apa itu gerd

Terdapat lebih dari satu jenis gangguan lambung, salah satunya adalah Gerd. Apa itu Gerd? Gerd adalah penyakit kronis yang terjadi di sistem lambung. Namun, jangan salah sangka penyakit gerd sama dengan maag dan ketahui lebih lanjut mengenai penyakit ini di artikel ini!

Apa Itu Gerd

Apa itu Gerd

Apa itu Gerd

Jika anda merasakan seperti ada makanan terganjal di kerongkongan dan timbul sensasi panas seperti terbakar di dada maka mungkin anda sedang mengalami Gerd.

Apa itu Gerd? Penyakit Gerd berbeda dengan penyakit maag meskipun memiliki gejala yang mirip dan keduanya terjadi di organ lambung, tetapi Gastroesophageal Reflux Disease atau Gerd adalah penyakit kronis di sistem pencernaan lambung saat asam lambung naik ke esofagus (kerongkongan) akibat sfingter yang melemah. 

Sfingter atau katup berfungsi untuk membuka dan memberikan akses pada makanan dan minuman yang masuk menuju lambung dan dicerna sebelum kembali tertutup. Sfingter bisa melemah sehingga isi lambung yang berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi serta asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini adalah yang disebut sebagai penyakit Gerd.

Penyebab Gerd

Gerd bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab Gerd adalah:

  1. Mengonsumsi makanan dan minuman dengan rasa yang kuat (terlalu asam, pedas dan berminyak) bisa menjadi penyebab Gerd karena bisa melemahkan Sfingter esofagus. Selain itu mengonsumsi kafein dan alkohol juga bisa memicu terjadinya Gerd.
  2. Kebiasaan makan kurang baik juga bisa menjadi penyebab Gerd seperti makan terburu buru, makan dalam porsi besar sekaligus atau jadwal makan yang tidak teratur 

Gejala Gerd

Saat sakit Gerd timbul, anda bisa mengetahuinya dengan cara mengenali tanda – tandanya. Yuk, ketahui apa saja gejala Gerd di bawah ini.

  • Gejala Gerd yang Utama 

Berikut ini adalah beberapa gejala yang paling umum dialami oleh penderita Gerd, yaitu:

  • Terasa asam atau pahit di mulut
  • Timbulnya sensasi panas atau perih seperti terbakar di dada dan area ulu hati
  • Gejala Gerd Lainnya

Selain timbulnya dua gejala Gerd yang utama, masih terdapat beberapa gejala Gerd yang bisa timbul jika Gerd yang dialami adalah Gerd kronis. Yuk, ketahui apa saja dari Gerd kronis:

  • Sulit untuk menelan atau timbulnya rasa seperti benjolan di tenggorokan 
  • Mengalami gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas. Kondisi ini akan sering kambuh saat Gerd kumat jika menderita penyakit asma.
  • Suara serak
  • Merasa mual
  • Muntah – muntah 
  • Tenggorokan sakit 
  • Keluarnya isi lambung tanpa disadari 
  • Mengalami gangguan tidur 
  • Mengalami kerusakan gigi akibat sering timbulnya asam lambung 
  • Bau mulut 

Faktor Risiko

Terdapat beberapa golongan orang yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit Gerd. Yuk, ketahui orang – orang dengan faktor risiko lebih tinggi:

  • Obesitas.
  • Saat sedang hamil, tekanan yang diberikan pada perut bisa menyebabkan terjadi Gerd
  • Berusia lanjut.
  • Menderita gastroparesis yang merupakan kondisi otot dinding lambung yang menengah hingga pengosongan lambung lambat.
  • Penderita scleroderma yang merupakan penyakit menyerang jaringan ikat.
  • Makanan juga bisa menjadi faktor pemicu timbulnya Gerd seperti susu, makanan pedas dan gorengan.
  • Mengonsumsi obat – obatan tertentu contohnya obat asma, obat tekanan darah tinggi, alergi, obat penghilang rasa sakit, obat penenang dan antidepresan.

Diagnosis Gerd

Untuk mengetahui jika mengalami penyakit Gerd, berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan dokter untuk diagnosis Gerd.

  • Elektrokardiogram

Diagnosis Gerd dengan metode elektrokardiogram atau EKG dilakukan untuk mengecek terjadinya penyakit jantung koroner atau serangan jantung. Kondisi ini di cek karena menimbulkan gejala yang mirip dengan EKG.

  • Gastroskopi

Diagnosis Gerd dengan metode gastroskopi adalah dengan mengambil sampel jaringan di esofagus yang diambil dengan memasukan selang berkamera sehingga bisa diteliti di bawah mikroskop.

