asuransi kesehatan keluarga

Menjaga kesehatan ditengah pandemi sekarang ini adalah hal penting yang harus kita lakukan. Berusaha menjalani healthy lifestyle akan menjadi efektif untuk kesehatan tubuh. Selain mematuhi protokol kesehatan dan melakukan pola hidup sehat sehari-hari tentu saja kita harus melindungi diri dan keluarga dari segala macam resiko kesehatan yang mungkin saja bisa terjadi. Salah satunya adalah dengan memiliki asuransi kesehatan.

Apa itu Asuransi Kesehatan?

Asuransi kesehatan adalah sebuah jenis asuransi yang menutupi sebagian atau keseluruhan biaya tagihan rumah sakit, seperti biaya pemeriksaan kesehatan, operasi, atau bahkan kamar rawat inap dan ICU. Semua ini tergantung pada produk asuransi kesehatannya. Jumlah manfaat perlindungan yang diberikan pun bisa berbeda-beda.

Sama seperti asuransi pada umumnya, cara kerja asuransi kesehatan adalah pihak Tertanggung (orang yang kesehatannya diasuransikan) akan membayar premi kepada Penanggung (pihak perusahaan asuransi atau pemerintah). Pembayaran premi bisa dilakukan secara bulanan, kuartalan, semesteran, atau tahunan. Sebagai gantinya, Penanggung akan memberi kompensasi sebagian atau sepenuhnya saat risiko sakit terjadi.

Mengapa perlu asuransi kesehatan?

Asuransi kesehatan telah menjadi salah satu asuransi dasar dan bahkan diwajibkan oleh pemerintah. Kalau di Indonesia, asuransi kesehatan wajib berbentuk BPJS Kesehatan. Hal ini disebabkan karena setiap orang pada dasarnya mempunyai hak untuk mendapat akses kepada pengobatan. Jika penyakit diabaikan dan tidak diobati, maka penyakit bisa menjadi masalah hidup atau mati.

Permasalahannya adalah biaya pengobatan itu tidak murah. Untuk sembuh, seseorang perlu melalui berbagai macam tahap. Mulai dari biaya pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, tarif kamar, jasa petugas medisnya, dan mungkin biaya lainnya yang diperlukan. Selain itu, biaya kesehatan ini selalu mengalami kenaikan yang tinggi setiap tahunnya. Tidak semua orang sanggup membayar harga yang besar ini.

Jadi semua orang punya hak untuk tetap hidup dengan mendapatkan pengobatan saat sakit, tapi tidak semua orang bisa membayar biaya pengobatan. Lalu jalan keluarnya apa?

Asuransi kesehatan menjadi salah satu solusi untuk masalah ini. Memang tidak semua asuransi menutupi keseluruhan biaya, tapi setidaknya bisa membantu meringankan beban biaya rumah sakit. Sayangnya, tidak banyak orang yang menyadari ini sampai suatu saat mereka jatuh sakit dan merasakan beratnya membayar tagihan rumah sakit.

Minimal banget, kamu harus mempunyai setidaknya BPJS Kesehatan, atau proteksi kesehatan dari asuransi online yang harga preminya lebih terjangkau dibanding BPJS.

Sudah punya BPJS, perlu asuransi kesehatan lagi?

BPJS memiliki berbagai kelebihan, seperti premi asuransi yang tidak naik beriring usia dan cakupan yang cukup lengkap. Namun, BPJS mempunyai kelemahan dimana membutuhkan banyak tahapan sebelum bisa masuk rumah sakit, seperti harus memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan I dan antrian yang cukup panjang. Kamu juga tidak bisa leluasa memilih rumah sakit atau dokter spesialis yang kamu mau, melainkan harus berdasarkan rujukan.

Selain itu, terkadang ada biaya tambahan yang sering ditanggungkan kepada pasien. Dalam hal ini, kamu perlu memiliki asuransi kesehatan swasta sebagai pelengkap dari BPJS. Selain untuk pelengkap, bisa juga digunakan sebagai keadaan darurat kritis, seperti mengalami kecelakaan, yang membutuhkan penanganan medis yang cepat dan tidak bisa menunggu BPJS Kesehatan.

Apa Saja Jenis Asuransi Kesehatan?

