I can help you get the best super protection that suits your needs 😄

See Recommendations

Kurus, Biasa Aja, Gemuk: Mending Mana?

By Super You , 27 March 2020

Orang Indonesia itu lumayan unik. Kalau lagi makan banyak, pasti ada saja keluarga yang nanyain, “Kamu gemukan ya?” dengan nada seakan gemuk itu salah. Tapi kalau lagi diet dan berhasil, pasti ditanyain, “Kok kamu kurusan sih? Sakit ya?”

Serba salah ya memang.

Tapi Teman SUPERjuangan, sebenarnya mana sih yang lebih baik? Mana yang lebih sehat? Kurus, biasa aja, atau gemuk? Untuk mengerti bahasan yang satu ini, kita harus mengerti dulu nih arti dari Body Mass Index atau BMI.

Jika kamu sudah tahu tentang apa itu BMI dan juga nilai BMI kamu, klik disini.


Apa itu BMI?

Body Mass Index (BMI), disebut juga sebagai Indeks Massa Tubuh (IMT), adalah angka yang didapat berdasarkan tinggi dan berat badan kamu yang menjadi standar penilaian untuk melihat apakah berat badan kamu kurang, normal atau ideal, berlebih, atau bahkan obesitas.

BMI sendiri kerap kali menjadi standar penilaian kesehatan, namun tentunya BMI juga mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri nih.

 

Bagaimana sih cara menghitung BMI?

Gini nih cara menghitung BMI

Perhitungan BMI lumayan sederhana. Pertama ukur berat badan (dalam kg) dan juga tinggi badan (dalam cm). Rumus dari perhitungan BMI adalah berat badan dibagi tinggi badan yang dikuadratkan.

Males hitung manual? Pakai  kalkulator BMI online aja.



Dari hasil itu, kita bisa tahu apakah kita termasuk golongan dengan berat badan kurang (underweight), berat badan normal atau ideal, dan berat badan berlebih (overweight atau bahkan obese). Dengan demikian, kamu bisa menentukan apa yang harus diperbaiki dari pola hidup sehat kamu!





Memangnya BMI penting?

BMI masih dijadikan standar penilaian kesehatan seseorang. Berdasarkan RealAge dari Share Care, semakin tinggi nilai BMI seseorang maka semakin tinggi juga risiko kesehatan yang dialami. Namun perlu diingat bahwa BMI hanya memperhitungkan proporsionalitas berat badan dan tinggi badan.

Artinya apa? BMI mempunyai kelemahan dimana mereka tidak bisa memperkirakan persentase lemak dan otot yang ada. Karena itu, terkadang BMI bukanlah alat pengukur kesehatan yang tepat untuk beberapa orang, terutama atlit, anak-anak, ibu-ibu hamil, atau orang lanjut usia.

Karena kekurangan ini, Robert H. Shmerling berpendapat bahwa BMI sering salah melabelkan kesehatan, dimana orang yang tidak sehat dianggap sehat (seperti dalam kasus skinny fat) dan orang yang sehat dianggap tidak sehat (seperti dalam kasus atlit).

Bagaimanapun juga, dia tetap beranggap bahwa penting bagi kita untuk mengetahui BMI kita. Karena BMI tetap berguna untuk menjadi titik awal untuk mengerti kondisi kesehatan diri sendiri. Tapi kita juga tidak boleh melupakan bahwa BMI mempunyai batasan-batasan dan kelemahan.

Apa yang harus dilakukan ketika tahu tentang BMI?

Sekarang kamu sudah tahu nilai BMI kamu dan juga golongan berat badanmu. Lalu apa yang bisa kamu lakukan dari informasi yang kamu dapat tentang BMI? Jawabannya tergantung pada golongan berat badanmu.





Jadi yang mana golongan berat badanmu?






Kekurangan berat badan

Mungkin kamu berpikir, “Oh aku kekurangan berat badan, artinya aku kurus. Bagus dong?” Jika ya, itu pemikiran yang salah. Faktanya kekurangan berat badan pun mempunyai risiko kesehatannya sendiri lho, Teman SUPERjuangan.

