penyebab sesak nafas

Sesak napas bisa terjadi secara tiba-tiba, dan penyebabnya pun bermacam-macam. Tergantung pada penyebabnya, beda juga cara mengatasi sesak nafas yang perlu diambil. 

Jika darurat, maka langkah pertolongan pertama sesak nafas perlu untuk diterapkan. Jika tidak, bisa ditangani dengan beberapa cara dan teknik untuk memudahkan pernapasan.

Karena itu, yuk kenali 22 penyebab sesak napas yang paling umum. Semua penyebab ini bisa dikategorikan menjadi empat, yaitu masalah pada paru, masalah pada jantung, kondisi medis lainnya, dan faktor lingkungan.

Masalah Paru

Sebagai salah satu organ pernapasan, tidak heran gangguan pernapasan bisa terjadi ketika ada masalah dengan paru. Penyakit paru pun bermacam-macam, namun berikut penyakit paru paling umum yang mungkin menjadi penyebab sesak napas.

1. Asma

Asma merupakan peradangan dan penyempitan jalur pernapasan. Sama seperti alergi, asma bisa dipicu beberapa kondisi. Pemicunya bisa beda untuk setiap orang, namun pada umumnya bisa dipicu oleh asap, olahraga, debu, dan alergen lainnya. 

Biasanya asma memiliki gejala seperti berikut: 

  • Sesak napas
  • Mengi (napas yang berbunyi)
  • Merasakan tekanan di dada
  • Batuk

2. Pneumonia

Pneumonia merupakan penyakit paru dimana terjadi peradangan pada paru-paru dan bisa menghasilkan cairan dan nanah dalam paru.

Gejalanya termasuk: 

  • Sesak napas
  • Batuk
  • Keringat berlebih
  • Demam
  • Nyeri otot
  • Kelelahan

Pneumonia tergolong penyakit yang kronis, sehingga membutuhkan penanganan medis secepat mungkin. 

3. Emboli paru

Emboli paru adalah penggumpalan darah pada saluran darah menuju paru-paru. Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor risiko, seperti merokok, obesitas, atau mempunyai penyakit jantung.

Gejalanya termasuk: 

  • Sesak napas
  • Detak jantung yang tidak normal
  • Batuk
  • Nyeri dada, seperti serangan jantung
  • Mengi
  • Pusing
  • Pingsan
  • Pembengkakan pada kaki

Sama seperti pneumonia, emboli paru tergolong penyakit kronis yang membutuhkan penanganan medis secepat mungkin. 

4. Hipertensi pulmonal

Hipertensi pulmonal merupakan kondisi dimana tekanan darah tinggi mempengaruhi pembuluh darah pada paru-paru. Pembuluh bisa menyempit dan mengeras, dan bisa menyebabkan gagal jantung. 

Gejala awal biasanya berupa: 

  • Sesak napas
  • Susah berolahraga
  • Merasa sangat lelah
  • Nyeri dada

Gejala akhir bisa menyerupai emboli paru. Jika sesak napas memburuk, pastikan pasien mendapatkan penanganan darurat medis.

5. Croup

Biasanya terjadi pada anak, croup adalah sebuah infeksi pernapasan yang menyebabkan susahnya bernapas. Umumnya dialami bayi berusia 6 bulan sampai 3 tahun, croup disertai gejala berikut: 

  • Gejala awal, berupa gejala flu biasa (hidung tersumbat, batuk, demam). 
  • Gejala lanjutan, berupa sesak napas dan suara batuk yang terdengar seperti gonggongan.

Jika kamu merasa dirimu atau sang buah hati terkena croup, segera konsultasi pada petugas medis. 

6. Epiglotitis

Epiglotitis adalah sebuah infeksi yang menyebabkan pembengkakan pada batang tenggorokan, menghalangi saluran pernapasan. Gejalanya termasuk: 

  • Sesak napas
  • Susah menelan
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Ngiler
  • Bunyi napas yang aneh
  • Kulit yang membiru

Epiglotitis bisa mengancam nyawa, sehingga membutuhkan penanganan medis secepat mungkin. Epiglotitis mempunyai vaksin bernama haemophilus influenzae type b (Vaksin Hib), yang biasanya disuntik pada anak usia di bawah 5 tahun.

