Hai Milenial, Hentikan 6 Cara Menabung yang Salah

Generasi milenial saat ini sedang berada dalam usia produktif. Hal tersebut berarti generasi milenial tengah sedang mulai memasuki dunia kerja, menapaki karir, atau bahkan sedang berada di puncak karir.

Usia produktif adalah waktu yang tepat bagi milenial untuk melancarkan kebiasaan menabung. Ini penting agar kaum Milenial bisa mewujudkan berbagai tujuan finansial di mana yang akan datang.

Meskipun begitu, banyak orang belum tahu bagaimana cara menabung yang benar. Masih ada orang yang menabung dengan cara yang salah. Bukannya mendapat untung, mereka justru buntung. Kesalahan cara menabung juga bisa membuat orang menganggap bahwa menabung itu susah.

6 Kesalahan Cara Menabung yang Perlu Dihentikan

Apa saja sih kesalahan dalam menabung yang harus segera dihentikan? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Menganggap Menabung adalah Beban

Jauhkan pikiran bahwa menabung merupakan beban. Jika merasa demikian, menabung akan terasa berat dan sulit untuk dilakukan. Hal ini bisa menjadi akar kesalahan dalam usaha mengumpulkan uang.

Sebaliknya, berpikirlah bahwa menabung merupakan kebutuhan yang harus kamu penuhi.

Jika gaji adalah uang yang bisa memenuhi kebutuhan kamu saat ini, tabungan akan membantu memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang. Sadari bahwa menabung adalah hal yang perlu dilakukan agar tujuan finansial kamu di masa depan bisa dipenuhi.

Dengan berpikir dan menyadari hal tersebut, kamu tidak akan lagi merasa bahwa menabung adalah sebuah beban. Menabung menjadi kebiasaan yang perlu rutin dilakukan demi kebaikan di masa depan.

2. Menabung Tidak Dianggarkan

Kesalahan selanjutnya yang sering dilakukan adalah tidak menganggarkan uang untuk menabung. Apakah kamu melakukan kesalahan ini? Jika iya, yuk mulai menganggarkan uang untuk menabung.

Tabungan juga merupakan pengeluaran bulanan yang harus kamu anggarkan. Sama seperti anggaran untuk makanan, transportasi, atau membayar listrik, menabung juga perlu kamu anggarkan sebagai pengeluaran wajib setiap bulannya.

Dengan menganggarkan di awal, kamu akan lebih sadar bahwa kamu harus menabung. Karena sudah memiliki uang yang dianggarkan untuk menabung, kamu tidak akan lupa untuk melakukannya.

Selain itu, menganggarkan uang untuk menabung juga bisa membantu kamu menabung dengan jumlah yang konsisten. Misalnya, kamu menganggarkan uang untuk menabung sebesar Rp400.000, maka kamu bisa terus konsisten menabung dengan jumlah tersebut.

3. Belum Memiliki Tujuan Menabung

Hal selanjutnya yang bisa membuat kebiasaan menabung kamu tidak lancar adalah kamu belum memiliki tujuan menabung. Tujuan menabung sangat penting untuk dimiliki. Dengan menentukan goal menabung, kamu akan lebih termotivasi untuk mengumpulkan uang.

Kamu perlu menentukan untuk apa uang yang ditabung. Dengan menentukan tujuan, berapa jumlah yang harus dikumpulkan bisa diketahui. Kamu pun juga bisa mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan agar tabungan kamu bisa mencapai jumlah yang dibutuhkan.

Misalnya, kamu ingin membeli ponsel baru dengan harga Rp3 juta. Jika menabung sebesar Rp500 ribu per bulan, kamu akan bisa mencapai jumlah yang dibutuhkan dalam waktu enam bulan.

Kamu juga tahu jika ingin mencapai tujuan tersebut dalam waktu yang lebih cepat, jumlah uang yang harus ditabung setiap bulannya harus ditambah.

Biar Tabungan Gak Ambyar, Jangan Lupa Perlindungan Finansial Kamu, Mulai dari Rp30.000-an Saja!

