tekanan darah normal dewasa

Tekanan darah menjadi salah satu indikator kesehatan seseorang. Jika tekanan darah normal untuk ukuran orang dewasa, maka kamu pun mempunyai lebih sedikit risiko untuk terkena berbagai penyakit.

Sekalinya kamu mempunyai tekanan darah tinggi, maka akan sulit bagi kamu untuk menurunkannya. Kamu hanya bisa menjaganya dan kamu harus minum obat penurun tekanan darah tinggi seumur hidup. Maka dari itu, penting untuk kita bisa mencegah hipotensi atau hipertensi sebelum terjadi. 

Karena itu, ada baiknya untuk sesekali mengukur apakah tekanan darah kamu normal atau tidak. 

Sebelum mengerti tekanan darah normal pada orang dewasa, kamu harus bisa membaca ukuran tekanan darah terlebih dahulu. Tekanan darah mempunyai dua angka, yaitu tekanan darah atas (sistolik) dan tekanan darah bawah (diastolik).

Tekanan sistolik memberitahu tekanan saat jantung sedang memompa ke seluruh tubuh, sementara tekanan diastolik memberitahu tekanan saat jantung sedang beristirahat. Keduanya mempunyai satuan mmHg (milimeter air raksa).

Kedua tekanan ini biasanya dibaca sebagai kesatuan. Misalnya tekanan sistolik nya 120 mmHg dan tekanan diastolik nya 80 mmHg, maka dibacanya 120 per 80 (120/80) mmHg.

Berapa tekanan darah normal orang dewasa?

Patokan tekanan darah normal bagi orang dewasa adalah di bawah 120/80 mmHg. Namun, batasan normal ini bisa mulai dari 95/60 mmHg sampai 135/80 mmHg. Jika di bawah itu, maka kamu memiliki hipotensi (tekanan darah rendah) dan jika di atas, maka kamu memiliki hipertensi (tekanan darah tinggi). 

Kalau kamu sudah berada di ambang hipotensi (95/60 mmHg) atau hipertensi (130-135/80 mmHg), disarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup demi mencegah hipotensi maupun hipertensi.

Berapa Tekanan Darah Normal berdasarkan Usia?

Bagaimana dengan ibu hamil?

Tekanan darah pada ibu hamil bisa berubah dikarenakan sedang mengandung. Kehamilan sendiri bisa menjadi faktor risiko bagi tekanan darah rendah maupun tekanan darah tinggi. 

Dilansir dari Medical News Today, ibu hamil biasanya mengalami penurunan tekanan darah pada 24 minggu pertama kehamilan. Namun, jika sudah di bawah 90/60 mmHg, maka diperlukan langkah-langkah pencegahan hipotensi demi mengurangi risiko komplikasi. 

Tekanan darah tinggi yang disebabkan kehamilan juga mungkin terjadi setelah masa 20 minggu pertama kehamilan. Lonjakan ini bisa mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi. Pemantauan tekanan darah perlu dilakukan demi mengontrol level tekanan darah agar tidak berbahaya.

Hipotensi

Walaupun lebih jarang dibanding kasus hipertensi, hipotensi mempunyai bahayanya sendiri. Tekanan darah rendah adalah kondisi dimana seseorang mempunyai tekanan darah di bawah 90/60 mmHg. 

  1. Tekanan sistolik kamu di bawah 90 mmHg, terlepas dari angka diastoliknya, atau
  2. Tekanan diastolik kamu di bawah 60 mmHg, terlepas dari angka sistoliknya.

Berikut beberapa penyebab atau pemicu hipotensi :

  • Kehamilan. Terutama masa 20 minggu pertama.
  • Penyakit jantung
  • Dehidrasi
  • Kekurangan darah
  • Alergi parah (Anafilaksis)
  • Infeksi (Sepsis)
  • Kekurangan gizi, terutama vitamin B12, asam folat, dan zat besi

Risiko Tekanan Darah Rendah

Hipotensi sedang saja bisa menyebabkan kelesuan, tidak sadarkan diri, dan risiko terluka saat jatuh pingsan. Sementara itu, hipotensi tingkat berat bisa menyebabkan kurangnya peredaran oksigen ke seluruh tubuh, meningkatkan risiko untuk mengalami kegagalan organ, terutama pada otak dan jantung. 

Cara Mencegah Tekanan Darah Rendah

Untuk mencegah hipotensi, kamu bisa melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:

  • Jangan berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau tidur.
  • Ganjal bantal ketika tidur sehingga lebih tinggi.
  • Ubah porsi makan menjadi lebih kecil namun lebih sering.
  • Banyak minum air.
  • Batasi konsumsi harian alkohol dan kafein.

Hipertensi

Tekanan darah tinggi adalah kondisi dimana seseorang mempunyai tekanan darah di atas 135/80 mmHg. Kamu juga bisa mengalami prehipertensi bila memiliki tekanan darah kamu di atas 120/80 mmHg, namun belum sampai batas hipertensi.

  1. Tekanan sistolik kamu di atas 135 mmHg, terlepas dari angka diastoliknya, atau
  2. Tekanan diastolik kamu di atas 80 mmHg, terlepas dari angka sistoliknya.
  • Bertambahnya umur. Terutama wanita akan mengalami risiko lebih tinggi setelah umur 65.
  • Punya riwayat penyakit keluarga. 
  • Berat badan berlebih.
  • Jarang berolahraga. 
  • Perokok aktif. 
  • Terlalu banyak mengonsumsi garam.
  • Kurang mengonsumsi potassium.
  • Terlalu banyak minum alkohol.
  • Tingkat stress yang tinggi.
  • Penyakit kritis lainnya, seperti penyakit ginjal, diabetes, dan sleep apnea.
  • Serangan jantung dan stroke.
  • Aneurisme. 
  • Gagal jantung.
  • Gagal ginjal.
  • Kehilangan penglihatan.
  • Sindrom metabolik. Sindrom ini bisa menyebabkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan stroke.
  • Susah mengingat atau mengerti sesuatu. 
  • Demensia.

Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi

Untuk mencegah hipertensi, kamu bisa melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:

  • Rutin berolahraga. Jika bisa, olahraga sebanyak 150 menit per minggu.
  • Atasi dan kelola stress dengan baik.
  • Mengonsumsi obat tekanan darah tinggi. Namun, perlu diingat bahwa harus atas saran dokter dan bahwa sekali kamu mengonsumsi obat tekanan darah tinggi, maka kamu harus rutin meminumnya.
  • Kurangi konsumsi garam dan alkohol.
  • Pertahankan berat badan ideal kamu.

Baca Juga : Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Bagaimana Cara Melawan Risiko Penyakit?

Kamu bisa melawan risiko penyakit tekanan darah rendah atau tinggi dengan menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Selain itu, pastikan kamu juga punya rencana cadangan bila terkena risiko penyakit. Salah satu safety net paling aman dan terpercaya adalah asuransi penyakit kritis. Cari tahu lebih tentang asuransi penyakit kritis.

Tidak hanya itu, kamu bisa lho mendapatkan keuntungan jika beli asuransi online. Dengan harga yang lebih terjangkau dan proses yang mudah, hanya beberapa klik saja, kamu bisa mendapatkan perlindungan terbaik dari risiko penyakit yang ada

SHARE

Artikel Terkait Lainnya