Tapi sebelum kita membahas risiko-risiko kesehatan, kita harus mengerti dulu nih apa saja yang menyebabkan seseorang sehingga bisa underweight.

Apa yang menyebabkan underweight?

Logikanya jika berat badan seseorang di bawah normal, maka itu menandakan kurangnya asupan gizi yang didapatkan. Tapi apa saja sih faktor penyebab kurangnya berat badan?

1. Genetik

Kalau kamu sekeluarga berbadan ramping, maka tidak heran lagi kalau penyebab kamu underweight adalah faktor genetik. Memang ada beberapa orang yang makan sebanyak apapun, akan tetap kurus. Biasanya ini berarti kamu mempunyai sifat keturunan yang mempunyai metabolisme yang sangat tinggi. Atau di sisi lain, bisa jadi kamu mempunyai nafsu makan yang sangat rendah, jadi memang tidak terbiasa makan banyak.

2. Aktivitas fisik yang tinggi

Jika kamu sering berolahraga atau memang tidak bisa diam saja, maka kamu bisa mengalami underweight. Ini artinya kalori atau energi yang masuk lebih kecil dibanding energi yang kamu keluarkan sehari-hari.

 

3. Penyakit

Orang yang sakit tentu akan lebih mudah untuk berat badannya turun. Hal ini bisa disebabkan oleh metabolisme yang terganggu atau berkurangnya nafsu makan akibat sakit yang diderita. Jika berat badan kamu turun drastis bahkan tanpa mencoba untuk menurunkan berat badan, konsultasikan ke dokter ya, Teman SUPERjuangan, karena ada kemungkinan kamu sedang sakit.

4. Efek dari obat

Beberapa jenis obat mempunyai efek samping seperti berkurangnya berat badan atau hilangnya nafsu makan. Namun biasanya pengobatan yang mempunyai efek samping seperti ini adalah pengobatan yang lumayan keras seperti chemotherapy.

5. Gangguan mental

Masalah mental bisa berakibat langsung kepada nafsu makan. Stress dan depresi adalah gangguan mental yang paling umum ada dan berpengaruh kepada pola makan. Selain itu, ada juga stigma masyarakat yang lebih memuji kekurusan sehingga menyebabkan beberapa orang untuk mengalami kelainan pola makan (eating disorder). Jika kamu mempunyai tekanan secara mental yang menyebabkan gangguan pola makan kamu, segera konsultasikan kepada psikologi profesional ya!

"Aku tidak masalah dengan underweight."

Teman SUPERjuangan, walau memang underweight mungkin berarti tubuh ramping yang didambakan masyarakat, namun underweight mempunyai berbagai jenis risiko kesehatan lho! 


Contohnya adalah kekurangan vitamin D dan kalsium yang menyebabkan tulang rapuh, turunnya sistem imun tubuh, kekurangan zat besi dan vitamin B12 yang menyebabkan anemia, ketidakstabilan hormon yang menyebabkan gangguan menstruasi dan kesuburan pada wanita, dan bahkan gangguan kesehatan pada rambut, kulit, gigi, dan gusi.

Karena itu, kamu harus berhati-hati ya dalam menjaga berat badan, karena kekurangan berat badan kadang juga berarti kekurangan nutrisi yang diperlukan dalam tubuh.

Lalu apa yang harus dilakukan kalau underweight?

Ini beberapa langkah dasar yang bisa kamu lakukan kalau kamu underweight:

1. Tambahkan kalori yang sehat

Hal penting yang perlu diingat adalah mencatat semua kalori dari makanan yang kamu konsumsi sehari-hari. Jika memang kurang, usahakan untuk menambah kalori yang sehat dengan menambah kacang-kacangan atau keju sebagai topping.

Jika kamu tidak mempunyai nafsu makan yang banyak, cobalah untuk membagi makanan menjadi kudapan-kudapan. Pastikan makanan kamu penuh protein dan serat seperti alpukat, kacang-kacangan, kuaci, buah-buahan, dan batang atau susu protein.

