pertolongan pertama pada kecelakaan

Kenapa sih tahu pertolongan pertama pada kecelakaan itu penting? Kan justru kita maunya tidak akan mengalami kecelakaan, bukan?

Memang betul. Namun, dunia di sekitar kita dipenuhi dengan risiko tak terduga. Tidak luput dari risiko itu, kita pun bisa menemuinya di jalan. Apalagi mengingat jalanan yang ramai dan padat dengan orang, motor, mobil, atau kendaraan lainnya. Kecelakaan pun bisa menjadi risiko tak terduga yang bisa menimpa kita. 

Bukannya mau mengutuk atau mendoakan, namun tidak ada salahnya untuk waspada dan berjaga. Menurut data dari Kominfo, ada 3 orang meninggal karena kecelakaan setiap jamnya di Indonesia. Sementara itu, sekitar 70 persen melibatkan kendaraan bermotor. Kemungkinan kamu terlibat dalam kecelakaan pun lebih besar dibanding yang kamu kira.

Lantas apa yang bisa kita lakukan? Yuk kenali pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. 

Langkah Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

Dalam keadaan darurat seperti kecelakaan lalu lintas, kamu bisa mengikuti petunjuk berikut jika kamu melihat atau menyaksikan langsung kecelakaan yang terjadi.

Pastikan kondisi sudah aman 

Ini berarti memastikan bahwa tidak ada lalu lintas. Sehingga jika kamu menghampiri kendaraan yang terlibat kecelakaan, kamu tidak akan tertabrak oleh kendaraan lain yang mungkin melintas. Hal ini untuk mencegah penambahan korban kecelakaan yang ada. Selain itu, cek kembali di sekitar kendaraan: Apakah ada risiko api dari bensin yang tumpah? Bila semuanya terlihat aman, maka matikan mesin kendaraan. Cek ada berapa kendaraan yang terlibat dan apakah ada yang mengalami luka serius. Jika ada saksi lainnya, minta mereka untuk menelpon layanan darurat melalui nomor 112. 

Periksa korban yang diam saja

Jika penumpang terdengar menangis, menjerit, atau membuat suara macam apa pun, itu artinya mereka masih hidup dan bernapas. Karena itu, prioritas utama adalah untuk memeriksa mereka yang tidak bersuara sama sekali. Jika ada, maka lakukan langkah berikut: 

  1. Periksa apakah mereka responsif. Kamu bisa melakukan ini dengan memanggil atau menepuk pundak mereka.
  2. Jika mereka tidak memberi respons tetapi masih bernapas, pastikan korban berada di posisi yang memudahkan mereka bernapas. Jika mereka memakai helm, maka buka helm dari kepala mereka untuk memudahkan pernapasan. Hindari pergerakan yang terlalu banyak, terutama pergerakan memutar badan. Terus berbicara kepada mereka karena mereka masih bisa mendengar kamu bahkan saat tidak sadarkan diri. Pastikan mereka tetap hangat. 
  3. Jika seseorang tidak bernapas maka kamu harus melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP), disebut juga CPR. Jika kamu tidak tahu caranya, hubungi rumah sakit terdekat untuk langkah-langkah resusitasi atau pertolongan lainnya yang disarankan. 

Cara memeriksa detak jantung seseorang

Kamu bisa memeriksa detak jantung korban untuk memastikan apakah mereka masih hidup atau tidak. Pemeriksaan detak jantung bisa dilakukan di dua tempat yaitu leher atau pergelangan tangan.

Untuk memeriksa detak jantung di leher: 

  • Tekan jari telunjuk dan jari tengah ke sisi leher, pada lekukan yang berada di atas tulang belikat. 
  • Jika kamu tidak bisa menemukan detak jantung, coba untuk menggerakan jarimu di area sekitar leher. 

Untuk memeriksa detak jantung di pergelangan: 

  • Pegang lengan mereka hingga lurus dengan telapak jari mengenadah ke atas.
  • Tekan jari telunjuk dan jari tengah di sisi dalam pergelangan tangan.
  • Jika kamu tidak bisa menemukan detak jantung, coba menggerakan jarimu di area sekitar pergelangan tangan atau coba untuk tekan lebih keras.

