7 fungsi asuransi

Sebelum terjun ke fungsi asuransi, kita harus mengerti dulu nih cara kerja asuransi. Prinsip asuransi itu sebenarnya sudah ada dari zaman dulu. Bahkan waktu zaman nenek moyang kita masih pake sistem perekonomian barter, mereka sudah menerapkan prinsip asuransi lho! 

Walau memang tidak sama dengan konsep asuransi zaman modern, tapi prinsipnya sama:

  • Risiko itu akan selalu ada dalam hidup,
  • Risiko ini buat hidup kita penuh ketidakpastian,
  • Tapi risiko bisa ditanggung bersama atau dibagi-bagi.

Misalnya nih dulu ada risiko rumah kebakaran. Jika orang tidak punya rumah, maka hidupnya jadi sangat tidak pasti. Sayangnya, risiko itu akan selalu ada. Tapi risiko itu bisa ditanggung bersama. Gimana caranya?

Zaman dulu jika ada rumah yang kebakaran, maka satu desa akan membantu membangun kembali rumah itu. Jika ada warga lain yang rumahnya terbakar, satu desa bakal bantu lagi. Siapapun yang tinggal di desa itu jadi tidak usah takut dengan risiko kebakaran.

Mungkin penduduk desa yang lain belum tentu bisa mengembalikan isi rumah kamu sepenuhnya, tapi setidaknya kamu jadi punya rumah lagi. Risiko yang kamu tanggung jadi tinggal mengisi kembali rumah dengan pakaian dan makanan.

Bisnis zaman dulu juga begitu, risiko yang ada dibagi-bagi. Contohnya ketika pedagang Tiongkok suka membagi dagangannya ke beberapa kapal ketika menyusuri sungai yang arusnya deras. Hal ini pun mengurangi risiko yang ada. Misalnya mereka membagi hartanya ke 5 kapal dan jika ada 1 yang tenggelam tidak masalah, karena 4 lainnya masih selamat. 

Belajar dari prinsip-prinsip ini, manusia modern membuat perusahaan asuransi. Gunanya apa? Orang sama-sama “menabung” atau “berinvestasi” di perusahaan asuransi. Jika mengalami risiko, perusahaan asuransi seperti desa yang akan membantu kamu bangkit dari risiko finansial yang kamu alami.

Nah, karena kamu sudah mengerti sedikit nih soal konsep asuransi, sebenarnya apa saja sih fungsi asuransi di zaman modern? Berikut ada tiga fungsi primer dan empat fungsi sekunder dari asuransi.

Apa fungsi primer asuransi?

Fungsi primer asuransi itu memberi manfaat langsung kepada individu yang mempunyai asuransi. Jadi fungsinya masih tingkat individu, antara lain:

1. Mengalihkan risiko

Kita sudah tahu nih risiko itu bakal selalu ada. Kebanyakan kali tidak terduga. Entah itu, tiba-tiba dipecat atau mengalami kecelakaan atau didiagnosa penyakit aneh sekalipun. Kita tidak akan pernah tahu, dan tentunya kita tidak mengharapkan hal tersebut terjadi pada siapapun. 

Namun, terkadang risiko itu ada dan menimpa kita. Lalu apa yang bisa dilakukan? Ya kita alihkan risikonya ke pihak lain. Di kasus ini maka pihak lain itu adalah perusahaan asuransi. 

Bayangkan kamu membeli asuransi kecelakaan dari Super You. Jika kamu (amit-amit) mengalami kecelakaan dan patah tulang, maka Super You akan menerima risiko finansial kamu. Kamu tidak perlu pusing mikirin risiko tidak bisa bayar operasi, dan hanya perlu fokus untuk pulih dari keadaan kamu.

Risikonya bukan lagi beban tanggungan kamu sendiri saja, tetapi dibantu ditanggung oleh perusahaan. Beban kamu atau kerugian karena risiko ini pun jadi berkurang dan lebih enteng.

2. Memberi kepastian

Jika kamu mengalami suatu risiko, maka kamu akan mengalami kerugian. Kerugian ini bisa dipenuhi dengan ketidakpastian, mulai dari pemikiran: 

  • Waduh, gimana saya tutup kerugiannya?”, 
  • Apa saya masih punya uang yang cukup?”, 
  • Bagaimana jika saya bangkrut?”, 
  • Bagaimana jika saya tidak bisa bayar?” 