2. Cari makanan yang padat nutrisi

Mungkin insting pertamamu berkata untuk memakan berbagai macam makanan cepat saji, namun perlu diingat bahwa cara menambah berat badan yang sehat memerlukan makanan yang padat nutrisi. Contoh dari makanan ini adalah nasi merah, daging berprotein tinggi, dan juga roti gandum.

3. Menambah berat otot

Walau terdengar aneh, olahraga yang tepat bisa menyebabkan bertambahnya berat badan. Hal ini dilakukan dengan menambah massa otot kamu. Untuk memicu hal ini, kamu harus melakukan pelatihan yang berfokus kepada kekuatan, seperti angkat beban atau yoga.

 

Lindungi badan agar sehat selalu

Kamu perlu ingat bahwa berat badan ini bukanlah masalah penampilan tetapi masalah kesehatan. Usahakan agar berat badan kamu normal agar bisa melambangkan tubuh yang sehat dengan gaya hidup yang sehat. Tentunya kamu ingin yang terbaik untuk badanmu sendiri kan?


Selain itu, pastikan kamu sudah melakukan yang terbaik untuk melindungi badanmu dengan perlindungan yang menyeluruh!

Lindungi diri dari Corona dengan Super Strong




Berat badan ideal

Berat badan ideal sering dijadikan patokan sebagai salah satu ciri tubuh yang sehat. Namun walaupun kamu mempunyai berat badan ideal, jangan lengah! Karena salah satu kelemahan BMI adalah, seperti yang sudah disebutkan di awal artikel, ketidakmampuan untuk mendeteksi komposisi kesehatan tubuh. Hal ini berakhir kepada fenomena masyarakat yaitu skinny fat.

Apa itu skinny fat?

Skinny fat adalah orang-orang yang mempunyai berat badan ideal namun memiliki terlalu sedikit otot dan terlalu banyak lemak. Menurut Legion Athletics, tanda-tanda orang yang skinny fat adalah:

  1. Mempunyai lemak tubuh sekitar 10-20 persen untuk pria dan 20-30 persen untuk wanita.
  2. Tidak berotot secara alami.
  3. Belum melakukan latihan kekuatan dalam satu tahun terakhir (atau bahkan belum pernah).
Maka bisa dijamin bahwa kamu adalah seseorang yang skinny fat.

"Aku mau menjaga berat badanku."

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk tetap menjaga berat badan:

1. Lakukan diet yang benar.

Diet bukan semerta-merta mengimbangi kalori yang masuk dengan yang keluar, namun pastikan juga bahwa kalori tersebut padat dengan nutrisi. Batasi karbohidrat, batasi konsumsi gula dan garam, perbanyak protein, dan makan banyak sayur dan buah.

Ingat: Mindset yang benar menginginkan tubuh yang sehat, bukan yang kurus. Karena itu kamu tetap harus mempunyai nutrisi yang baik.

2. Berolahraga

Berolahraga yang rutin akan membakar kalori. Selain itu, dengan melakukan latihan kekuatan, kamu juga bisa membangun massa otot. Massa otot inilah penawar dari skinny fat, karena dengan bertambahnya massa otot meningkatkan metabolisme. Artinya apa? Lebih banyak kalori yang terbakar saat kamu membangun massa otot ini.

Usahakan untuk berolahraga 150 menit per minggu. Jika kamu tidak terbiasa berolahraga secara rutin, buat target untuk per minggunya. Mungkin kamu bisa memulai dengan 30 menit per minggu, lalu naik menjadi 60 menit, dan seterusnya, sampai kamu terbiasa.


3. Jaga kesehatan

Berat badan bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Karena itu pastikan kamu menjaga kesehatan baik secara mental dan fisik. Ini berarti jauhkan dirimu dari stress yang berlebih, minum yang cukup, dan tidur yang cukup.