Mengevakuasi korban kecelakaan

Kamu tidak boleh sembarangan mengevakuasi korban kecelakaan. Hal ini dikarenakan bisa memperparah luka yang ada. Hanya evakuasi atau memindahkan korban ke jarak yang lebih aman bila: 

  1. Keadaannya berbahaya dan genting, seperti adanya api, ledakan, atau banjir. 
  2. Korban sudah sadarkan diri. Sebaiknya ajak mereka untuk menjauh ke tempat yang lebih aman. Pastikan mereka hangat dan tenangkan mereka, sementara kamu melihat apakah dia mengalami pendarahan atau luka yang parah.

Bila mereka tidak sadarkan diri, hindari untuk memindahkan korban. Selain itu, untuk korban yang tertabrak kendaraan atau terlempar dari kendaraan mereka, pastikan mereka tidak terlalu banyak bergerak. 

Jika mereka tidak sadarkan diri, idealnya adalah untuk memastikan tulang punggung mereka sejajar dan tidak terpelintir. Selebihnya, tunggu petugas medis dan ambulans untuk tiba di lokasi.

Periksa luka yang mungkin ada pada korban

Saat kecelakaan, ada dua luka yang mungkin secara umum bisa terjadi, yaitu pendarahan atau patah tulang. Berikut langkah-langkah pertolongan pertama untuk mengobati kedua jenis luka tersebut.

Jika terjadi pendarahan, tujuan utama adalah untuk menekan luka demi mengurangi pendarahan:

  • Periksa apakah ada sesuatu yang tertancap pada luka, seperti pecahan kaca. Jika ya, hindari untuk menekan atau mengeluarkan benda yang tertancap. Buat lapisan di sekelilingnya sebelum membalut luka untuk menghindari tekanan pada benda yang tertancap. 
  • Jika tidak ada yang tertancap, berikan tekanan pada luka dengan semacam bantalan yang bersih. Bantalan tersebut bisa dalam bentuk baju, kain, atau pun perban luka. Terus tekan luka hingga pendarahan berhenti. Setelah pendarahan berhenti, balut luka. 
  • Jika pendarahan masih belum berhenti, terus tekan luka dengan bantalan yang ada. Tambahkan bantalan lain dan balut luka. 
  • Pastikan kamu sudah menelpon ambulans atau membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan medis lebih lanjut.

Jika terjadi patah tulang, lakukan langkah berikut: 

  • Pastikan apakah korban benar-benar mengalami patah tulang. Patah tulang bisa dikenali dengan tiga tanda, yaitu rasa sakit, pembengkakan, dan bentuk yang tidak pada posisi normalnya. Korban juga mungkin merasa lemas, pusing, atau mual sebagai efek samping dari syok. Jika tidak yakin, perlakukan seolah patah tulang.
  • Jika korban tidak sadarkan diri dan kesulitan bernapas atau mengalami pendarahan, maka tangani masalah-masalah tersebut terlebih dahulu sebelum menangani patah tulang. 
  • Periksa kondisi luka, jika korban sadar. Bila tidak terlalu parah, kamu bisa membawa mereka langsung ke rumah sakit terdekat. Bila mereka mengalami rasa sakit yang luar biasa, maka jangan pindahkan mereka. Terutama jika mereka mematahkan tulang kaki dan tulang punggung.
  • Jangan beri korban makanan atau minuman sama sekali, karena mereka mungkin akan dibius saat sampai di rumah sakit.

Sebelum terlambat, jangan lupa perlindungan!

Selain mengetahui pertolongan pertama pada kecelakaan, kamu bisa mengurangi risiko kecelakaan yang ada. Contohnya, terapkan safety riding dengan menggunakan helm dan memakai seat belt saat berkendara. Jangan lupa juga untuk tidak berkendara saat mengantuk, atau di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan. Selain itu, pastikan kamu punya perlindungan kecelakaan yang tepat.

Asuransi kecelakaan pun tidak harus mahal kok, bisa mulai dari Rp30 ribu-an saja. Dengan harga flat untuk semua usia, kamu pun bisa mencegah risiko finansial dari kecelakaan.

SHARE

Artikel Terkait Lainnya