7. Emfisema

Emfisema menipiskan dan bisa merusak alveoli atau kantung udara dalam paru-paru. Merokok menjadi penyebab utama dari emfisema.

Gejala emfisema termasuk: 

  • Sesak napas
  • Banyaknya lendir atau dahak
  • Batuk

8. COVID-19

COVID-19, disebut juga virus Corona, yang telah menyebabkan pandemi juga bisa menjadi penyebab sesak napas. Jika kamu curiga kamu atau orang di sekitar kamu terinfeksi COVID-19, segera konsultasi ke petugas medis. 

Cari tahu update Corona terbaru, beserta informasi Corona, gejalanya, cara pencegahan, dan stigma sosial yang ada.

Masalah Jantung

Sebagai organ pernapasan yang lainnya, masalah jantung bisa menyebabkan kesulitan bernapas atau nyeri dada. Berikut penyakit jantung paling umum yang mungkin menjadi penyebab sesak napas.

9. Penyakit jantung koroner

Menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia, penyakit jantung koroner merupakan jenis penyakit jantung yang menyebabkan tersumbatnya peredaran darah ke jantung. Alhasil, peredaran darah yang tidak maksimal menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati. 

Gejala penyakit jantung bisa berupa: 

  • Nyeri dada (angina)
  • Serangan jantung

Gejala penyakit jantung pada wanita bisa berbeda dibanding pria. 

10. Penyakit jantung bawaan

Penyakit jantung bawaan disebabkan oleh masalah jantung yang diturunkan dari keluarga. Gejalanya termasuk sesak atau kesulitan bernapas dan detak jantung yang tidak normal.

11. Aritmia

Aritmia adalah penyakit jantung yang menyebabkan jantung untuk berdetak terlalu cepat atau terlalu lambat. Biasanya orang yang sudah mempunyai kondisi penyakit jantung akan lebih rentan terhadap aritmia.

12. Gagal jantung

Gagal jantung terjadi saat otot jantung terlalu lemah untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini bisa menyebabkan terbentuknya cairan di dalam paru-paru dan menyebabkan kesulitan bernapas. 

13. Penyakit jantung lainnya

Penyakit jantung lainnya yang dapat menyebabkan sesak napas termasuk serangan jantung, dan juga jika terdapat masalah pada katup jantung. 

Kondisi medis lainnya

Selain penyakit jantung dan paru-paru, ada beberapa kondisi medis lain yang mungkin bisa menjadi penyebab sesak napas. Berikut beberapa kondisi medis paling umum.

14. Flu / Pilek

Flu atau pilek mempunyai gejala yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas, antara lain hidung tersumbat, tenggorokan gatal, saluran pernapasan yang membengkak, dan lendir berlebih dalam saluran pernapasan. 

15. Kehamilan

Ada berbagai faktor yang bisa memicu sesak napas dalam masa kehamilan. Namun ada tiga faktor yang paling umum menyebabkan gejala ini.

Penyebab pertama adalah perubahan hormon progesteron dalam masa kehamilan, yang dapat memicu percepatan pernapasan. Hal ini bisa menyebabkan napas sang ibu menjadi lebih cepat dan pendek, sehingga terasa seperti kehabisan napas atau megap-megap. 

Penyebab kedua ialah pertumbuhan bayi yang dapat menyebabkan tertekannya otot diafragma. Otot diafragma dapat membantu paru-paru untuk mengisi lebih banyak udara. Dengan tertekannya otot diafragma, beberapa ibu hamil mungkin akan merasakan tidak bisa mengambil napas yang terlalu dalam.

Penyebab ketiga adalah jantung yang bekerja lebih keras. Beban kerja jantung bertambah karena harus memompa darah ke seluruh tubuh dan plasenta. Beban kerja ekstra ini bisa membuat sang ibu lebih mudah terengah-engah. 

16. Alergi

Reaksi alergi yang ekstrim bisa menyebabkan sesak napas. Disebut juga anafilaksis, kondisi medis ini bisa mengancam jiwa karena itu dibutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. 

