polis asuransi

Baru saja beli asuransi? Well done. Artinya kamu sudah mengerti fungsi asuransi dan pentingnya manfaat asuransi bagi dirimu atau pun anggota keluarga. Setelah kamu mendaftar dan beli asuransi, kamu akan mendapatkan suatu dokumen namanya polis asuransi.

Mungkin kamu akan bingung benda alien macam apakah ini, tapi kamu tak usah takut. Di artikel ini, kita akan kupas satu demi satu tentang polis asuransi. Yuk simak artikelnya!

Apa itu polis asuransi?

Polis asuransi adalah dokumen legal yang menjadi kontrak tertulis antara Pemegang Polis (di kasus ini kamu atau siapapun yang membayar premi) dan Penanggung (pihak perusahaan asuransi). Semua hal mengenai syarat dan ketentuan dari hubungan antara Pemegang Polis dan Penanggung tertulis di sana, termasuk hak dan kewajiban masing-masing pihak. Secara umum, polis asuransi memastikan bahwa:

  • Pemegang Polis wajib memberikan informasi data pribadi yang akurat dan benar, serta membayar premi sesuai yang tertulis pada polis asuransi.
  • Penanggung wajib memberikan manfaat asuransi saat risiko yang ditanggung terjadi, sesuai dengan ketentuan yang disepakati dalam polis asuransi.

Karena itu polis asuransi menjadi suatu dokumen yang sangat penting bagi nasabah. Mungkin kita suka malas membaca keseluruhan dari dokumen ini karena bahasanya “bahasa hukum banget”, tapi tetap ada beberapa poin yang harus kamu tahu saat membeli asuransi.

Berikut tujuh hal yang ada dalam polis asuransi kamu yang wajib hukumnya kamu tahu tentang asuransi yang baru saja kamu beli.

1. Hak untuk free-look period

Satu hal yang wajib kamu tahu adalah semua orang berhak mendapatkan free look period atau masa peninjauan polis. Ini berarti nasabah berhak diberikan waktu selama 14 hari untuk mempelajari polis asuransi yang didapatkan.

Di masa ini, kamu wajib mempelajari informasi-informasi penting dalam polis kamu. Bila dalam masa peninjauan polis ini kamu memutuskan tidak menyukai ketentuan asuransi yang ada, maka kamu bisa membatalkan asuransinya dan mendapatkan pengembalian premi. Kurang lebih sama seperti refund baju atau sepatu yang kesempitan.

2. Data pribadi

Kamu harus jeli dalam memeriksa kembali data pribadi kamu. Apakah nama Pemegang Polis, Tertanggung, dan Ahli Waris sudah sesuai dengan KTP masing-masing? Apakah nomor HP, e-mail, dan lainnya juga sudah terisi dengan benar? Harus dicek kembali dalam polis ya.

Jika memang ada kekeliruan, kamu bisa meminta pihak perusahaan asuransi untuk meralat data diri yang ada dengan yang benar.

Apa bedanya: Pemegang Polis, Tertanggung, Ahli Waris?

Nah, mungkin banyak Teman Superjuangan yang bingung dengan istilah-istilah ini. Apa sih bedanya Pemegang Polis, Tertanggung, dan Ahli Waris? Secara sederhana:

  • Pemegang Polis adalah orang yang membeli asuransi dan membayar premi.
  • Tertanggung adalah orang yang risikonya ditanggung oleh perusahaan asuransi.
  • Ahli Waris adalah orang yang menerima manfaat asuransi bila Tertanggung meninggal dunia dan tidak bisa menerima manfaat asuransinya sendiri.
Si Pemegang Polis bisa juga jadi Tertanggung, semisal kamu membeli asuransi untuk diri kamu sendiri. Namun, Pemegang Polis dan Tertanggung bisa juga berbeda orang tetapi masih satu keluarga inti, semisal kamu membeli asuransi untuk ayah.

Punya Pertanyaan Seputar Premi, Polis, dan Klaim Asuransi?

3. Manfaat asuransi

Manfaat asuransi adalah banyaknya uang ganti rugi yang kamu terima atas risiko yang disetujui dalam polis asuransi. Nah, biasanya di polis kamu akan tertera informasi mengenai manfaat asuransi, termasuk:

  • Risiko apa saja yang ditanggung oleh asuransi kamu, misalnya risiko kematian, risiko terdiagnosa penyakit, risiko kecelakaan, dan lainnya.
  • Nilai manfaat asuransi yang akan turun bila risiko-risiko tersebut menimpa kamu.
  • Apakah ada potongan biaya lainnya. Biasanya potongan biaya ini ada pada asuransi unit link, tapi bisa juga terdapat pada asuransi murni.

Pastikan kamu setidaknya tahu mengenai hal-hal ini dalam polis kamu. Jika ada yang tidak jelas, klarifikasi kembali dengan perusahaan asuransi tersebut.

4. Pengecualian

Pengecualian adalah risiko-risiko yang tidak ditanggung oleh perusahaan karena satu dan lain hal. Jika risiko yang terjadi merupakan pengecualian, maka klaim manfaat asuransi kamu tidak akan diterima oleh pihak asuransi.

