Omicron

Pada artikel sebelumnya kita membahas tentang Varian Mu Covid-19. Kehadiran varian Omicron di akhir tahun 2021 mengingatkan bahwa perjuangan kita melawan Covid-19 masih jauh. Varian Omicron dideklarasikan WHO sebagai VOC (Variant of Concern) pada 26 November 2021. Hingga saat ini masih banyak yang belum diketahui mengenai varian Omicron, tetapi penelitian sedang berlangsung untuk mencari tahu lebih jauh.  

 

Mari kenali apa saja fakta mengenai varian Omicron yang telah diketahui sejauh ini!

 

Apa sih varian Omicron?

SARS-CoV-2 variant: B.1.1.529 atau lebih dikenal sebagai Omicron merupakan varian baru Covid-19 yang muncul pada 9 November 2021 di Afrika Selatan. Varian Omicron muncul di kategori VOC (Varian of Concern) WHO pada 26 November 2021 karena kecepatan penyebaran yang tinggi.

 

Dengan penyebaran varian Omicron yang cepat, Korea Selatan menjadi negara kedua terinfeksi varian ini. Tercatat per 30 Desember 2021, penyebaran varian Omicron telah mencapai 89 negara termasuk Indonesia.

 

Bagaimana penyebaran varian Omicron?

Kata Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, penyebaran varian Omicron lebih cepat dibandingkan varian Delta. Namun, meski tingkat penularan tinggi, infeksi varian Omicron tidak separah varian Delta. Ong menjelaskan bahwa pada puncaknya, infeksi varian Delta bisa berkembang setiap 6-8 hari dimana varian Omicron hanya dalam 2-3 hari.

 

Efektivitas vaksin terhadap varian Omicron

Dikabarkan bahwa menerima vaksin dua dosis dan booster akan menjadi perlindungan yang bagus dari varian Omicron. Berdasarkan penelitian di Inggris, menerima dosis vaksin booster Covid-19 pada varian Omicron akan memberikan hingga 85% perlindungan dari penyakit parah.

 

Namun, risiko untuk terinfeksi ulang bagi yang sudah divaksin dan pulih dari Covid-19 Masih ada, kata Direktur Pelayanan Medis Kementrian Kesehatan Singapura, Kenneth Mak.

 

Baca juga: Kenali 6 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia

 

Apa saja gejala varian Omicron?

Meski saat ini varian Omicron masih belum diketahui secara lengkap, gejala yang ditunjukkan penderita merupakan gejala ringan. Berikut adalah gejala Covid-19 varian Omicron:

  • Sakit Kepala

Berdasarkan studi gejala yang dilakukan oleh Zoe Covid. sakit kepala akibat Covid-19 bisa nyeri sedang hingga berat. Gejala sakit kepala ini bisa berlangsung sekitar tiga hari atau lebih dan sulit dihilangkan menggunakan obat penghilang rasa sakit.

  • Pilek

Berdasarkan studi gejala yang dilakukan oleh Zoe Covid. sakit kepala akibat Covid-19 bisa nyeri sedang hingga berat. Gejala sakit kepala ini bisa berlangsung sekitar tiga hari atau lebih dan sulit dihilangkan menggunakan obat penghilang rasa sakit.

  • Kehilangan Penciuman

Meskipun selama ini kehilangan penciuman menjadi indikator definitif Covid-19, sejumlah ahli berkata bahwa kehilangan rasa atau penciuman tidak terjadi kepada pasien Omicron.

  • Batuk

Batuk terus menerus yang berlangsung selama setengah hari disepakati sebagai gejala utama Covid-19. Batuk karena Covid-19 dapat berlangsung selama beberapa hari.

  • Tenggorokan Gatal

Pasien Covid-19 varian Omicron banyak mengeluh mengenai tenggorokan gatal dibanding sakit kata Angelique Coetzee, dokter di Afrika Selatan. Namun, karena letak gatal yang tidak biasa, hal ini menjadi sakit untuk para pasien yang terinfeksi.

 

Kondisi varian Omicron di Indonesia

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid, gelaja varian Omicron di Indonesia merupakan gejala ringan, bahkan ada yang tidak menunjukan indikasi Covid-19. Dikutip dari Kompas, Batuk (49%) dan pilek (27%) menjadi gejala yang paling umum dialami penderita Covid-19 varian Omicron di Indonesia.

 

Penyebaran varian Omicron di Indonesia sampai saat ini masih didominasi oleh pelaku perjalanan dari luar negeri. Dikutip dari Kompas, Senin (3/1/2022) tercatat 152 kasus Covid-19 di Indonesia akibat penyebaran varian Omicron dan dari angka tersebut, 146 pasien merupakan pelaku perjalanan luar negeri dengan 6 lainnya disebabkan oleh transmisi lokal.

 

Diatas adalah yang diketahui sejauh ini mengenai Covid-19 varian Omicron serta update mengenai kondisi varian ini di Indonesia. Meskipun kondisi Covid-19 di Indonesia sudah membaik, kita harus tetap melakukan protokol kesehatan ya! 

Selain melakukan protokol kesehatan, kamu bisa juga meningkatkan perlindungan dengan memiliki asuransi yang dapat membantu menutupi biaya pengobatan Covid-19 seperti Super Care Protection dari Super You.