reksadana

Seperti yang sudah di bahasa sebelumnya tentang istilah-istilah dalam reksadana. Kali ini kita akan membahas tips jitu apa saja yang dapat kita ikuti dalam investasi reksadana.

Reksadana merupakan salah satu investasi yang tidak sulit dilakukan. Karena pada dasarnya uang investasi kamu dikelola oleh manajer investasi. Kamu gak perlu khawatir karena reksadana sudah diatur dalam UU Pasar Modal No.8 Tahun 1995.

Lantas apa saja cara jitu berinvestasi di reksadana?

1. Apa Tujuan Investasi Kamu

Selain memberikan return yang besar, reksadana juga merupakan investasi yang gampang diakses. Ada banyak reksadana yang beredar. Kamu harus memahami mengapa kamu memilih reksadana, apakah untuk jangka panjang atau jangka pendek.

 

2. Jenis-Jenis Reksadana

Ada beberapa jenis reksadana diantaranya

  • Reksadana pasar uang, seluruh uang kamu ditempatkan di deposito, sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan obligasi. Reksadana jenis ini memiliki resiko yang kecil.
  • Reksadana index, mirip dengan saham yang mana instrumen ini bisa diperjualbelikan di ETF (Exchange Traded Fund). Harganya bersifat fluktuatif seperti saham.
  • Reksadana campuran, reksadana ini bisa dibilang cukup beresiko namun jika berhasil, keuntungan yang kamu dapat gak tanggung-tanggung lho. Cuma kamu harus lebih berhati-hati dalam investasi ini agar gak merugi.
  • Reksadana proteksi, biasa disebut dengan reksadana pendapatan tetap. Sebagian dari dana reksadana ini ditempatkan dalam instrumen obligasi. Resikonya pun lebih rendah.

 

3. Langkah-langkah Reksadana

Beli reksadana sangat mudah hanya dengan gadget. Kamu gak harus keluar rumah. Cukup memilih jenis reksadana dan transfer sesuai nominalnya. Saat ini sudah ada beberapa aplikasi reksadana online misalnya Bibit dan Bareksa. Kamu bisa mulai berinvestasi dari IDR 10 ribu, murah bukan? Jangan khawatir karena sudah ada tutorial cara memilih dan membeli.

 

4. Kenali Simulasi Reksadana

Misalnya Andy memiliki uang sebesar Rp 500.000 untuk di investasikan ke reksadana. Pada saat itu Andy membeli reksadana dengan nilai NAB (nilai aktiva bersih) per UP (uni pertanyaan) Rp 1.000, maka Andy akan mendapatkan Rp 500 ribu / 1.000 = 500 UP

Setelah 5 bulan, ternyata NAB per UP reksadana naik menjadi 1.500 berarti keuntungan Andy adalah 1.500 x 500 UP = 750.000.

Sebaliknya jika NAB per UP turun misalnya ke 700 dan Andy memutuskan untuk menjual reksadananya, maka dia akan mengalami kerugian.

 

Apakah kamu sudah siap investasi reksadana?

Dengan berinvestasi berarti kamu paham betul bagaimana mengelola keuangan yang baik. Investasi bertujuan untuk membeli sesuatu di masa depan, misalnya membeli rumah, modal nikah, membeli kendaraan, dan lain-lain. Jadilah investor yang cerdas. Selain uang kamu alokasikan untuk reksadana, jangan lupa kamu harus menyisihkan juga ke Asuransi.

Mengapa asuransi? asuransi memberikan perlindungan finansial di masa depan. Misalnya kamu kecelakaan atau sakit dan butuh biaya pengobatan. Kamu gak harus bayar mahal. Kamu bisa di cover sebagian dengan asuransi. Asuransi kesehatan di Super You mulai dari Rp 30 ribuan per bulan. Kamu bisa mendapatkan santunan harian lho.

My Hospital Protection, Asuransi Kesehatan dengan Santunan Harian

Masih belum paham tentang asuransi? Yuk, baca 10 manfaat asuransi secara umum dan berdasarkan jenisnya.

Artikel Terkait Lainnya