sejarah asuransi

Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang pengertian asuransi. Sekarang kita akan membahas sejarah dari asuransi itu sendiri. Sejarah asuransi di dunia dibagi menjadi beberapa periode.

 

Asuransi pada Tahun 3000 – 2000 sebelum masehi

Asuransi yang saat ini untuk mengalihkan risiko, ternyata sudah dipakai oleh para saudagar dan pedagang di Tiongkok dan Babilonia (Irak) sejak jaman sebelum masehi. Zaman dulu, para pedagang yang menghuni di sekitaran lembah sungai Euphrat dan Tigris memanfaatkan kapal sebagai metode pengirim barang dan menerapkan jaminan dalam berdagang.

Pada saat itu, sudah menjadi hal umum para saudagar atau kreditur memberikan pinjaman uang dengan jaminan kapal. Para pemilik kapal atau peminjam uang akan dibebaskan dari hutang jika kapalnya selamat dalam melakukan ekspedisi. Kemudian, sejumlah uang yang dibayarkan ternyata berfungsi sebagai premi wajib yang harus dibayarkan atas sejumlah uang yang sudah diterima.

 

Perkembangan Asuransi di Babilonia

Sistem perdagangan di Babilonia semakin berkembang tepatnya saat raja Hammurabi memerintah. Sistem asuransi juga ikut berkembang dapat dilihat jika terjadi sesuatu karena peminjam uang tidak bisa mengembalikan uang maka peminjam akan dibebaskan dari pembayaran.

Jika dibandingkan dengan sistem asuransi zaman sekarang, kita bisa anggap sebagai polis asuransi dimana ada perjanjian kedua belah pihak yang saling mengikat untuk memenuhi hak dan kewajiban. Polis asuransi zaman pemerintahan raja Hammurabi ini dikenal dengan istilah hammurabi code pada tahun 1750.

 

Asuransi di Abad Pertengahan Eropa hingga Era Revolusi Industri (1400-1800)

Sejarah asuransi juga dapat dilihat pada zaman pertengahan periode sejarah Eropa hingga zaman revolusi industri dimana asuransi sudah menyebar ke Amerika dengan pesat. Di zaman ini para serikat buruh memang hidup dengan kondisi yang tidak layak dimana para kaum modal memiliki kekuasaan lebih. Dikarenakan kondisi yang tidak baik ini maka para masyarakat buruh sudah membentuk yang namanya “perlindungan kelompok” untuk melindungi satu dengan lainnya.

Ketika ada anggota buruh yang memiliki banyak hutang dan tidak mampu membayar, maka anggota lain ikut membantu menuntaskan hutang tersebut. Dalam sistem asuransi kita tahu bahwa adanya prinsip distribusi risiko yang ditanggung secara bersama-sama.

 

Baca Juga : 7 Fungsi Asuransi yang Penting Kamu Ketahui

 

Asuransi di Inggris Berawal dari Aktivitas Ekspor-impor

Pada tahun 1600 akhir, asuransi juga mulai berkembang di London ketika kerajaan Inggris memulai aktivitas ekspor-impor dengan daerah-daerah koloninya. Saat itu ada bursa resmi milik kerajaan Inggris yang dikenal dengan Lloyd of London. Dari situlah, praktik underwriting mulai terjadi dimana Lloyd of London ini berfungsi sebagai jembatan bagi para saudagar dan pemilik modal untuk mendapatkan perlindungan asuransi. Selang 50 tahun kemudian, ada seorang berasal dari Perancis, Blaise Pascal menemukan kalkulator probabilitas dan tabel aktuaria pertama yang sampai saat ini masih digunakan untuk menghitung tarif asuransi.

 

Produk Asuransi Mulai dikenal Luas tahun 1666

Pada tahun 1666 produk asuransi kebakaran dan jiwa mulai dikenal setelah terjadinya kebakaran yang menghancurkan sekitar 14 ribu bangunan dan wabah yang melanda London sebelum kebakaran hebat tersebut. Asuransi kebakaran ini dicetuskan oleh kelompok penjamin. Setelah itu baru muncul asuransi jiwa hingga diminati oleh masyarakat Eropa dan Amerika.

 

Perjalanan Asuransi di Indonesia

Perkembangan asuransi di Indonesia dibedakan menjadi dua periode yaitu saat penjajahan Belanda dan setelah kemerdekaan.

Asuransi di Zaman Penjajahan Belanda

Perkembangan asuransi di Indonesia berawal dari perkembangan di negara-negara Eropa yang kemudian dibawa saat masa penjajahan Belanda di Indonesia sekitar tahun 1800-an. Perusahaan asuransi yang didirikan oleh pemerintah Belanda dikhususkan hanya bagi orang-orang tertentu seperti kelompok elit dan orang Belanda sendiri. Tujuan dari asuransi adalah untuk menunjang kepentingan perdagangan dan bisnis mereka.

Pada tahun 1845, Belanda mendirikan perusahaan asuransi di Indonesia dengan nama Nederlandsch Indisch Leven Verzekering En Liefrente Maatschappij (NILMIY). Perusahaan ini kemudian secara administrasi menggunakan indukannya yang ada di Belanda. Produk asuransi saat itu ditujukan untuk asuransi kebakaran dan pengangkutan.

Asuransi Setelah Kemerdekaan

Setelah bangsa Indonesia merdeka, asuransi mulai berkembang dan dapat dirasakan masyarakat pribumi. Asuransi milik Belanda pada saat itu diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan diganti namanya menjadi PT Asuransi Jiwasraya dan disusul oleh Asuransi Jiwa Boemi Putra pada tahun 1912.

Pasca kemerdekaan ternyata juga terjadi penggabungan-penggabungan asuransi di Indonesia seperti asuransi jasindo. Demi kesejahteraan rakyat Indonesia maka pemerintah Indonesia membuat perusahaan-perusahaan asuransi baru seperti Asuransi Jasa Rahardja (fokus risiko lakalantas), Perum Taspen (asuransi dan tabungan pegawai negeri), Perum Asabri (untuk AKABRI) dan Jamsostek (untuk tenaga kerja perusahaan swasta).

Asuransi Modern

Berkembangnya asuransi saat ini didukung oleh teknologi digital yang maju sehingga banyak perusahaan asuransi yang berfokus ke produk asuransi digital. Salah satunya adalah Super You yang merupakan bagian dari PT Asuransi Jiwa Sequis Life. Di Super You, kamu bisa membeli asuransi secara online dengan premi terjangkau mulai dari Rp 30 ribu-an per bulan tergantung apa jenis asuransi yang kamu pilih. Ada asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, dan asuransi kecelakaan.

Cek Produk Asuransi Super You Disini

Artikel Terkait Lainnya