tips menabung

“Buat apa menabung? Sudah bahagia kok.”

Benar sih, kamu gak bisa membeli kebahagiaan dengan uang. Tapi, jika hidup tanpa cadangan uang sama sekali, dijamin kamu sulit menikmati hidup secara maksimal lho.

Apa Tujuan Kamu Menabung? keliling dunia, menikah, buka bisnis, pensiun, atau hal lainnya?

Sudah punya tujuan? Oke, kita lanjut ke 5 tips menabung.

1. Tetapkan rencana menabung

Menetapkan tujuan itu mudah, menabungnya susah. Maka dari itu, rencanakan tabungan kamu. Hal ini efektik untuk apapun tujuan kamu. Asalkan kamu merencanakan target yang ingin dicapai, serta cara merealisasikannya.

Bagi pemula yang baru membiasakan diri menabung, kamu bisa mengikuti langkah berikut :

Jika kamu ingin mengumpulkan dana pensiun, hitung berapa biaya hidup bulanan untuk bisa “hidup dengan nyaman”. Jika kamu ingin pergi ke suatu tempat, cari perkiraan harga tiket pesawat dan hotel. Jika kamu ingin menikah, cari tahu harga rumah atau tempat sewa gedung terdekat.

Semisal kamu ingin membeli rumah 5 tahun lagi, maka kamu harus bisa memperhitungkan kenaikan biaya properti 5 tahun mendatang. Dengan begitu, kamu pun bisa mengimbangi kenaikan biaya perumahan yang ada. 

Setelah mendapat sebuah deadline dan harga, buat suatu komitmen untuk menyisihkan uang per bulannya. Misalkan kamu ingin membeli rumah di tahun 2024 dengan harga 800 juta (sudah dengan inflasi), uang muka yang perlu disiapkan adalah 40 juta (5%). Maka kamu harus bisa menabung 40 juta dalam waktu 4 tahun. Ini berarti kamu harus menabung 10 juta dalam setahun, yang artinya kamu harus menyisihkan sekitar 850 ribu per bulannya. 

2. Stick to the budget

Jika diperhadapkan pilihan antara menabung 850 ribu atau nongkrong di kafe elit bersama teman, rasanya sulit untuk stick to the budget atau tetap mengikuti rencana tabungan.

Ikuti tips menabung berikut:

Kamu harus bisa meyakinkan diri sendiri bahwa menabung itu menyenangkan, bukan suatu beban. Bagaimana caranya?

Ada banyak jenis savings challenge yang kamu lakukan. Misalnya, 50% savings challenge dimana kamu menabung 50% dari gaji kamu, atau 12 weeks travel savings challenge dimana kamu menabung selama 12 minggu dan setelah itu kamu menggunakan uang tersebut untuk pergi jalan-jalan.

Mirip dengan savings challenge, kamu bisa melakukan kompetisi bersama orang terdekat kamu, entah itu keluarga atau teman terdekat. Tentunya kompetisi memberi motivasi, terutama bila mempunyai “hadiah” yang bisa diraih. Hadiahnya pun tidak perlu muluk-muluk, bisa sekedar yang kalah harus mentraktir yang menang satu gelas kopi Starbucks misalnya atau tiket nonton. 

Mirip dengan savings challenge, kamu bisa melakukan kompetisi bersama orang terdekat kamu, entah itu keluarga atau teman terdekat. Tentunya kompetisi memberi motivasi, terutama bila mempunyai “hadiah” yang bisa diraih. Hadiahnya pun tidak perlu muluk-muluk, bisa sekedar yang kalah harus mentraktir yang menang satu gelas kopi Starbucks misalnya atau tiket nonton. 

Misalnya target kamu adalah mempunyai 36 juta supaya bisa pergi jalan-jalan ke Eropa dalam waktu 3 tahun. Ini berarti kamu harus menabung 12 juta per tahun atau sekitar 1 juta per bulan. Nah, kamu bisa membuat milestone (target yang lebih kecil dengan deadline yang lebih dekat). Misalnya setiap berhasil menabung 6 juta, kamu boleh membeli baju atau sepatu yang kamu sukai (asal jangan terlalu mahal ya).

Hal ini bisa kamu lakukan dengan menulis tujuan kamu di wallpaper handphone, atau tulis dan taruh di dompet. Sehingga setiap kali kamu membuka handphone atau dompet, kamu teringat kembali. Kamu juga bisa menyediakan kalender yang menunjukkan deadline-deadline tujuan keuangan kamu.

3. Membatasi / mengurangi pengeluaran

Bagi kamu yang punya gaji mepet, harus bisa nih menguasai tips menabung yang satu ini.

Ada dua kunci utama untuk mengurangi pengeluaran. Pertama yaitu rajin mencatat pengeluaran. Kedua, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan. Intinya, kamu harus bisa mengatur keuangan sesuai dengan kebutuhan kamu.

Tips menekan pengeluaran demi menabung

Berikut beberapa hal yang bisa mulai kamu lakukan: 

Usahakan untuk mengurangi belanja sedikit demi sedikit. Misalnya tadinya kamu membeli baju setiap minggu. Kurangi menjadi satu setiap dua minggu, lalu tiga, hingga akhirnya sebulan. Kamu masih boleh membeli baju, namun frekuensinya kamu kurangi.