Ada berbagai macam jenis asuransi kesehatan. Karena itu, kamu harus bisa mencari tahu jenis asuransi kesehatan apa yang kamu punya. Seperti apa bentuk pertanggungannya? Apakah ada unsur investasinya? Berikut penjelasan beberapa macam jenis asuransi kesehatan:

  1. Hospital benefit vs cash plan. Hospital benefit itu sama seperti BPJS dimana pertanggungan menyesuaikan biaya yang dikeluarkan. Biasanya hospital benefit digunakan sebagai asuransi kesehatan utama. Cash plan sebaliknya, memberi santunan tunai harian berdasarkan berapa lama kamu berada di rumah sakit. Semisal pertanggungan santunan tunainya sebesar Rp500rb / hari dan kamu dirawat selama 4 hari, maka kamu akan mendapatkan sebesar Rp2 juta. Tujuannya lebih untuk asuransi pelengkap asuransi kesehatan utama atau BPJS. 
  2. Asuransi murni vs unit link. Asuransi murni berarti fokus perlindungan hanya untuk sebagai perlindungan, sementara unit link mempunyai nilai investasi di dalamnya. Untuk asuransi kesehatan, ada baiknya kamu mempunyai asuransi murni karena selain preminya lebih terjangkau, kamu juga mendapatkan perlindungan yang berfokus kepada kesehatan. Jika menginginkan investasi, kamu bisa mencari jenis investasi lain yang tepat untuk kamu.
  3. Rawat inap (in-patient) vs rawat jalan (out-patient). Utamakan untuk mendapatkan asuransi kesehatan yang berfokus pada rawat inap, karena rawat inap lah yang paling menguras banyak biaya. Premi asuransi rawat inap pun biasanya lebih murah. Jika kamu mempunyai uang berlebih, maka baru kamu memilih asuransi yang mempunyai rawat jalan.

Apakah penting asuransi kesehatan keluarga?

Tentu saja penting karena asuransi merupakan salah satu cara melindungi diri dan keluarga dari resiko finansial yang terjadi di kemudian hari.

Asuransi Kesehatan untuk Keluarga Kamu Premi Mulai Rp 30 ribuan per Bulan.

Klik banner dibawah ini.

Apa saja kriteria memilih asuransi kesehatan keluarga?

1. Manfaat Rawat Inap

Pastinya dengan memiliki asuransi kita berharap agar terbebas dari sebagian atau seluruh biaya rawat inap ketika kita harus dirawat di rumah sakit. Manfaat rawat inap dari asuransi biasanya berupa biaya kamar, kunjungan dokter, biaya pengobatan, laboratorium, dan biaya lainnya. Tentu saja dalam memilih asuransi kesehatan untuk keluarga, kita harus memilih sesuai kebutuhan dan biaya premi yang disanggupi.

Baca Juga : Perbedaan Asuransi Rawat Inap dan Rawat Jalan

 

2. Melindungi dari Berbagai Jenis Penyakit

Selain penyakit kritis, saat ini perusahaan asuransi juga menawarkan perlindungan kesehatan keluarga terhadap resiko COVID-19. Sebaiknya ketika memilih asuransi kesehatan keluarga, kita harus melihat daftar penyakit yang ada di daftar tanggungan. Jangan sampai salah memilih plan. Di Super You, dengan asuransi Super Strong, kamu tidak hanya terlindungi dari penyakit kritis tapi juga terhadap resiko tutup usia disebabkan COVID-19. Mulai dari Rp.28.500 per bulan, yakin gak mau?

3. Rekanan Rumah Sakit yang Luas

Selain memberikan perlindungan kesehatan, pastinya dengan memiliki asuransi kita bisa memilih rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan kita. Biasanya ketika memilih asuransi hal yang harus dipertimbangkan adalah memiliki jaringan rumah sakit yang luas.

4. Memilih Premi Sesuai Kebutuhan

Hal berikut adalah dalam memilih premi, ada perusahaan asuransi yang menawarkan berbagai jenis premi serta manfaatnya. Pilihlah sesuai kebutuhan kita dan tentu harus menyesuaikan dengan rencana keuangan di masa mendatang. Di Super You, asuransi kesehatan My Hospital Protection mulai dari Rp.39.500 per bulan kamu bisa mendapat berbagai manfaat diantaranya seperti biaya harian rumah sakit, biaya rawat ICU, dan pertanggungan tutup usia.

5. Polis asuransi

Selain memperhatikan semua hal tersebut, kamu juga bisa mengecek secara lengkap informasi yang ada di dalam polis asuransi kamu. Pastikan kamu sudah memilih premi asuransi yang sesuai keuangan kamu, manfaat yang sesuai kebutuhan, dan juga cek risiko-risiko apa saja yang terlindungi. 

Terutama cek bagian pengecualian. Disitu ada beberapa risiko yang tidak dilindungi oleh asuransi, contohnya bila risiko yang terjadi merupakan bagian dari tindakan kriminal atau usaha bunuh diri. Jika risiko yang terjadi merupakan bagian dari pengecualian, kamu tidak akan bisa klaim manfaat asuransi yang ada.

 

Baca Juga : 7 Faktor Premi Asuransi Kesehatan Membengkak

 

6. Proses Klaim Mudah

Berikut adalah memilih asuransi kesehatan keluarga dengan proses klaim yang mudah dan cashless. Nah, agar proses klaim kita diterima, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan diantaranya memastikan data yang diisi sudah benar, polis dalam status aktif, ajukan tepat waktu, dan lain sebagainya. Yuk baca 11 cara mudah klaim asuransi agar diterima.

Artikel Terkait Lainnya