4. Pantau kalori yang masuk dan keluar

Dengan memantau kalori yang masuk dan yang keluar, kamu akan tahu mana yang perlu kamu tekankan. Apakah kalori yang masuk terlalu banyak? Apakah kalori yang keluar terlalu banyak? Pastikan bahwa keduanya seimbang, namun juga pastikan kualitas dari kalori tersebut baik dan sehat.

Lindungi badan agar sehat selalu

Kamu perlu ingat bahwa berat badan ini bukanlah masalah penampilan tetapi masalah kesehatan. Berat badan mungkin ideal tetapi pastikan berat badan kamu terdiri dari tubuh yang sehat dengan gaya hidup yang sehat. Tentunya kamu ingin yang terbaik untuk badanmu sendiri kan?

Selain itu, pastikan kamu sudah melakukan yang terbaik untuk melindungi badanmu dengan perlindungan yang menyeluruh!

Lindungi diri dari Corona dengan Super Life




Kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan bukan berarti tidak sehat. Terkadang jika seseorang sering berolahraga maka ada kemungkinan bahwa massa ototnya tinggi sehingga menyebabkan kelebihan berat badan. Karena itu BMI terkadang tidak berlaku bagi atlit atau olahragawan.

Namun jika kamu bukan seorang atlit, maka secara umum kelebihan berat badan atau bahkan obesitas menandakan adanya lemak berlebih di dalam tubuh. Memang lemak berguna sebagai pengatur panas tubuh dan menyimpan energi, namun lemak berlebih juga mempunyai risiko-risiko kesehatan sendiri.

Apa sih risiko kesehatan overweight?

Risiko kesehatan overweight dan obesitas beragam, dan mungkin kamu pun sudah pernah mendengarnya. Berikut adalah risiko-risiko kesehatan overweight menurut Medicine Net:

  • Diabetes tipe 2. 
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kolesterol.
  • Stroke.
  • Serangan jantung.
  • Kanker.
  • Batu empedu.
  • Encok.
  • Osteoarthritis.
  • Sleep apnea.

Sekali lagi overweight bukanlah masalah penampilan, namun masalah kesehatan. Karena itu penting bagi kita menjaga agar tidak terjadi endapan glukosa dalam tubuh.

 

Bagaimana cara menurunkan berat badan?

Kedua kunci dalam menurunkan berat badan yang efektif dan sehat adalah melalui olahraga dan diet yang tepat dan teratur. Ingat: Mindset yang diperlukan disini bukan masalah ingin kurus tapi ingin sehat. Artinya tidak ada jalan pintas untuk hidup yang sehat karena kamu harus sedikit demi sedikit mengubah pola hidupmu. Karena itu bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan, penting melakukan langkah-langkah berikut menurut Health Line:

1. Perhatikan apa yang kamu makan

Komposisi makanan untuk menurunkan berat badan terdiri dari protein dan juga serat. Selain itu hindari karbohidrat (usahakan sekitar 20-50 gram per hari saja) dan batasi konsumsi gula dan garam berlebih. Coba untuk makan 2 - 3 kali sehari. Jika kamu mendapati dirimu lapar, maka tambahkan kudapan yang sehat.


Sebagai panduan, makanan sehat untuk menurunkan berat badan terdiri dari:
  • Protein yang sehat: Ada pada daging (sapi, ayam, dan domba), ikan dan makanan laut (salmon dan udang), telur, protein berdasarkan tumbuhan (kacang-kacangan, polong-polongan, kedelai). 
  • Sayuran yang rendah karbohidrat: Ada pada brokoli, kol bunga, bayam, tomat, kale, kol, selada, timun.
  • Lemak yang sehat: Ada pada minyak zaitun, minyak kelapa, minyak alpukat, mentega.

