penyebab stroke

Demi menjaga kesehatan dan umur panjang, kenali faktor risiko stroke apa yang kamu punya dan cara mencegah stroke untuk dirimu sendiri.

Apa saja penyebab stroke?

Penyebab stroke dipengaruhi oleh dua hal, yaitu faktor risiko gaya hidup yang tidak sehat dan faktor risiko kondisi atau penyakit lain yang kemudian menyebabkan stroke.

Secara singkat, faktor risiko gaya hidup tidak sehat termasuk merokok, kebiasaan minum alkohol berlebih, berat badan berlebih atau obesitas, dan seberapa aktif atau sering kamu berolahraga. Sementara itu, faktor risiko medis atau penyakit lain termasuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, apnea tidur, obat yang diminum, faktor jenis kelamin, dan faktor usia.

1. Merokok

Entah kamu perokok aktif atau pasif, merokok meningkatkan faktor risiko. Asap rokok memiliki ribuan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh. Salah satu zat kimia yang paling berbahaya dari asap rokok adalah karbon monoksida dan nikotin.

Zat kimia yang berada di dalam asap rokok ini juga bisa membuat trombosit kamu menempel satu sama lain dan menggumpal. Gumpalan ini bisa mengakibatkan tersumbatnya aliran darah ke otak dan menyebabkan stroke.

2. Kebiasaan minum alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebihan mempunyai beberapa efek samping. Contohnya alkohol memiliki kalori yang tinggi, sehingga konsumsi alkohol berlebih bisa menaikan berat badan dan memicu penyakit seperti diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi.

Ketiga kondisi tersebut (diabetes, hipertensi, dan obesitas) adalah faktor-faktor risiko stroke. Selain itu, meminum alkohol berlebih bisa menyebabkan kerusakan pada hati, dimana hati memproduksi zat yang bisa mencairkan gumpalan darah. Jika hati rusak, gumpalan darah akan lebih mungkin untuk terjadi.

3. Obesitas

Berat badan berlebih menyebabkan penumpukan jaringan lemak di dalam tubuh. Hal ini bisa menyebabkan pembengkakan dan terhambatnya peredaran darah yang berakhir pada stroke.

Selain itu, obesitas juga menjadi faktor risiko sekunder. Ini dikarenakan obesitas bisa memicu berbagai macam penyakit, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan apnea tidur, yang juga merupakan faktor risiko dari stroke. Karena itu, penting untuk menjaga berat badan ideal.

4. Kurang olahraga

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang berolahraga (walaupun hanya sebentar) memiliki 20% risiko lebih rendah untuk mengalami stroke dibanding mereka yang tidak berolahraga. Hal ini disebabkan berolahraga bisa membantu memperlancar peredaran darah dan mengurangi kemungkinan hipertensi yang menjadi penyebab stroke.

5. Penyakit jantung

Penyakit jantung dan stroke mempunyai hubungan yang sangat erat dan dapat mempengaruhi satu sama lain. Jika kamu memiliki penyakit jantung, maka kamu akan lebih berisiko untuk terkena stroke, dan sebaliknya. Orang yang pernah mengalami serangan jantung juga menjadi lebih rentan terhadap stroke. Hal ini disebabkan karena penyakit jantung dan stroke mempunyai faktor-faktor risiko yang serupa.

Baca Juga : Kenali Beberapa Gejala Umum Penyakit Jantung

 

6. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama dari stroke. Ketika tekanan darah tinggi, pembuluh darah otomatis terdampak dengan menjadi lebih kaku dan lebih sempit. Penyempitan pembuluh darah ini meningkatkan risiko tersumbatnya aliran darah yang berakhir pada stroke.

Baca Juga : Berapa Tekanan Darah Normal Berdasarkan Usia?

 

7. Diabetes

Pembuluh darah manusia membawa glukosa (gula) dan mengedarkannya ke seluruh tubuh untuk diserap sebagai energi. Untuk mengubah glukosa dalam darah menjadi energi diperlukan hormon insulin. Orang-orang yang mengidap diabetes tidak bisa memproduksi hormon insulin atau hormon insulinnya tidak efektif bekerja. Hal ini menyebabkan pengendapan gula dalam darah.

Pengendapan gula dalam darah yang terus-menerus dan tidak diobati dapat menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. 

8. Apnea tidur

Sleep apnea atau apnea tidur merupakan kondisi dimana pernapasan berhenti untuk sementara sebelum kembali dimulai. Kondisi ini bisa disebabkan oleh stroke, tetapi juga bisa menyebabkan serangan stroke di masa depan. Hal ini dikarenakan kondisi ini menurunkan level oksigen dan meningkatkan tekanan darah, yang keduanya bisa menyebabkan stroke.

9. Obat stroke

Stroke dibagi menjadi dua, yaitu stroke iskemik (pembuluh darah tersumbat gumpalan) dan stroke hemoragik (pembuluh darah pecah menyebabkan pendarahan). Pengobatan stroke untuk stroke iskemik adalah obat pengencer darah.

Walaupun obat pengencer darah ini bisa menyembuhkan stroke iskemik, namun bisa meningkatkan risiko terkenanya stroke hemoragik. Karena itu, dosis obat pengencer darah tidak boleh berlebihan dan terkadang diperlukan obat lain untuk mengontrol.

10. Jenis kelamin

Wanita lebih rentan untuk mengalami stroke dibanding pria, terutama di usia yang lebih tua. Selain itu, wanita juga memiliki beberapa kondisi tambahan yang mungkin menyebabkan stroke, antara lain:

  • Kehamilan, 
  • Preeklampsia (hipertensi saat kehamilan), dan 
  • Efek samping dari meminum pil KB (terutama bagi mereka yang merokok dan mempunyai hipertensi). 

Gejala stroke pada wanita pun bisa berbeda dibanding pada umumnya. Karena itu, penting bagi wanita untuk mengetahui dan menyadari gejala stroke yang mungkin dapat terjadi pada wanita juga.

11. Usia

Risiko terserang stroke meningkat jauh setelah usia 55 tahun. Bagaimana pun juga, perlu diingat bahwa stroke bisa menyerang siapa pun. Data mengatakan seperempat kasus stroke terjadi di bawah umur 65 tahun, serta 1 dari 4 orang di atas usia 25 tahun akan mengalami stroke di dalam hidupnya. Karena itu, penting untuk menjaga kesehatan tubuh kamu dari sekarang agar tidak mudah terkena stroke.

Jaga Kesehatan, Antisipasi Risiko

Mengetahui berbagai penyebab dan faktor risiko stroke di atas, kita harus selalu menjaga kesehatan. Namun, ada kalanya dimana penyakit menjadi tidak terduga. Karena itu, diperlukan langkah untuk mengantisipasi risiko dengan menyiapkan asuransi penyakit kritis.

Jika kamu memilih asuransi online Super You, kamu bisa mendapatkan perlindungan finansial dari risiko kanker, serangan jantung, dan stroke. Premi asuransi penyakit kritis pun sangat terjangkau, hanya mulai dari Rp28.500 per bulan. Pilih produk dan plan disini.

SHARE

Artikel Terkait Lainnya