Tahukah kamu bahwa belanja makanan di luar jauh lebih mahal dibandingkan memasak sendiri? Jika kamu sempat, usahakan untuk masak dan bawa makanan dari rumah saja. Bawa juga tumbler (botol minuman) sendiri demi mengurangi jajan minuman yang manis-manis.

Tips menabung yang satu ini cocok untuk kamu yang ingin beli sesuatu, tapi sedang mepet keuangannya. Tulis barang yang kamu inginkan dan harga barang tersebut. Jika dalam waktu 30 hari, kamu masih merasa butuh barang tersebut, maka kamu boleh membelinya.

Walaupun terkesan sepele, tetapi mengurangi biaya listrik dan air bisa membantumu menekan biaya tagihan bulanan lho.

Saat yang paling pas untuk membeli barang adalah saat dimana mereka melakukan clearance sales atau diskon, biasanya di akhir tahun atau saat Lebaran. Kamu juga bisa berburu barang murah melalui belanja online di hari-hari belanja online nasional. 

Hal ini berguna bagi kalian yang lebih menyukai memakai uang tunai. Sistem amplop membuat kalian membagi uang berdasarkan kebutuhan, misalnya ada amplop khusus tagihan bulanan, ada amplop khusus makanan, ada amplop khusus transportasi, dan seterusnya. Kamu hanya bisa menggunakan uang yang ada di amplop tersebut untuk kepentingan spesifik tersebut.

Daripada Boros, Mending Investasikan ke Masa Depan dengan Perlindungan Asuransi yang Tepat

4. Cari sumber pendapatan lainnya

Zaman sudah modern, peluang mendapatkan pekerjaan sampingan pun berkelimpahan asal tahu cara menemukannya. Kamu pun bisa menemukan berbagai cara mendapatkan uang, bahkan dari internet

Secara garis besarnya, ini beberapa ide untuk meraih pendapatan lain: 

Suka menulis? Fotografi? Kamu bisa jadi freelancer. Senang membuat kue? Atau bisa membaca tarot? Kamu bisa membuka usaha sampingan. Hampir semua hobi bisa kamu jadikan sebagai sumber pendapatan tambahan. Buat bisnis sampingan dari hobi kamu. Jika kamu menikmati dan bisa mendapatkan uang dari hobi tersebut, kenapa tidak mencoba dulu?

Zaman sekarang, kamu tidak harus menyediakan produk itu sendiri. Kamu bisa sekedar menjadi reseller atau dropshipper yang hanya memasarkan produk yang ada. 

Punya baju bekas tapi masih bagus? Atau punya gitar tapi sudah jarang main? Mendingan dijual aja. Entah kamu bikin your own thrift shop atau titip di toko orang lain atau sekedar menjual di toko e-commerce yang sudah bertebaran dimana-mana, menjual barang yang sudah tidak dipakai tapi masih layak bisa menjadi salah satu cara mendapatkan uang.

Jika kamu mempunyai uang, ada baiknya tidak hanya dibiarkan duduk begitu saja. Pilih jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko kamu. Hal ini bisa membantu tabungan kamu agar tidak hilang dilahap oleh investasi. Namun, perlu diingat bahwa kamu juga harus berhati-hati ya menginvestasikan uang kamu dimana. Nyatanya tidak semua investasi untung atau bahkan balik modal lho!

Dan masih banyak lagi cara lainnya. Jangan lupa untuk jeli dalam melihat peluang menghasilkan uang.  Gunakan kreativitas untuk memasarkan produk atau jasa.

5. Buat rencana cadangan 

Banyak orang yang fokus hanya pada tujuan tanpa memperhitungkan risikonya. Padahal, siapapun bisa lho terkena risiko finansial.

Ada dua hal yang bisa kamu lakukan.

Pertama, kamu bisa menyiapkan dana darurat. Dana darurat dipakai khusus dalam keadaan darurat, seperti kebakaran atau dipecat. Idealnya dana darurat terdiri dari 3-6 kali pengeluaran bulanan kamu. Untuk yang berkeluarga, ada baiknya mempunyai dana darurat sebesar 12 kali pengeluaran bulanan kamu.

Kedua, kamu bisa berlangganan asuransi. Fungsi asuransi adalah memberimu perlindungan finansial jika sebuah risiko yang ditanggungkan terjadi. Kamu hanya perlu membayarkan sejumlah premi per bulannya dan jika risiko yang ditanggungkan terjadi, kamu akan mendapatkan uangmu kembali. Mulai dari Rp30ribu-an saja per bulan seperti di Super You. Pastikan kamu mengecek polis asuransi supaya sesuai ya.

Siap mewujudkan mimpi?

Mimpi mungkin memerlukan uang yang banyak, tapi bukan berarti gak bisa dicapai. Asalkan bekerja keras, merencanakan dengan baik, mempunyai penguasaan diri, dan mengantisipasi masalah sebelum datang, pasti semuanya beres deh!

SHARE

Artikel Terkait Lainnya