cara membuat bisnis plan

Membuka bisnis, entah itu sebagai pekerjaan utama atau hanya sebatas usaha sampingan, membutuhkan perencanaan yang matang. Kamu bisa memulai dengan membuat bisnis plan. 

Bisnis plan adalah sebuah rencana pengembangan ketika ingin membuka bisnis. Rencana ini meliputi keseluruhan strategi bisnis. Ibarat tidak tahu jalan, bisnis plan bisa dijadikan kompas untuk bisnis kita agar tidak tersesat dan sampai ke tujuan yang ingin dicapai. Yuk bahas dulu alasan kenapa bisnis plan itu penting!

Kenapa perlu membuat bisnis plan?

Berikut beberapa alasan kenapa membuat bisnis plan itu penting.

Bisnis plan bisa memberikan arah dan tujuan bisnis untuk berkembang lebih lagi.

Investor menentukan apakah mereka akan berinvestasi dengan melihat bisnis plan kamu.

Apakah akan untung atau rugi? Risiko apa yang ada? Potensi apa yang bisa dikembangkan?

Dengan sebuah bisnis plan yang lengkap, kamu bisa mengembangkan bisnis kamu dan membawanya ke level yang lebih tinggi lagi. 

Ingin buka bisnis tapi belum bermodal? Yuk nabung!

Cara membuat proposal bisnis plan

Berikut format bisnis plan yang bisa kamu ikuti. 

1. Ringkasan Eksekutif

Ringkasan Eksekutif adalah kesimpulan dari keseluruhan bisnis plan. Layaknya sinopsis yang tertera di belakang sebuah novel, Ringkasan Eksekutif harus bisa menggaet pembacanya agar tertarik untuk terus membaca. 

Beberapa elemen penting dari Ringkasan Eksekutif adalah penjelasan bisnis secara singkat (pastikan menjawab 5W1H), visi dan misi, serta target yang ingin dicapai.

Pastikan Ringkasan Eksekutif yang kamu buat tidak lebih dari 2 halaman. 

2. Latar Belakang Bisnis

Latar belakang bisnis menggambarkan pengalaman bisnis selama berdirinya, serta gambaran singkat tentang keadaan bisnis kamu sekarang. Berikut hal-hal yang bisa kamu cantumkan: 

  • Sejarah berdirinya,
  • Struktur organisasi,
  • Orang yang terlibat,
  • Produk atau jasa yang ditawarkan,
  • Penjelasan mengenai produk, seperti manfaat produk, kompetisi bisnis, dan daya jual produk (Unique selling point).
  • Penjelasan mengenai bisnis, seperti kelengkapan perizinan usaha, penghargaan yang telah diraih, model bisnis, dan rekan bisnis.

Beberapa poin dari latar belakang bisnis bisa dijelaskan secara singkat saja dan dijelaskan secara mendetail pada bagian selanjutnya dari bisnis plan.

3. Analisis Pasar & Pemasaran

Berikan gambaran tentang target konsumen dan strategi kamu dalam menjual produk. Jelaskan bagaimana kondisi pasar yang ada, serta bagaimana kamu menempatkan bisnis kamu di dalam kondisi pasar tersebut. 

Biasanya bagian ketiga ini meliputi poin-poin seperti berikut.

  • Analisis marketing secara menyeluruh, baik kualitatif dan kuantitatif. 
  • Consumer profiling. Dari sini, kamu bisa mengerti konsumen lebih baik dengan membuat profil konsumen serta mengidentifikasi karakter dan kebiasaan konsumen,
  • Potensi dan prospek yang dimiliki pasar
  • Market-share. Disebut juga pangsa pasar, yaitu seberapa banyak bagian dari keseluruhan pasar yang berhasil dikuasai oleh bisnis kamu. 
  • Tingkat kompetisi yang ada di pasar. Apakah bisnis kamu termasuk red ocean atau blue ocean? Apa keunggulan kamu dibanding kompetitor dan bagaimana cara kamu menampilkannya? 
  • Strategi pemasaran, termasuk branding, pricing, metode pemasaran, hingga periklanan. 

