makanan yang dilarang untuk penyakit jantung

Menjaga kesehatan jantung adalah hal yang penting untuk dilakukan dari muda. Apalagi jika kamu sudah pernah mengalami gejala penyakit jantung

Nah, Teman Superjuangan, kunci dari pencegahan penyakit jantung adalah mengadopsi gaya hidup sehat. Kamu bisa memulainya dengan menghindari atau membatasi makanan yang dilarang untuk penyakit jantung. 

Tapi sebelum itu, yuk bahas apa saja yang bisa menjadi penyebab penyakit jantung.

Penyebab Penyakit Jantung

Ada beberapa penyakit yang bisa menjadi faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi. Faktor risiko ini bisa menjadi penentu makanan apa yang kita boleh makan atau tidak.

  • Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, pastikan kamu membatasi konsumsi garam (disebut juga sodium) yang ada pada makananmu. Bukan artinya kamu tidak boleh makan garam, namun dibatasi.
  • Jika kamu memiliki diabetes atau obesitas, pastikan kamu mengontrol kadar gula dan kalori yang kamu cerna dalam sehari. Kurangi camilan (terutama yang manis).
  • Jika kamu memiliki kolesterol tinggi, maka artinya kamu tidak boleh mengonsumsi lemak trans dan lemak jenuh. Hindari semua yang digoreng, atau setidaknya dibatasi. 

Karena itu kamu harus rajin menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check-up) untuk tahu apa kondisi kesehatan kamu sekarang dan mana yang mempengaruhi kesehatan jantung kamu. 

Kenali Beberapa Gejala Umum Penyakit Jantung?

Jenis Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Jantung

Namun, secara umum ada baiknya untuk menghindari atau bahkan sama sekali tidak mengonsumsi 7 jenis makanan berikut bila kamu mempunyai penyakit jantung. Yuk simak artikelnya!

1. Daging merah atau daging olahan

Daging merah dan daging olahan mengandung banyak lemak jenuh. Lemak jenuh ini dapat meningkatkan kolesterol buruk (disebut juga LDL atau low-density lypoprotein) dalam tubuh. Karena itu, kalau bisa hindari makan daging kambing, sapi, babi, dan semua turunannya. Sama halnya untuk semua daging olahan atau kalengan.

Hayo, mulai batasi makan steak, bakso sapi, iga bakar, dan bahkan jeroan ya! Kamu bisa mulai mengganti menu makananmu menjadi berfokus pada ikan dan ayam. Namun jangan lupa ya untuk juga menghindari kulit ayam bila bisa.

2. Produk susu atau olahan susu

Sama seperti daging merah dan olahan, produk susu dan turunannya (keju, margarin, dan mentega) bisa mengandung kadar lemak jenuh atau lemak trans yang tinggi. Tapi tenang aja, Teman Superjuangan, dengan adanya teknologi zaman sekarang, kamu masih bisa menikmati susu dan teman-temannya asal kamu memilih produk yang low-fat atau rendah lemak.

3. Gorengan

Tentunya minyak tidak baik untuk tubuh karena bisa menimbulkan kolesterol. Karena itu, coba untuk hindari semua makanan yang digoreng. Kamu bisa mencoba memasak dengan cara lain, seperti dipanggang, direbus, atau ditim.

Atau alternatifnya, kamu bisa memakai pengganti minyak goreng yang lebih sehat, seperti minyak zaitun, minyak sayur, atau minyak canola.

4. Gula, Garam, Kecap

Mungkin terdengar seram untuk hidup di dunia yang makanannya tidak pakai gula, garam, dan kecap, tapi kamu tidak harus mengurangi semuanya. Ini semua tergantung pada kondisi kesehatan kamu. 

Jika tekanan darah kamu tinggi, maka kalau bisa hindari garam dan kecap asin. Sementara jika kondisi kamu adalah diabetes atau obesitas, kurangi kandungan gula dan kecap manis dalam makanan kamu. Selain itu, kamu bisa mengganti makanan kamu dengan rempah lainnya untuk menambah rasa kok!

5. Nasi & Roti

Rasanya susah ya orang Indonesia kalau harus hidup tanpa nasi. Tapi kalau misalnya kamu memang kelebihan berat badan atau diabetes, ada baiknya untuk mengurangi porsi nasi dan roti yang kamu santap. Bisa diganti dengan sayur atau buah. Atau jika rasanya tidak lengkap untuk memakan nasi atau roti, kamu bisa mengganti dengan beras merah dan roti gandum yang lebih sehat bagi kamu.

Hal ini juga berlaku untuk semua turunan nasi dan roti lho, seperti lontong, pizza, hotdog, roti lapis, kue, dan lain-lain.

6. Camilan

Siapa yang jika tidak suka makanan berat, beralih ke camilan? Jangan ya, Teman Superjuangan! Apalagi bila camilannya sangat manis atau sangat asin. 

Tentu, ada beberapa camilan yang boleh kamu makan, seperti kacang-kacangan dan buah. Namun, untuk camilan yang bersifat gorengan atau es krim, ada baiknya kamu membatasi diri ya. Ayo ingat gula darah dan tekanan darah.

7. Minuman Tinggi Gula

Minuman yang harus kamu batasi adalah minuman berkadar gula tinggi, terutama bagi kamu yang diabetes atau obesitas. Minuman yang tinggi gula termasuk apa saja sih? Misalnya nih minuman bersoda, teh atau kopi kekinian dengan boba, sampai 

Lalu bolehnya makan apa dong?

Makan daging cuma boleh terbatas, gorengan gak boleh, roti gak boleh, lalu bolehnya makan apa? Banyak kok makanan sehat yang bisa mencegah penyakit jantung! 

Tapi perlu diingat juga bahwa menghindari bukan berarti tidak boleh sama sekali. Boleh, namun harus bisa menjaga kesehatan diri sendiri ya. Batasi menjadi satu kali seminggu atau bahkan satu kali sebulan. 

Semuanya juga tergantung pada hasil kesehatan kamu juga. Tentunya jika kadar gula darah kamu sedang tinggi, hindari camilan yang manis, minuman bersoda, atau kopi kekinian yang manisnya luar biasa. Kalau kadar gula darah kamu normal, tapi tekanan darah tinggi, ya sebisa mungkin kurangi garam.

Baca Juga : Jenis-jenis Pertolongan Pertama saat Serangan Jantung

Cara pencegahan penyakit jantung lainnya

Selain mengadopsi pola makan yang sehat, ada beberapa hal lain yang kamu juga bisa lakukan untuk penyakit jantung nih, Teman Superjuangan, antara lain:

  • Berhenti merokok.
  • Aktif berolahraga. Minimal 30 menit sehari.
  • Minum obat yang sesuai saran dokter. 
  • Lakukan operasi bypass jantung bila perlu.

Dan yang terakhir, kita tidak bisa selalu memprediksi apa yang bisa terjadi. Walaupun menjaga, ada hal-hal yang tak terduga dan risiko kesehatan yang bisa datang tiba-tiba. Karena itu, ada baiknya kamu juga tetap mengantisipasinya dengan perlindungan kesehatan, seperti: 

Hidup tidak perlu ribet kok, asal dinikmati sambil diantisipasi. Stay healthy ya, Teman Superjuangan!

SHARE

Artikel Terkait Lainnya