: 

  • Dalam keadaan puasa (belum makan selama minimal 8 jam): 70-80 mg/dL
  • Dalam posisi 2 jam sesudah makan: Maks 140 mg/dL
  • Keadaan normal: Maks 200 mg/dL

Kamu bisa melakukan tes ini saat di rumah sakit terdekat, mau pun menggunakan alat tes gula di rumah. Penting bagi kamu untuk melakukan tes darah rutin, terutama ketika kamu sudah memiliki diabetes atau kecenderungan kadar gula darah tinggi.

 

Gejala Kelebihan atau Kekurangan Gula Darah

Mengingat risiko kesehatan yang datang bersamaan dengan kadar gula terlalu tinggi atau rendah, ada baiknya kamu mengetahui gejala-gejala kadar gula darah yang tidak normal. 

Dalam kondisi dimana gula darah terlalu rendah, yaitu di bawah 70 mg/dL, maka kamu berada dalam kondisi hipoglikemia. Gejala yang mungkin muncul antara lain: 

  • Mudah lelah
  • Susah fokus
  • Sering merasa lapar
  • Mudah berkeringat
  • Jantung deg-degan
  • Muka dan kulit yang memucat
  • Sering kesemutan, terutama di daerah mulut
  • Merasa emosi berlebihan, seperti cemas atau marah
  • Merasa lemas, bahkan hingga kesulitan bangkit atau jalan

Di sisi lain, bila terlalu gula darah terlalu tinggi, yaitu sudah melebihi 200 mg/dL, maka kamu berada dalam kondisi hiperglikemia. Gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • Mudah lelah
  • Sering cemas
  • Penurunan berat badan
  • Peningkatan nafsu makan
  • Sering merasa haus, serta buang air kecil
  • Mengalami gangguan kesehatan gigi
  • Mengalami gangguan dalam penglihatan
  • Masalah kulit, seperti terlalu kering, jadi lebih merah, atau panas

Namun, kamu perlu mengingat bahwa terkadang gejala ini dapat tidak muncul. Maka dari itu, ada baiknya jika kamu juga rutin dalam mengecek kadar gula darah. 

Asuransi Penyakit Kritis

Bagaimana Cara Menjaga Gula Darah Tetap Normal?

Sebelum gula darah naik, kamu bisa juga menjaga gula darah kamu agar bisa terhindar dari berbagai risiko kesehatan. Caranya adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. 

1. Jaga pola makan

Pola makan adalah salah satu kunci utama dari menjaga kadar gula darah. Pastikan kamu mempunyai asupan gula yang cukup dan tidak berlebihan, serta diimbangi dengan berbagai nutrisi lainnya. 

Berikut proporsi pola makan sehat yang bisa kamu coba terapkan: 

  • Karbo. Bisa kamu dapatkan melalui ubi-ubian dan nasi merah.
  • Serat. Bisa kamu dapatkan dari buah-buahan (terutama blueberry, anggur, dan apel), ubi-ubian, sayuran, serta kacang.
  • Protein. Bisa kamu dapatkan dari makanan laut (terutama ikan kod, udang air tawar, kepiting, sarden, dan salmon), telur rebus, dada ayam tanpa kulit, oatmeal, kuaci, dan kacang-kacangan. 
  • Lemak tak jenuh. Bisa kamu dapatkan melalui jenis ikan tertentu (seperti ikan kembung, salmon, tuna, dan sarden), tahu, kuaci, dan kacang-kacangan. 

Selain proporsi, pastikan kamu juga melihat porsi makan. Pastikan porsi tetap sedang dengan frekuensi 3 kali per hari. Jika kamu lapar, kamu boleh memilih cemilan sehat, seperti kacang-kacangan, yogurt, atau buah di antara makan pagi dan siang atau makan siang dan malam.

Baca Juga :

 

2. Mulai biasakan berolahraga

Dokter dan ahli kesehatan merekomendasikan setidaknya 150 menit olahraga dalam seminggu. Kamu bisa membagi ini menjadi sesi yang lebih kecil, misalnya 30 menit per hari dengan 5 hari per minggu. 

Mulai dengan latihan yang memang bertujuan untuk menggunakan otot. Dengan begitu, gula pun terpakai dan tidak terlalu menumpuk dalam darah. Latihan yang bisa kamu coba, misalnya adalah latihan yang menggunakan dumbbell atau resistance bands, squat, lunges, berbagai macam latihan plank, hingga push-up. 

Bagaimana pun juga, pastikan kamu tidak melakukannya secara berlebihan. Terutama jika kamu adalah pasien diabetes. Hal ini karena olahraga yang berlebihan malah bisa menyebabkan hipoglikemia atau gula darah yang terlalu rendah.

Baca Juga :

3. Berhenti merokok dan minum alkohol berlebihan

Alkohol dan rokok mempunyai risiko kesehatan. Salah satunya adalah naik turunnya kadar gula darah. Alkohol sendiri dapat berakibat buruk pada kadar gula darah karena dapat meningkatkan produksi insulin. Hal ini bisa menyebabkan gula darah rendah (hipoglikemia).

Sementara kandungan nikotin dalam rokok dapat menaikan tingkat gula dalam darah. Tidak hanya itu, keseimbangan gula darah dalam tubuh secara alami pun juga terdampak. Perokok sering kali membutuhkan lebih banyak insulin untuk mengontrol kadar gula darah dibandingkan orang pada umumnya.

Karena itu, belajar cara berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol. Terutama jika kamu memang sudah memiliki kondisi tertentu. 

4. Belajar mengelola stres

Wajar jika kita mengalami stres atau tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika periode stres berlangsung terlalu lama, maka akan ada risiko kadar gula darah naik atau turun. 

Stres yang berkepanjangan dapat memicu produksi hormon adrenalin dan kortisol. Hormon adrenalin berperan dalam mengeluarkan cadangan gula ke dalam darah, sementara kortisol dapat meningkatkan nafsu makan. Maka dari itu, beberapa orang mempunyai kecenderungan untuk stress eating ketika mengalami stres. 

Penting untuk kamu mengetahui kunci pengelolaan stres. Hal ini bisa kamu lakukan dengan menyisihkan waktu untuk beristirahat, melakukan meditasi, dan mengelola perasaan melalui meditasi dan menulis jurnal. 

Antisipasi Risiko Kesehatan Kamu!

Walau kamu bisa menjaga kesehatan tubuh, terkadang risiko kesehatan tetap dapat menyerang kamu. Hal ini dikarenakan banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi kesehatan. 

Maka dari itu, ada baiknya jika kamu berjaga-jaga dengan mengantisipasi risiko kesehatan. Caranya adalah menyisihkan sedikit uang kamu untuk asuransi penyakit kritis. Ini penting, terutama jika kamu mempunyai faktor risiko tinggi, seperti jarang berolahraga, tidak menjaga pola makan, hingga mempunyai riwayat penyakit dari keluarga. 

Di Super You, kamu bisa mendapatkan perlindungan santunan tunai untuk risiko terdiagnosa dan meninggal akibat penyakit kritis melalui asuransi penyakit kritis + asuransi jiwa Super Strong, serta perlindungan asuransi kesehatan untuk rawat inap dan jalan yang melindungi 10 penyakit kritis sesuai tagihan melalui asuransi Super Well. Mulai dari Rp28.500 saja per bulan, yuk cek dulu asuransinya