  • Manometri Esofagus

Diagnosis Gerd dengan manometri esofagus merupakan tes yang dilakukan dengan cara memeriksa irama gerakan otot saat menelan dan mengukur kekuatan otot kerongkongan. 

  • Rontgen 

Rontgen untuk melakukan diagnosis Gerd adalah dengan melihat hasil foto jika rongga saluran pencernaan terjadi peradangan atau penyempitan di kerongkongan.

  • Tingkat Keasaman Kerongkongan

Diagnosis Gerd juga bisa dilakukan dengan mengukur tingkat keasaman kerongkongan setelah seseorang melakukan aktivitasnya seharian.

Baca Juga: Penyebab sakit maag dan Cara Mengatasinya!

Cara Mengatasi Gerd

Pengobatan Gerd hanya bisa dilakukan dengan memperbaiki pola hidup. Berikut ini adalah beberapa pola hidup sehat yang perlu dilakukan oleh penderita Gerd:

  1. Jangan langsung makan besar. Makan dalam porsi yang lebih kecil, tetapi sering.
  2. Berhenti merokok.
  3. Hindari makanan yang berlemak dan pedas, juga hindari konsumsi coklat dan tomat.
  4. Jika memiliki berat badan berlebih, pastikan untuk turunkan secara sehat, yaitu berolahraga dan memperbaiki pola makan. 
  5. Untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan, saat tidur pastikan untuk meninggikan alas kepala sehingga posisi tubuh tidak sepenuhnya lurus.

Obat Gerd

Meski solusi permanen dari cara mengatasi Gerd adalah untuk memperbaiki pola hidup, obat gerd juga bisa digunakan sebagai pengobatan Gerd. Berikut ini adalah obat yang digunakan untuk menangani Gerd.

  • Antasida: fungsi dari antasida adalah menetralkan asam lambung dan untuk obat Gerd ringan dan refluks asam
  • Penghambat reseptor H2: berfungsi untuk mengurangi produksi asam lambung
  • Proton Pump Inhibitor atau PPI: berfungsi sebagai pengobatan Gerd dengan cara menghambat produksi asam lambung yang lebih parah dan menyembuhkan jaringan kerongkongan yang rusak.
  • Prokinetic Agents: merupakan obat Gerd yang meningkatkan mobilitas gastrointestinal dengan cara membuat kontraksi yang lebih kuat tanpa harus mengganggu ritmenya.

Komplikasi Gerd 

Gerd adalah kondisi yang tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa pengobatan Gerd karena berisiko menyebabkan banyak komplikasi kesehatan lainnya. Yuk, ketahui komplikasi apa saja yang bisa terjadi jika tidak segera menangani Gerd:

  • Esofagitis: Kondisi lapisan esofagus yang mengalami peradangan hingga terjadi iritasi, pendarahan dan ulserasi di beberapa kasus
  • Striktur: Kerusakan yang terjadi akibat asam lambung sehingga terbentuk bekas luka yang mengakibatkan kesulitan untuk menelan karena makanan akan tersangkut di kerongkongan dahulu.
  • Esofagus Barrett: Gangguan yang menyebabkan paparan yang berulang karena perubahan pada sel dan jaringan esofagus. Hal ini harus segera ditangani karena bisa menjadi sel kanker.

Cara Mencegah Gerd

Cara mencegah Gerd bisa dilakukan dengan memastikan menjalani pola hidup sehat yaitu:

  • Makan dengan porsi lebih kecil, tetapi lebih sering dan ubah makanan yang dikonsumsi
  • Berhenti merokok
  • Tinggikan alas kepala saat tidur sehingga badan tidak lurus
  • Berhenti makan 2 – 3 jam sebelum tidur
  • Jika ingin tidur siang coba untuk lakukan di kursi 
  • Jika mengalami obesitas kurangi dengan olahraga dan mengatur pola makan 
  • Jauhi makanan yang berlemak dan asam
  • Batasi konsumsi coklat
  • Jauhi makanan pedas
  • Hindari minuman karbonasi

super spektaday

Mengetahui apa itu Gerd merupakan hal yang penting karena ini adalah penyakit yang bisa terjadi pada semua orang terutama dengan pola hidup yang tidak sehat. Pastikan untuk selalu melindungi kesehatan diri dengan menjalani pola hidup sehat dan memiliki asuransi kesehatan yang cocok untuk anda. Super Easy Health Protection dari Super You bisa memberikan proteksi kesehatan menyeluruh hanya dengan harga Rp135.000 per bulan, lho!

Artikel Terkait