Cara Melunasi Hutang

Terkadang hutang menjadi bagian dari hidup. Dengan kebutuhan biaya hidup yang tinggi yang disertai inflasi, agak sulit untuk membayar barang tanpa hutang. Namun, kamu juga harus berhati-hati saat mengambil hutang. Yuk, belajar dulu seputar hutang!

Jenis-jenis Hutang

Berikut beberapa jenis hutang yang mungkin kamu jumpai.

Hutang yang harus dibayarkan dalam waktu maks 12 bulan. Tentunya bank bisa memberikan pinjaman ini hingga ratusan juta, namun bagi pihak non-bank, seperti e-commerce atau financial technology, hanya akan memberikan hingga Rp20 Juta.

Hutang yang dibayarkan dalam waktu 2+ tahun. Biasanya digunakan untuk pembayaran besar, seperti cicilan kendaraan atau rumah. Hutang jangka panjang hanya disediakan oleh bank.

Hutang yang bertujuan untuk membeli sesuatu yang harganya akan naik. Contohnya hutang demi membuat bisnis, membeli rumah / tanah, serta pendidikan. Hasil hutang jenis ini menjadi bermanfaat sebagai pendapatan.

Hutang yang bertujuan untuk membeli sesuatu yang harganya hanya akan turun. Contohnya membeli gawai, kendaraan pribadi, dan barang lainnya. Hutang jenis ini hanya akan menyedot pendapatan.

Semua jenis hutang ini masih dikatakan sehat bila memenuhi syarat berikut: 

  • Cicilan bulanan idealnya < 30% pendapatan bulanan, maksimal 35%
  • Total keseluruhan nilai hutang < 50% total aset keseluruhan
  • Maksimal hutang produktif = 20% pendapatan bulanan
  • Maksimal hutang konsumtif = 15% pendapatan bulanan

Bila di luar dari itu, maka kamu perlu melakukan perencanaan keuangan yang lebih baik lagi. Atau kamu bisa mencoba 11 cara melunasi hutang berikut!

1. Lakukan pencatatan keuangan

Tinjau kembali kondisi keuangan kamu, terutama pada aspek berikut:

  • Rekap hutang: Cari tahu berapa jumlahnya, panjang tenornya, serta apakah melebihi batas hutang;
  • Pengeluaran: Sortir berdasarkan kategori, misalnya makan, transportasi, tagihan bulanan, dan lainnya;
  • Pendapatan: Termasuk pendapatan tetap, sampingan, serta pendapatan lainnya

Dengan begitu, kamu bisa tahu mana yang harus dilakukan: Mengurangi beban hutang, menekan pengeluaran, atau mendapatkan pendapatan tambahan?

2. Tetapkan strategi membayar hutang

Ada dua strategi yang bisa kamu pakai saat ingin membayar hutang.

Gunakan strategi bila kamu masih sanggup membayar, namun ingin melunasi hutang secepat mungkin. Pertama, sortir terlebih dahulu hutangmu, contohnya seperti ini:

Hutang A: Rp1.200.000, cicilan 6 bulan @Rp200.000

Hutang B: Rp2.700.000, cicilan 18 bulan @Rp150.000

Hutang C: Rp24.000.000, cicilan 24 bulan @Rp1.000.000

Ini berarti total cicilan bulanan kamu adalah Rp1.350.000. Mulai sisihkan Rp2.000.000 per bulan untuk membayar cicilan hutang B dan C, serta sisanya dibayarkan untuk hutang A. Ketika hutang A lunas, lakukan yang sama dengan hutang B, dan seterusnya.

Bila tidak sanggup membayar tagihan hutang minimum, bayar hutang yang bunganya paling besar dulu. Kalau nantinya kamu mempunyai uang tambahan, gunakan uangnya untuk bayar hutang lainnya.

3. Transfer balance kartu kredit

Pindahkan tagihan kartu kredit kamu ke bank lain yang menawarkan bunganya lebih rendah atau bunga flat.

4. Perpanjang Masa Cicilan

Ajukan permintaan untuk tenor lebih panjang. Namun, hal ini hanya berlaku pada hutang bank. Kemungkinan kamu akan dimintai beberapa dokumen, seperti KTP, formulir yang telah diisi, serta dokumen lainnya yang mungkin diminta oleh bank.

5. Take over kredit

Bila kamu benar-benar sudah tidak sanggup lagi membayar hutang, maka kamu bisa menjual barang / rumah yang kamu angsurkan. Gunakan hasilnya untuk membayar sisa hutangmu.

6. Jangan pakai kartu kredit lagi

Terutama bila hutang konsumtif kamu menumpuk. Tinggal kartu kredit di rumah dan hapus semua data kartu kredit kamu dari toko online.

7. Tekan pengeluaran

Kamu bisa melakukan ini dengan mengatur uang kamu sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, buat juga semacam anggaran atau budgeting untuk membantumu.

8. Minta kenaikan gaji

Coba ajukan dengan bilang kepada atasanmu tentang masalah finansial yang kamu alami. Tentunya, kamu juga harus membuktikan bahwa kamu pantas mendapatkan promosi.

9. Cari pendapatan lain

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan. Kamu bisa cari uang melalui internet, membuat usaha sampingan, mencari pendapatan pasif, atau mencari part time.

10. Dapatkan uang dari aset

Sewakan ruangan / rumah / kendaraan pribadi bila kamu tidak memakainya. Kamu juga bisa menyewakan alat lain, misalnya alat musik, peralatan kamera, dan lainnya. Bila keadaan mendesak, kamu bisa menjual barang yang tidak terpakai.

11. Gunakan tabungan (Bila Terpaksa!)

Tabungan berguna untuk keadaan darurat. Namun, terjerat hutang menjadi bahaya bila tidak dilepas. 

Baca juga: Menabung atau Bayar Hutang, Prioritas Mana?

Bagaimana cara menghindari hutang?

Kamu bisa menghindari hutang dengan melakukan 3 hal berikut: 

  1. Lakukan perencanaan keuangan pribadi yang benar.
  2. Terapkan cara menabung daripada berhutang.
  3. Siapkan asuransi.

Dengan asuransi, kamu tidak perlu meminjam uang atau berhutang ketika dalam kondisi darurat. Apalagi asuransi online, preminya murah sehingga kamu tidak perlu khawatir. 

Kalau tidak percaya, coba cek dulu saja asuransi jiwa Super Life. Perlindungan satu ini meng-cover risiko meninggal, termasuk COVID-19, dan hanya mulai dari Rp33.000 saja per bulan. Yuk, cek produknya lebih lanjut!

 

SHARE Super you Facebook Super you instagram

Artikel Terkait Lainnya