Nah, banyak orang yang merasa ditipu oleh perusahaan, padahal terkadang mereka yang salah karena malas membaca klausul pengecualian dalam polis asuransi mereka. Karena itu sewaktu membeli asuransi, kamu harus cermat dengan membaca pengecualian-pengecualian yang berlaku. Berikut beberapa contoh pengecualian yang diambil dari asuransi Super You:

  • Super Life (Asuransi jiwa) punya pengecualian, seperti kematian disebabkan oleh bunuh diri atau hukuman mati sesuai pengadilan.
  • Super Strong (Asuransi jiwa dan penyakit kritis) tidak meng-cover penyakit kritis jika gejalanya sudah ada sebelum masa pertanggungan asuransi dimulai.
  • Super Safe (Asuransi kecelakaan) tidak akan meng-cover kecelakaan yang disebabkan karena pengaruh alkohol atau obat-obatan.

Pengecualian-pengecualian ini setidaknya harus kamu ketahui, jadi kamu tahu kapan bisa klaim asuransinya dan kapan tidak. Kamu bisa melihatnya di dalam polis asuransi, atau di dalam Ringkasan Informasi Produk yang berada di setiap halaman produk Super You.

Apa itu Fungsi Asuransi? Apakah Kamu Butuh?

5. Masa tunggu

Masa tunggu adalah waktu yang dibutuhkan sebelum kamu bisa mendapatkan manfaat asuransi atau mengajukan pembayaran klaim asuransi. Biasanya masa tunggu berlaku untuk asuransi kesehatan atau asuransi penyakit kritis.

Masa tunggu bisa bermacam-macam. Ada yang 30 hari, ada yang sampai 1 tahun atau bahkan 2 tahun. Semuanya tergantung pada perusahaan asuransi dan jenis asuransi yang dibeli.

Semisal Sovia membeli asuransi penyakit kritis, dimana masa tunggu untuk manfaat penyakit kritisnya adalah 1 tahun. Jika Sovia terdiagnosa penyakit kritis pada tahun pertama tersebut, maka Sovia tidak bisa mengajukan klaim karena masa tunggunya belum berakhir.

6. Masa Pertanggungan

Masa pertanggungan adalah masa dimana kamu terlindungi oleh asuransi. Ini berarti asuransi kamu sudah aktif. Kamu harus melihat sampai kapan masa pertanggungan kamu bisa berlaku, karena tidak semua asuransi bisa berlaku untuk seumur hidup.

Contohnya di Super You, masa pertanggungan hanya bisa diperpanjang hingga umur 60-an, tergantung produk asuransi yang dipilih. Masa pertanggungan ini pun berlaku selama setahun dan bisa diperpanjang kembali sampai usia maksimal (yearly renewable term).

7. Premi

Premi adalah uang yang harus kamu bayar setiap bulannya untuk asuransi kamu, dan merupakan kewajiban kamu sebagai nasabah. Berikut hal-hal seputar premi yang harus kamu cek di polis kamu:

  • Jumlah premi yang dibayarkan. Apakah sudah sesuai dengan yang kamu pilih sewaktu mendaftar?
  • Mode pembayaran premi. Kapan kamu harus bayar premi? Bulanan atau tahunan?
  • Metode pembayaran premi. Bagaimana cara kamu membayar? Apakah manual dengan Go-Pay setiap bulannya atau kamu lebih memilih pakai kartu kredit yang bebas biaya admin?
  • Ketentuan terlambat bayar premi. Apa yang terjadi jika kamu telat bayar premi? Cari tahu bila kamu akan dikenakan denda atau tidak. Selain itu, berapa lama waktu dimana kamu bisa menunggak sebelum polis lapse atau dibatalkan (disebut juga grace period)?

Asuransi Super You Mulai dari Rp.28.500 Kamu Sudah Terlindungi!

Polis asuransi tidak perlu ribet kok

Mungkin kamu susah membaca sekian banyak pasal dalam polis asuransi. Tapi tidak usah khawatir ya, Teman SUPERjuangan! Kalau di asuransi online Super You, kamu bisa mengecek Polis Asuransi tanpa ribet.

Selain mudah diakses, e-polis Super You lebih ramah lingkungan karena kamu tidak perlu menghabiskan kertas lagi. Jika kamu ingin mencari kata kunci “pengecualian” atau “kecelakaan” untuk definisi kecelakaan menurut polis, maka kamu tinggal memencet tombol ctrl+F dengan fitur Find in page.

Belum punya asuransi? Kabar baik untuk kamu! Di Super You, kamu dapat membeli asuransi dengan harga premi mulai dari Rp30ribu-an saja per bulannya. Kamu juga bisa mengecek Ringkasan Informasi Produk sebelum membeli untuk melihat beberapa poin-poin di atas. Kalau bingung, kamu bisa memulai dengan jenis asuransi paling dasar, seperti asuransi jiwa.

SHARE

Artikel Terkait Lainnya