4. Analisis Produksi

Di bagian keempat ini, kamu bisa menceritakan lebih detail tentang produk atau jasa yang kamu jual. Walau sebelumnya sudah sempat disinggung, bagian ini menjadi tempat kamu menggambarkan produk pada investor. 

Jelaskan pula bahan baku, kelebihan dan kekurangan produk dengan SWOT Analysis, hingga proses produksi dan distribusi produk. Jika kamu memberikan suatu jasa, maka jelaskan bagaimana kamu bisa menyalurkan jasa kepada target konsumen. 

Masih bingung mau buka bisnis apa?

5. Analisis SDM

Sumber daya manusia adalah penggerak perusahaan. Bila SDMnya tidak kompeten atau tidak bisa dipercaya, investor tidak akan mau menaruh investasi di dalam bisnis kamu. SDM juga menentukan kecepatan produksi dan pemasaran produk.

Sebagai wirausahawan, kamu harus bisa menggambarkan kondisi sumber daya manusia sekarang, kompetensi dari masing-masing pekerja, sistem penggajian  yang digunakan, serta perencanaan pengembangan SDM ke depannya. Tentu bila perusahaan ingin berkembang, SDM juga harus bertambah bukan?

6. Analisis Keuangan

Perencanaan bisnis tidak lepas dari perhitungan untung-rugi. Di bagian keenam ini, kamu bisa mendeskripsikan kondisi keuangan kamu sekarang, serta proyeksi keuangan bisnis ke depannya.  Berikut beberapa poin yang bisa kamu bahas.

  • Break-even point atau titik balik modal,
  • Perkiraan return on investment (ROI),
  • Modal yang dimiliki sekarang,
  • Dana yang dibutuhkan, 
  • Biaya operasi harian, bulanan, hingga tahunan, serta
  • Proyeksi keuangan di masa depan. 

Pastikan kamu melakukan analisa yang satu ini dengan jujur dan benar ya, Teman SUPERjuangan!

7. Rencana Pengembangan Bisnis

Salah satu hal yang paling dilihat oleh investor merupakan rencana kamu dalam mengembangkan atau melakukan ekspansi bisnis. Di sini kamu bisa menjabarkan komitmen atau usaha yang ingin kamu kerahkan dalam pengembangan bisnis, apa saja hal yang dibutuhkan dan harus dilakukan dalam mengembangkan bisnis, dan strategi pengembangan bisnis yang ingin kamu terapkan. Kamu juga bisa menyelipkan exit strategy atau strategi keluar bagi investor. 

8. Risiko Usaha

Layaknya hidup, bisnis tentu mempunyai risikonya sendiri. Yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasi berbagai jenis risiko ini. Kamu bisa melakukan analisa dari risiko-risiko berikut: Risiko operasional, risiko finansial (keuangan), risiko produksi, dan risiko likuiditas. 

Selain mengidentifikasi risiko, kamu juga harus membuat rencana penanganan risiko tersebut. Setidaknya, dengan mengantisipasi risiko seperti ini, kamu bisa meminimalisir atau mengurangi dampak risiko yang ada. 

Risiko bisnis saja diantisipasi, risiko hidupmu?

Bisnis Plan sudah, Life Plan bagaimana?

Sekian cara membuat proposal bisnis plan yang ada. Dengan membuat bisnis plan ini, kamu pun bisa jadi lebih mengenal bisnis yang kamu jalankan, serta perencanaan ke depannya. Selamat mencoba!

Sama seperti bisnis, hidup juga mempunyai risiko. Makanya kamu harus membuat sebuah Life Plan. Selain mengidentifikasi risiko yang ada, kita juga harus tahu cara mengantisipasinya. Kamu bisa melakukan ini dengan perlindungan finansial dari asuransi online Super You. 

Asuransi itu penting, terutama bila kamu adalah pencari nafkah di dalam keluarga. Lindungi diri dan keluarga dengan perlindungan asuransi jiwa sekarang. Mulai dari Rp33.000/bulan, kamu jadi lebih tenang dan berani dalam menjalani hidup!

SHARE

Artikel Terkait Lainnya