patah tulang

Risiko patah tulang bisa terjadi pada siapa pun dan kapan pun. Karena itu, ada baiknya kita waspada dengan menjaga kesehatan tulang, serta meminimalisir risiko patah tulang yang terjadi. Yuk kita bahas lebih lanjut seputar patah tulang!

Apa itu patah tulang?

Patah tulang adalah kondisi dimana perubahan terjadi pada posisi atau bentuk tulang. Biasanya patah tulang terjadi akibat trauma atau benturan yang keras, entah itu jatuh, mengalami kecelakaan, atau karena gangguan kesehatan tulang.

Jenis patah tulang pun berbagai macam. Secara umum, patah tulang dibagi menjadi 4 kategori, seperti dipaparkan berikut.

  • Patah tulang lengkap: Merupakan salah satu jenis patah tulang yang paling serius. Patah tulang lengkap terjadi ketika patahan tulang terjadi sepenuhnya menjadi dua bagian atau lebih.
  • Patah tulang tidak lengkap: Tulang tidak patah sepenuhnya menjadi 2 bagian, biasanya lebih ke retakan. 
  • Patah tulang tertutup: Jenis patah tulang dimana tulangnya tidak mencuat keluar atau merobek kulit. 
  • Patah tulang terbuka: Kebalikan dari patah tulang tertutup, dimana patahan tulang merobek kulit dan bisa terlihat langsung oleh mata.

Patah tulang bisa dicegah dengan meminimalisir risiko kecelakaan, meningkatkan keseimbangan tubuh, serta memperkuat ketahanan tulang.

Cara pencegahan patah tulang

Kamu bisa melakukan cara pencegahan patah tulang dengan mempraktikkan tips berikut. 

1. Berkendara dengan aman

Mengutamakan keamanan berkendara bisa mengurangi risiko kecelakaan. Ini berarti memakai seatbelt atau helm, juga rutin mengecek kondisi kendaraan untuk meminimalisir kemungkinan rusaknya mesin. 

2. Memakai alat pengaman saat berada di ketinggian

Entah itu olahraga atau sekedar naik tangga lipat untuk mengganti bohlam, pastikan kamu mempunyai alat pengaman. Bisa safety equipment untuk olahraga itu sendiri, atau sekedar teman yang bisa memegangi tangga lipat yang kamu naiki agar lebih stabil. 

3. Rutin berolahraga

Olahraga dapat membantu kamu untuk mengurang risiko patah tulang. Dengan olahraga yang melatih keseimbangan dan olahraga yang melatih kekuatan tulang, kamu bisa mengurangi risiko jatuh dan risiko tulang patah saat jatuh.

4. Menjaga berat badan ideal

Berat badan yang berlebih dapat menyebabkan tekanan terus-menerus pada tulang, terutama kaki. Hal ini dapat mengakibatkan tingginya risiko patah tulang saat mengalami benturan. Karena itu, ada baiknya jika kamu bisa lebih menjaga berat badan ideal

5. Punya postur tubuh yang baik

Postur tubuh yang baik juga berpengaruh kepada ketahanan tulang, terutama untuk tulang belakang. Karena itu, pastikan kamu mempunyai postur tubuh yang baik saat berdiri, duduk, mau pun sedang berbaring.

Kamu bisa memulai dengan memperhatikan postur tubuh dan duduk / berdiri dengan tegak. Beberapa jenis olahraga, seperti Yoga dan Pilates, juga bisa membantu kamu untuk mendapat postur tubuh yang lebih baik.

6. Memenuhi nutrisi untuk tulang

Tulang yang kuat adalah tulang yang mempunyai nutrisi yang tepat. Pastikan kamu sudah mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tulang kamu dengan mengonsumsi makanan yang tinggi kalsium dan vitamin D.

Kamu bisa mendapatkan nutrisi tersebut dari berbagai jenis makanan, seperti susu sapi, ikan salmon, jeruk, bayam, oatmeal, dan lainnya. 

Cara Antisipasi Risiko Patah Tulang

Pencegahan risiko patah tulang bisa dilakukan. Namun, walaupun sudah melakukan pencegahan, kita tidak pernah tahu apakah patah tulang tetap bisa terjadi. Terkadang kecelakaan pun menjadi hal yang tak bisa kita duga. Ada baiknya kita juga mengantisipasi risiko patah tulang.

Ada dua cara jitu mengantisipasi risiko patah tulang. Pertama, dengan mengetahui langkah-langkah pertolongan pertama pada kecelakaan. Ilmu ini bisa menjadi sangat berguna jika ada seseorang di sekitarmu atau dirimu sendiri mengalami kecelakaan.

Kedua, kamu juga bisa mendapatkan perlindungan asuransi kecelakaan Super Safe. Dengan harga premi mulai dari Rp36.500 per bulan, kamu bisa mendapat pertanggungan biaya medis jika terjadi suatu Cedera yang menyebabkan patah tulang. Premi pun dibayarkan flat tanpa adanya kenaikan biaya berdasarkan usia, dan bisa diperpanjang hingga kamu berusia 80 tahun! Tunggu apalagi? Yuk cek produknya!

SHARE

Artikel Terkait Lainnya