Penyebab alergi (alergen) bisa berbeda-beda tergantung tiap orang. Beberapa alergen yang cukup umum termasuk alergi obat, makanan, sengatan hewan, debu, sari bunga, dan lainnya.

17. Obesitas

Obesitas sendiri menjadi salah satu faktor risiko penyebab masalah jantung. Namun, selain itu kelebihan berat badan atau obesitas bisa menyebabkan pasien untuk merasa lebih terengah-engah dan sulit bernapas. Hal ini bisa disebabkan oleh beban kerja jantung yang lebih berat, kurangnya berolahraga, atau pun jaringan lemak berlebih pada perut yang menyebabkan tertekannya diafragma dan paru-paru. 

Faktor lingkungan

Terkadang ada faktor lingkungan atau kebiasaan yang bisa menyebabkan sesak napas. Berikut beberapa penyebab paling umum yang ada.

18. Olahraga

Entah itu kekurangan olahraga, atau terlalu banyak berolahraga, keduanya sama-sama bisa menyebabkan sesak napas. Jika kamu kurang berolahraga, itu bisa menyebabkan napas yang lebih pendek dan cepat merasa lelah. 

Cobalah untuk memulai berolahraga. Berikut beberapa keuntungan olahraga yang bisa membantu kamu untuk bernapas lebih normal: 

  • Meningkatkan kekuatan otot diafragma
  • Memasukkan lebih banyak udara ke dalam paru-paru
  • Membantu mengeluarkan lendir
  • Membantu paru-paru dan dinding dada tetap aktif

Jika kamu mempunyai asma atau penyakit paru/jantung lainnya, maka disarankan untuk tidak memilih jenis olahraga tertentu. Kamu masih boleh tetap olahraga, namun pilih yang ringan sehingga bisa diakomodasi untuk penyakit yang kamu idap, semisal berenang, yoga, atau berjalan kaki. Konsultasikan dengan dokter atau petugas medis lainnya sebelum berolahraga. 

19. Tersedak

Tersedak bisa menghambat saluran pernapasan dan menjadi situasi darurat medis. Entah itu tersedak makanan, mainan, ataupun benda lainnya, segera keluarkan benda tersebut dari tenggorokan. 

Lihat info lebih lanjut untuk pertolongan pertama sesak napas akibat tersedak.  

20. Tenggelam

Tenggelam dapat menyebabkan air untuk menghambat saluran pernapasan dan mengisi paru-paru dengan air. Jika ada seseorang yang tenggelam, periksa pernapasan mereka dan telepon petugas medis atau rumah sakit terdekat. 

Jika kamu mengetahui teknik CPR atau resusitasi jantung paru, segera implementasikan bila orang tersebut tidak bernapas. 

21. Berada di ketinggian

Level ketinggian tertentu bisa membuat kita merasa kesulitan bernapas. Hal ini dikarenakan kadar oksigen udara menipis dibandingkan di dataran rendah. Jika kamu merasa kesulitan bernapas, kembali turun ke dataran yang lebih rendah untuk mengatasi sesak napas.

22. Stress

Tingkat stress yang tinggi, terutama jika disertai kecemasan berlebih (anxiety), bisa menyebabkan sesak napas. Kecemasan berlebih juga bisa mempunyai gejala seperti berikut: 

  • Susah konsentrasi
  • Keringat berlebih
  • Peningkatan detak jantung
  • Merasa lelah
  • Merasa dunia akan tamat
  • Masalah pencernaan, seperti mual atau bahkan muntah

Kamu bisa mengatasi sesak napas dengan melakukan meditasi, konseling dengan psikolog, dan/atau berolahraga. Menenangkan diri menjadi kunci dari mengurangi rasa stress atau kecemasan yang ada.

Sudah tahu penyebab, sudah lindungi diri?

Mengetahui penyebab atas sesak napas yang kita atau orang terkasih alami. Tapi apa kamu sudah mempunyai perlindungan yang baik? Kalau belum, kamu bisa mencoba dengan asuransi kesehatan yang melindungi kamu dari risiko penyakit. Hanya dari Rp39.500 per bulan, asuransi ini juga sudah termasuk asuransi jiwa lho! Tunggu apalagi?

SHARE

Artikel Terkait Lainnya