Dan bagaimana-bagaimana yang lainnya. Lalu bagaimana? Ya kalau kamu punya asuransi, kamu tidak perlu mengalami ketidakpastian ini. Kamu tidak perlu bertanya “bagaimana” lagi, karena risikonya sudah ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi.

3. Memberikan perlindungan finansial

Tentunya ini berhubungan dengan fungsi nomor dua juga ya. Ketika kamu mengalami risiko, maka kamu akan menerima manfaat asuransi dari perusahaan asuransi. Manfaat asuransi ini memberimu kepastian secara finansial, bahwa kamu tidak perlu khawatir lagi dengan dampak finansial dari risiko yang terjadi. 

Apa fungsi asuransi sekunder?

Nah, fungsi asuransi sekunder itu efeknya lebih luas dibanding fungsi asuransi primer. Jadi bukan hanya kepada satu individu saja, tetapi fungsi asuransi di lapisan masyarakat, yaitu: 

1. Mengurangi terjadinya risiko

Sebagai individu yang mempunyai asuransi dan perusahaan asuransi, tentunya kita sama-sama tidak mau risiko untuk terjadi, bukan? Pastinya kita akan berusaha sekeras mungkin agar risiko itu tidak terjadi. 

Karena itu, perusahaan asuransi pun kerap bekerja sama dengan institusi-institusi yang mengurangi risiko terjadi, entah itu dengan organisasi kesehatan untuk mengurangi risiko terkena penyakit, atau dengan organisasi yang mengedukasi tentang safety riding demi mengurangi risiko kecelakaan. 

Dengan begitu, masyarakat pun bisa menjadi lebih berhati-hati dan kemungkinan terjadinya risiko pun menjadi lebih kecil. Jika kemungkinan risiko lebih kecil, maka premi asuransi pun bisa menjadi lebih murah dan lebih bisa diakses oleh semua orang. 

Kemungkinan terjadi risiko berkurang, dan lebih banyak lagi orang yang bisa terlindungi.

2. Memberi modal bisnis

Seringkali premi asuransi yang dibayarkan perusahaan asuransi tidak diam begitu saja. Jika dipendam, maka yang ada uang ini bisa hangus karena kalah nilainya dengan inflasi. 

Karena itu, perusahaan asuransi terkadang memilih untuk memakai sebagian uang premi sebagai modal untuk investasi saham atau obligasi atau reksadana. Apapun instrumen investasi yang dipakai, uangnya tidak disimpan begitu saja dan membantu mendorong perputaran roda perekonomian bangsa. 

3. Meningkatkan efisiensi masyarakat

Sebagai individu, jika kita mempunyai kepastian akan masa depan dan hidup, maka kita akan menjadi lebih produktif. Asuransi bisa menaikkan angka produktivitas dan efisiensi masyarakat dalam bekerja. 

Karena itu, roda perekonomian pun bisa bergerak lebih mulus dengan berkurangnya rasa ketidakpastian dalam masyarakat. 

4. Mendukung kemajuan ekonomi

Karena asuransi berfungsi untuk memberi kepastian, membuat orang lebih produktif bekerja karena kepastian tersebut, dan memberi modal bagi perekonomian bangsa, tentunya asuransi mendukung kemajuan ekonomi. Asuransi merupakan salah satu alasan kenapa ekonomi bisa terus bertumbuh dan memberi inovasi-inovasi baru yang memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ternyata asuransi itu penting ya!

Tanpa adanya asuransi, pihak individu dan ekonomi secara umum tidak bisa berjalan selancar sekarang. Karena itu, mungkin sudah saatnya nih kamu mempertimbangkan risiko-risiko yang sangat mungkin terjadi dalam hidup kamu dan memilih asuransi yang tepat.

Kamu bisa memulai berasuransi melalui produk asuransi online. Nyatanya, produk asuransi online itu jauh lebih terjangkau, mudah diatur, dan mudah diakses. Kamu bisa memilih polis asuransi yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Untuk mencoba, kamu bisa memilih asuransi jiwa yang mulai hanya dari Rp33.000 saja lho per bulannya.

SHARE

Artikel Terkait Lainnya