4. Kurang Konsisten dalam Menabung

Kesalahan cara menabung uang yang umum dilakukan adalah kurangnya konsistensi. Menabung merupakan kebiasaan yang dibentuk dengan melakukannya secara konsisten. Uang yang kamu kumpulkan tidak akan maksimal jika tidak melakukan kebiasaan ini secara teratur.

Sebagai permulaan, tentukan kapan waktu yang tepat untuk kamu menabung. Jika bisa, mungkin kamu menabung setiap satu bulan sekali, atau setiap minggu, atau bisa setiap hari. Lakukan secara konsisten hingga menabung menjadi sebuah kebiasaan bagi kamu.

Dengan melakukannya secara rutin, kegiatan menabung akan menjadi bagian dari keseharian. Sampai-sampai, kamu akan merasa ada yang kurang jika tidak menyisihkan uang untuk ditabung.

5. Berpikir Bahwa Harus Menabung dalam Jumlah yang Besar

Apakah kamu berpikir bahwa saat menabung berarti harus menyiapkan uang yang sangat besar? Buang jauh-jauh pikiran tersebut sebab itu adalah kesalahan dalam menabung.

Jangan berpikir bahwa kamu harus memiliki banyak uang atau banyak penghasilan untuk bisa menabung. Berapapun penghasilan kamu atau berapapun uang yang kamu miliki, jangan lupa sisihkan uang kamu untuk ditabung.

Menabung bukan soal berapa uang yang harus disisihkan melainkan soal kebiasaan yang harus terus dilakukan. Kamu tentu ingat pepatah yang berbunyi sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit, bukan? Jadikan pepatah tersebut menjadi pedoman dalam menabung.

6. Tidak Memisahkan Rekening

Terakhir, hal yang sering dilakukan oleh milenial dalam menabung adalah tidak memisahkan uang tabungan dengan uang untuk keperluan lain.

Apakah kamu mengumpulkan uang menggunakan rekening di bank? Jika iya, tahukah bagaimana cara menabung di bank yang benar? Ya, kamu perlu memisahkan rekening untuk menabung dengan rekening lain yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian.

Dengan tidak mencampur rekening, sangat mudah untuk mengetahui secara jelas progres tabungan kamu. Memisahkan rekening juga menghindarkan kamu secara sengaja atau tidak sengaja menggunakan uang tabungan untuk keperluan lain. Jika hal ini terjadi, uang tabungan tidak akan bisa terkumpul sesuai dengan perencanaan keuangan kamu.

Manfaatkan Investasi agar Menabung Bisa Lebih Cepat

Kamu sudah mengetahui berbagai kesalahan dalam menabung yang perlu segera dihentikan. Jika terus dilakukan, kesalahan-kesalahan tersebut akan menghambat proses pengumpulan uang.

Selain menabung, tahukah kamu bahwa ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengumpulkan uang? Bagaimana caranya? Jawabannya adalah dengan melakukan investasi.

Dengan berinvestasi, kamu bisa mendapatkan bunga keuntungan dari uang atau modal yang kamu tanamkan.

Salah satu jenis investasi yang bisa dilakukan adalah dengan menjadi pendana di Peer-to-peer Lending. Dengan menjadi lender atau pendana, kamu menginvestasikan uang untuk disalurkan sebagai pinjaman kepada borrower atau peminjam.

Di P2P Lending Modal Rakyat misalnya, uang kamu akan disalurkan sebagai pinjaman modal usaha pelaku UMKM di Indonesia. kamu bisa mendapatkan keuntungan mulai dari 15 hingga 25 persen per tahun.

Dengan keuntungan yang besar tersebut, kamu bisa mengumpulkan uang dengan lebih cepat, bukan?

Menabung pun tak lengkap jika kamu belum mempunyai perlindungan finansial yang tepat. Mengingat betapa tidak terduganya risiko dalam hidup, kamu bisa melindungi keluarga kamu dengan perlindungan asuransi jiwa

Hal ini terutama penting jika kamu merupakan pencari nafkah. Di asuransi online Super You, kamu bisa mendapatkannya mulai dengan harga Rp33.000 per bulan. Dalam beberapa klik, lindungi kondisi finansial keluarga kamu agar usaha menabung kamu pun tidak sia-sia. 

SHARE

Artikel Terkait Lainnya