Sementara itu pastikan kamu menjauhi diri dari 6 jenis makanan berikut:
  • Gula: Termasuk minuman bersoda, jus buah, permen, es krim, boba dan kopi kekinian.
  • Gandum olahan: Termasuk gandum, nasi, juga roti, sereal, pasta.
  • Lemak trans (Trans fat): Termasuk minyak goreng yang terhidrogenasi.
  • Produk diet dan low-fat: Kebanyakan produk dairy, sereal, biskuit sudah tidak mengandung lemak tapi masih mengandung gula.
  • Makanan olahan: Termasuk makanan kalengan dan segala jenis makanan yang dibuat di pabrik. Jangan dimakan.
  • Sayuran bertepung: Termasuk kentang dan jagung. Kalau bisa dibatasi konsumsinya.

Kamu tidak harus mengubah pola makanmu secara drastis. Turunkan tingkat karbohidrat sedikit demi sedikit sehingga mencapai target yaitu 20-50 gram per hari. Selain itu, kamu masih boleh memakan karbohidrat seminggu sekali, asal jangan kebablasan ya!

2. Sering olahraga

Diet hanya bisa membantu kamu agar berat badan tidak naik, tetapi diet harus diimbangi dengan olahraga yang benar. Olahraga yang benar bisa membangun otot (yang akan memperkuat metabolisme kamu) dan juga mengeluarkan energi atau kalori berlebih yang tersimpan dalam tubuh. 


Namun perlu diingat bahwa olahraga tidak bisa sembarangan. Jika kamu memenuhi kriteria di bawah, mohon konsultasikan ke ahli medis terlebih dahulu sebelum melakukan latihan atau olahraga yang terlalu kuat:
  • Pria lebih dari 40 tahun atau wanita lebih dari 50 tahun.
  • Orang yang mempunyai penyakit jantung dan paru-paru, asma, radang sendi, atau osteoporosis.
  • Orang yang mengalami tekanan pada dada atau rasa sakit saat beraktivitas, atau yang gampang kelelahan dan sesak napas.
  • Orang yang mempunyai kondisi atau faktor gaya hidup yang meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, perokok aktif, kolesterol tinggi, atau mempunyai keluarga dekat yang mengalami serangan jantung dan penyakit jantung koroner.
  • Pasien obesitas.

Namun secara umum, berikut beberapa bentuk latihan yang kamu bisa praktikkan jika ingin menurunkan berat badan:
  • Lakukan 20-30 menit untuk latihan menengah, 5 sampai 7 hari per minggu, kalau bisa setiap hari. Beberapa latihan in termasuk bersepeda statis, jalan atau jogging di treadmill, jogging, dan berenang.
  • Latihan ini bisa dipecah menjadi sesi-sesi kecil selama 10 menit.
  • Mulai perlahan dan sedikit demi sedikit untuk menghindari cedera, pegal-pegal, atau kelelahan. Setelah sudah terbiasa, mulai coba 30-60 menit untuk latihan menengah ke atas setiap harinya.
  • Tidak ada kata terlambat untuk mulai berolahraga. Bahkan orang tua yang rapuh (umur 70-90 tahun) bisa meningkatkan kekuatan dan keseimbangan mereka dengan berolahraga.

3. Mulailah gaya hidup yang sehat

Gaya hidup yang sehat tidak terbatas pada makanan dan olahraga saja lho, Teman SUPERjuangan. Gaya hidup yang sehat berarti memikirkan faktor-faktor lain yang mendukung kesehatan jiwa dan raga kita! Hal ini termasuk minum yang cukup, tidur yang cukup, dan menjaga mental agar tidak stress.

Lindungi badan agar sehat selalu

Kamu perlu ingat bahwa berat badan ini bukanlah masalah penampilan tetapi masalah kesehatan. Usahakan agar berat badan kamu normal agar bisa melambangkan tubuh yang sehat dengan gaya hidup yang sehat. Tentunya kamu ingin yang terbaik untuk badanmu sendiri kan?


Selain itu, pastikan kamu sudah melakukan yang terbaik untuk melindungi badanmu dengan perlindungan yang menyeluruh!

Lindungi diri dari Corona dengan Super Strong



Referensi:

BLOG

Your Super Inspiration