inflasi adalah

Saat ini keadaan ekonomi dunia sedang dalam kondisi yang tidak bagus. Berdasarkan laporan survei dari Ipsos, di Juni 2022, isu yang paling dikhawatirkan oleh masyarakat di dunia adalah inflasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, yakni perkembangan ekonomi yang terhambat akibat pandemi Covid – 19, rantai pasokan dari Cina yang terhambat akibat lockdown pandemi Covid – 19, Uni Eropa menghentikan impor minyak dari Rusia, dan dampak perang antara Rusia dan Ukraina seperti inflasi. Inflasi adalah salah satu dampak dari perang antara kedua negara tersebut hingga merembet ke negara – negara lainnya.

 

Pengertian Inflasi

Dikutip dari Bank Indonesia mengenai pengertian inflasi, inflasi adalah “kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu”. Mengukur inflasi tidak bisa dari kenaikan satu atau dua barang, berdasarkan The Classification of Individual Consumption by Purpose (COICOP), pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) terbagi menjadi tujuh kelompok pengeluaran.

  1. Bahan makanan
  2. Makanan jadi, Minuman, dan Tembakau
  3. Perumahan
  4. Sandang
  5. Kesehatan
  6. Pendidikan dan Olahraga
  7. Transportasi dan Komunikasi

 

Baca Juga: The Fed Menaikkan Suku Bunga karena Inflasi? Ketahui Dampaknya!

 

Cara Mengatasi Inflasi

Dilansir dari CNN Indonesia, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi inflasi. Berikut ini adalah cara mengatasi inflasi dan penjelasannya.

1. Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah salah satu cara mengatasi inflasi. Kebijakan fiskal berhubungan dengan pemerintah dimana berurusan tentang pajak atau pendapatan negara dari penerimaan dan pengeluaran anggaran pemerintah. Bisa meningkatkan tarif pajak, mengurangi pengeluaran pemerintah, dan melakukan pinjaman.

2. Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah salah satu cara mengatasi inflasi. Bisa dilakukan dengan menambahkan atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Hal ini dilakukan untuk mencegah peningkatan uang secara berlebihan atau bahkan sangat kurang. dengan begitu kestabilan moneter bisa terjaga dan juga kesejahteraan rakyat juga terjaga.

3. Kebijakan Non – Fiskal dan Non – Moneter

Terdapat lima cara dari kebijakan non – fiskal dan non – moneter.

  1. Menambah hasil produksi

Menambahkan hasil produksi merupakan salah satu cara mengatasi inflasi, hal ini bisa dilakukan dengan pemerintah meringankan kebijakan untuk pengusaha agar pengusaha bisa hasil produksi bisa lebih banyak. Dengan harapan bahwa semakin banyak produksi maka semakin banyak barang yang beredar di masyarakat dan perputaran uang akan semakin cepat dan banyak agar uang yang beredar bisa seimbang lagi.

  1. Mempermudah barang impor untuk masuk

Cara mengatasi inflasi dari barang kebutuhan adalah, karena tidak semua hal bisa diproduksi secara lokal, melakukan impor penting untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menurunkan pajak dan mempermudak perizinan barang impor.

  1. Menstabilkan pendapatan masyarakat

Salah satu cara mengatasi inflasi yang penting untuk dilakukan adalah memastikan dan menjaga pendapatan masyarakat untuk tidak naik. Melakukan ini bisa mencegah perkembangan inflasi menjadi tidak terkendali.

  1. Menetapkan harga maksimum

Karena saat terjadi inflasi harga cenderung naik, menetapkan harga maksimum dilakukan agar harga pasar menjadi terlalu tinggi diluar batas daya beli masyarakat. Penetapan harga maksimum ini menjadi cara mengatasi inflasi dengan melindungi konsumen.

  1. Mengawasi distribusi barang

Mengatasi distribusi barang bisa menjadi cara mengatasi inflasi. Bisa dilakukan dengan mengawasi barang agar tidak ada distribusi barang yang terhambat atau kurang, karena apabila barangnya terhambat atau kurang maka bisa menjadi faktor kenaikan harga barang tersebut.

 

Baca Juga: 7 Tips Cara Memulai Investasi Dollar, Pemula Pun Bisa!

 

Inflasi Indonesia

Saat ini banyak negara yang mengalami inflasi. Penyebab inflasi yang terjadi adalah perang antara Rusia dan Ukraina. Sekarang inflasi sudah merembet hingga kawasan Asia, termasuk Indonesia. Namun, dibandingkan banyak negara lainnya, Inflasi Indonesia masih tergolong moderat dimana inflasi di AS dan Uni Eropa mencapai 8.6% dan 8.8%.

Melansir kontan.co.id, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu bahwa peningkatan utama yang terjadi disebabkan oleh kenaikan harga pangan hingga 10.07%. terjadi peningkatan harga cabai merah, cabai rawit, dan bwang merah karena terjadinya curah hujan tinggi yang menyebabkan gagal panen dan distribusi terganggu.

“Pangan sangat penting bagi masyarakat sehingga pemerintah akan terus mengantisipasi dan memitigasi risiko dari kenaikan harga kelompok pangan bergejolak memalui berbagai kebijakan untuk menjamin kecukupan pasokan dan keterjangkauan harga panen bagi masyarakat.” Ujar Febrio.

Saat ini situasi ekonomi dunia sedang tidak bagus, termasuk Indonesia. Karena itu perlu untuk memiliki rencana yang bisa memproteksi diri, baik secara finansial maupun kesehatan. Hal ini bisa dilakukan dengan memiliki asuransi kesehatan dari Super You, dengan harga yang terjangkau dan bisa disesuaikan dengan kepentingan masing – masing.

Artikel Terkait