hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu kondisi medis dengan risiko-risiko penyakit berbahaya. Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2015, sekitar 1.13 miliar orang menderita hipertensi. 

Biasanya orang yang sudah menderita hipertensi pun harus bergantung kepada obat-obatan selama sisa hidupnya untuk menjaga tekanan darah mereka. 

Maka dari itu, lebih baik kita menjaga agar tekanan darah tetap normal. Yuk kita cari tahu lebih lagi tentang tekanan darah tinggi dan cegah hipertensi bersama!

Apa itu Hipertensi?

Hipertensi adalah kondisi medis dimana tekanan darah seseorang lebih tinggi dari 140/90 mmHg, dimana jauh dari batas normal tekanan darah pada umumnya. Tekanan darah normal untuk orang dewasa itu tidak lebih dari 120/80 mmHg. 

Jika kamu sudah lebih dari 120/80 mmHg tapi belum mencapai 140/90 mmHg, maka kamu tergolong prehipertensi. Ada baiknya kamu melakukan langkah pencegahan hipertensi dengan mengubah pola makan dan gaya hidup kamu menjadi lebih sehat. 

Gejala Hipertensi

Tekanan darah tinggi juga disebut sebagai silent killer karena tidak semua orang mengalami gejala. Karena belum tentu menunjukkan gejala, pengukuran tekanan darah secara rutin itu sangat penting bagi semua orang, terutama bagi mereka yang sudah di atas 40 tahun atau perokok aktif.

  • Sakit kepala di pagi hari
  • Mimisan
  • Detak Jantung tidak beraturan
  • Pandangan kabur, atau
  • Telinga yang mendengung
  • Cepat lelah
  • Mual
  • Muntah
  • Linglung
  • Rasa cemas berlebih
  • Nyeri dada, atau
  • Tremor pada otot

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, konsultasikan kesehatanmu segera kepada tenaga ahli medis. Jika kamu tidak mengalami gejala, ada baiknya tetap memeriksakan tekanan darah kamu secara rutin ya. 

Cara Memeriksa Tekanan Darah di Rumah

Kamu bisa memeriksa tekanan darah kamu secara rutin di rumah, dengan menggunakan alat tensimeter digital.

  • Duduk selama 5 menit sebelum melakukan tes, pastikan tubuh kamu dalam keadaan rileks.
  • Pasangkan manset di lengan atas, berjarak 2 cm di atas siku. Pastikan manset bersentuhan langsung dengan kulit. Singsingkan lengan jika kamu mengenakan baju lengan panjang. 
  • Lengan lurus dan tingginya sejajar dengan jantung.
  • Pastikan telapak kaki menapak di lantai dan duduk tegak selama mengambil tes. 
  • Jangan berbicara selama pengambilan tes.
  • Jangan ambil tes di dalam ruangan bersuhu dingin. 
  • Hindari merokok, minum alkohol, atau berolahraga 30 menit sebelum mengambil tes.
  • Disarankan untuk buang air kecil dulu sebelum mengambil tes.

Penyebab Tekanan Darah Tinggi

Kondisi hipertensi bisa dipicu oleh berbagai faktor risiko. Kebanyakan kasus tekanan darah tinggi dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat, walau bisa juga disebabkan oleh penyakit lain atau keturunan.

  • Perokok aktif;
  • Berat badan berlebih atau obesitas;
  • Kurangnya berolahraga;
  • Terlalu banyak mengonsumsi garam;
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol;
  • Tekanan mental atau stres; 
  • Usia lebih dari 35 tahun;
  • Genetik dan riwayat keluarga;
  • Penyakit ginjal kronis;
  • Kelainan pada kelenjar adrenal dan tiroid; atau
  • Sleep apnea atau apnea tidur.

Nah, semakin banyak kondisi di atas yang kamu punya, maka kamu akan lebih berisiko untuk mempunyai tekanan darah tinggi. Namun, jangan khawatir! Tekanan darah itu bisa dikontrol dan dijaga agar tidak naik, karena itu pastikan kamu rajin mengecek tekanan darah kamu ya.

Risiko Penyakit

  • Serangan jantung,
  • Stroke, 
  • Aneurisma (pembengkakan pada arteri), 
  • Gagal jantung, 
  • Gangguan pembuluh darah pada ginjal, 
  • Gangguan pembuluh darah pada mata, menyebabkan gangguan penglihatan,
  • Kesulitan mengingat atau mengerti suatu konsep,
  • Dementia yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah

Perlindungan untuk Hidup Supermu dengan Asuransi Super You. Mulai dari Rp.28.500!

 

Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi bisa dicegah dengan melakukan perubahan pada pola makan dan gaya hidup sehat. Lantas apa saja yang bisa kita lakukan? Kamu bisa memulainya dengan:

1. Menjaga apa yang kamu makan

Idealnya untuk kamu yang menderita pre hipertensi atau hipertensi, jaga konsumsi garam di bawah 1500 mg per harinya. Karena itu usahakan untuk tidak memakan makanan yang banyak mengandung garam. Selain itu, jika menggunakan produk turunan susu, kamu bisa menggunakan unsalted

Jangan lupa juga kurangi konsumsi MSG yang tinggi sodium. Jauhi atau setidaknya kurangi makanan yang berlemak dan berminyak. Kamu bisa beralih ke makanan yang lebih mengandung serat, seperti sayur dan buah-buahan.

2. Lebih aktif berolahraga

Luangkan lebih banyak waktu untuk berolahraga. Selain menjaga kesehatan jantung, berolahraga juga membantu tubuh kamu mengeluarkan energi yang tidak terpakai. Ini bisa menjadi salah satu cara efektif untuk setidaknya menjaga berat badan, atau bahkan menurunkan. Karena itu, berolahraga menjadi salah satu cara pencegahan tekanan darah tinggi yang efektif. 

3. Kurangi pola hidup yang tidak sehat

Kurangi atau berhenti merokok agar kamu bisa menjaga tekanan darah kamu agar tetap normal. Selain itu, batasi mengonsumsi minuman beralkohol menjadi 1-2 botol sehari. Kelola emosi dan dirimu agar kamu bisa mengendalikan atau menurunkan tingkat stres kamu.

4. Rajin lakukan pemeriksaan

Selain itu, kamu disarankan untuk mempunyai alat tensimeter digital. Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin agar kamu bisa memantau dan mengontrol tekanan darah kamu agar tidak menjadi terlalu tinggi. Jika memang sudah diatas normal, pastikan kamu berkonsultasi dengan ahli medis untuk pengobatan lebih lanjut.

Namun terkadang risiko hipertensi tidak terelakkan

Walaupun sudah menjaga kesehatan dengan maksimal, kamu pun tetap mempunyai risiko untuk mendapatkan hipertensi, entah turunan atau memang efek samping dari menuanya usia. Karena itu, pastikan kamu setidaknya memiliki asuransi di Indonesia yang bisa memberimu perlindungan terhadap risiko-risiko penyakit yang mungkin disebabkan hipertensi.

Kamu mungkin bisa memilih asuransi penyakit kritis, produk asuransi yang juga melindungi kamu dari risiko penyakit kritis, seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker. Apalagi kamu bisa mendapatkan produk ini secara online dengan harga mulai dari Rp28.500 / bulan saja.

Artikel Terkait